Dampak dari Kebijakan Jepang Selama Menduduki Indonesia

Dampak dari Kebijakan Jepang Selama Menduduki Indonesia

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Senin, 12 Sep 2022 15:30 WIB
Diorama Sekolah Rakyat Zaman Pendudukan Jepang.
Diorama Sekolah Rakyat Zaman Pendudukan Jepang. Foto: Museum Pendidikan Nasional UPI
Jakarta -

Masa penjajahan negara Jepang di Indonesia tergolong singkat, yakni sejak tahun 1942 hingga 1945. Namun, selama menduduki wilayah Indonesia, sejumlah kebijakan Jepang punya dampak signifikan.

Seperti diketahui, tepat pada 5 Maret 1942, Jepang berhasil menduduki kota Batavia yang kini dikenal dengan nama Jakarta.

Kewalahan dalam menghadapi serbuan pasukan Jepang, pihak Belanda mundur menuju Subang, Jawa Barat. Hingga akhirnya Belanda menyerah tanpa syarat kepada pasukan Jepang. Hal ini menandakan bahwa penjajahan Belanda di Indonesia telah berakhir.

Setelah itu, negara Indonesia diduduki oleh Jepang dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai tempat untuk mencari dan mengumpulkan bahan baku industri, seperti dijelaskan dalam buku IPS Terpadu (Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi) untuk Kelas VIII SMP oleh Nana Supriatna dkk.

Selama menduduki negara Indonesia, Jepang membuat berbagai macam kebijakan yang sewenang-wenang sehingga berdampak pada kehidupan rakyat Indonesia.

Melansir buku bertajuk Sekilas Tentang Bahasa Indonesia (Edisi Revisi) karya Fahrurrozi dan Andri Wicaksono, kebijakan-kebijakan Jepang tersebut berdampak pada segala bidang, seperti bidang ekonomi, sosial, budaya, politik, militer, kebudayaan, dan kebahasaan.


Dampak Positif Kebijakan Jepang di Indonesia

Namun nyatanya, tidak semua kebijakan Jepang merugikan rakyat Indonesia, beberapa di antaranya memberikan dampak positif. Walaupun demikian, dampak dari kebijakan Jepang didominasi oleh dampak negatif.


Berikut segelintir dampak positif dari kebijakan yang diterapkan Jepang di Indonesia, sebagaimana disebutkan dalam buku Explore Sejarah Indonesia Jilid 2 untuk SMA/MA Kelas XI oleh Dr. Abdurakhman dkk:

  1. Diperbolehkannya penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi. Bahasa Indonesia juga menjadi bahasa nasional serta bahasa pengantar di sekolah.
  2. Propaganda Jepang yang mendukung gerakan anti-Belanda, secara tidak langsung menumbuhkan semangat kebangsaan atau nasionalisme rakyat Indonesia.
  3. Guna mendapatkan simpati rakyat Indonesia, Jepang mendekati para tokoh nasional dan menjadikan mereka sebagai penggerak mobilisasi massa.
  4. Agenda pelatihan militer dan semimiliter yang diadakan oleh Jepang menjadi bekal rakyat Indonesia guna mempersiapkan diri menghadapi peperangan suatu hari nanti.


Dampak Negatif Kebijakan Jepang di Indonesia

Adapun dampak negatif dari kebijakan Jepang yang sewenang-wenang bagi rakyat Indonesia sebagai berikut:

  1. Kebijakan romusha menyebabkan munculnya berbagai macam permasalahan sosial yang mengakibatkan trauma bagi masyarakat Indonesia
  2. Eksploitasi besar-besaran yang dilakukan Jepang mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan rakyat Indonesia
  3. Kehidupan yang menderita dan sengsara karena kemiskinan. Hal ini dikarenakan segala potensi ekonomi di Indonesia digunakan untuk mendukung Jepang dalam perang.
  4. Penyebaran intelijen dan polisi khusus menghadirkan rasa takut di kalangan rakyat. Penyebaran ini dilakukan guna mengawasi rakyat Indonesia yang dicurigai sebagai golongan anti-Jepang.
  5. Pembatasan aktivitas pers mengakibatkan tidak adanya pers nasional yang bebas dari pengaruh Jepang. Pers nasional pada saat itu harus tunduk pada pemerintah Jepang.


Demikian beberapa dampak, baik positif atau negatif, dari kebijakan-kebijakan Jepang di Indonesia.



Simak Video "Potret Suporter Jepang saat Bersih-bersih Stadion Piala Dunia 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia