Sejarah Virologi, Cabang Ilmu yang Mempelajari Virus

Sejarah Virologi, Cabang Ilmu yang Mempelajari Virus

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Selasa, 20 Sep 2022 11:00 WIB
Objek mikroskopis merupakan suatu keadaan yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang dan diperlukan alat khusus seperti mikroskop. Seperti apa sih hasil jepretannya?
Foto: Getty Images
Jakarta -

Virologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari virus dan penyakit-penyakit yang disebabkannya. Kata virologi sendiri terdiri atas dua kata, yakni viro dan logos. Viro berarti virus, sedangkan logos berarti ilmu, sebagaimana dikutip dari buku Bahan Ajar Teknologi Laboratorium Medik (TLM) Virologi miliki Kementerian Kesehatan.


Untuk mempelajari virologi, maka diperlukan pengetahuan mengenai virus. Virus adalah parasit atau makhluk hidup yang kehidupannya bergantung pada makhluk lain. Akan tetapi, pernyataan mengenai virus adalah makhluk hidup masih dipertanyakan. Beberapa orang berpendapat bahwa virus bukanlah makhluk hidup, sementara sebagian lainnya tidak berpendapat demikian.


Melansir buku Gatra Gulma dalam Perlindungan Tanaman Tropika karya Susamto Somowiyarjo, sejak awal virologi ditemukan, pengetahuan ini mendapat banyak dukungan dari berbagai ilmu, seperti fisika, kimia, biologi, dan biologi molekuler. Dengan begitu, ilmu pengetahuan virologi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.


Di samping itu, ada beberapa hal yang mendukung virologi dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat, salah satunya adalah bahwa virus merupakan kelompok patogen yang dapat membahayakan manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba bermanfaat. Walau demikian, virus-virus tertentu juga dapat dimanfaatkan, yakni untuk pengelompokkan bakteri, dan masih banyak lagi.


Virologi telah memberikan banyak ilmu pengetahuan dasar yang sangat penting dalam beberapa hal, di antaranya adalah molekuler biologi, biologi sel, dan kanker.


Sejarah Virologi

Tertulis dalam sejarah bahwa infeksi virus pertama adalah hieroglif yang digambar sekitar 3700 SM, sebagaimana dijelaskan dalam buku Mikrobiologi dan Parasitologi oleh Agung Mahardika Venansius dkk.


Hieroglif tersebut berasal dari Memphis, ibu kota Mesir kuno, yang menjelaskan bahwa seorang pendeta kuil telah menunjukkan adanya tanda-tanda klinis khas poliomyelitis paralitik.


Tidak hanya itu, Firaun Ramses V juga diyakini wafat karena cacar, merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus. Ia meninggal pada tahun 1196 dengan keadaan tubuh yang diawetkan dan diletakkan di museum Kairo.


Kemudian pada tahun 1000 SM, cacar mewabah di Cina. Penyebaran tersebut kemudian memunculkan respon berupa pengembangan praktik variolasi. Diketahui bahwa orang yang selamat dari wabah cacar tidak terjangkit infeksi tersebut.


Setelah adanya wabah cacar tersebut, variolasi dipraktikkan berabad-abad lamanya dan membuktikan bahwa metode pencegahan penyakit tersebut bekerja dengan efektif. Akan tetapi, variolasi tetap memiliki risiko karena hasil inokulasi yang tidak dapat ditebak.


Demikian sekilas penjelasan mengenai virologi, ilmu mengenai virus, dan sejarahnya. Semoga mudah dipahami ya detikers!



Simak Video "Kasus PMK di Indonesia Menurun, Satgas Imbau Tetap Waspada"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia