Cikal Bakal Lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia

Cikal Bakal Lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Selasa, 06 Sep 2022 09:30 WIB
by Francis Henry Hart, for  Elliott & Fry, albumen cabinet card, 1896
Ilustrasi Cikal Bakal Lahirnya Gerakan Pramuka di Indonesia. (Foto: National Portrait Gallery London/National Portrait Gallery London - www.npg.org.uk)
Jakarta -

Pramuka, atau gerakan yang juga dikenal dengan istilah scouting, merupakan gerakan yang didirikan oleh Lord Baden Powell. Gerakan ini berawal ketika Powell membina kaum muda Inggris yang sempat tersangkut tindakan kejahatan dan kriminal.

Baden Powell membina 21 pemuda dengan berkemah di pulau Brownsea pada 1907 selama 8 hari lamanya. Keberhasilan Powell sebelum dan sesudah perkemahan tersebut ia tuangkan dalam buku bertajuk Scouting for Boys.

Ternyata perkembangan kegiatan kepanduan milik Powell tersebut juga merambat hingga ke Indonesia.

Cikal Bakal Organisasi Kepanduan di Indonesia

Lahirnya gerakan pramuka di Indonesia ditandai dengan munculnya salah satu cabang kepramukaan milik Belanda bernama Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) pada tahun 1912 yang berlokasi di Bandung, sebagaimana tertulis dalam artikel Museum Sumpah Pemuda milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pada 1916, organisasi tersebut berubah nama menjadi Nederlands Indische Padvinders Vereniging (NIVP). Di tahun yang sama, Mangkunegara VII membentuk sebuah organisasi kepramukaan bernama Javaansche Padvinder Organisatie (JPO). Organisasi tersebut merupakan organisasi kepramukaan pertama di Indonesia.

Tidak lama setelah JPO lahir, muncullah organisasi-organisasi kepramukaan lainnya, seperti Hizbul Wathan (HW), Jong Java Padvinderij (JJP), Nationale Padvinders (NP), Nationaal Indonesische Padvinderij (NATIPIJ), dan Pandoe Pemoeda Sumatra (PPS).

Eksistensi organisasi kepanduan kemudian disusul juga dengan lahirnya Indonesische Padvinderij Organisatie (INPO) pada 1926. INPO merupakan gabungan dari dua organisasi kepanduan, yakni Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).

Dikarenakan banyaknya organisasi kepramukaan di Indonesia, Belanda melarang adanya organisasi dengan menggunakan istilah Padvinder.

Atas ketentuan Belanda mengenai organisasi kepramukaan, K.H. Agus Salim kemudian berinisiatif menghadirkan istilah baru sebagai ganti istilah Padvinder, yakni pandu atau kepanduan.


Istilah kepanduan adalah sebutan bagi organisasi kepramukaan di Indonesia guna menghindari penggunaan istilah Padvinder.


Peresmian Gerakan Pramuka

Melansir buku Pendidikan kepramukaan Berbasis Saintifik karya Paulus Rah Adi Pawitra dan Trinovandhi Setyawan, sekitar tahun 1950 hingga 1960, organisasi kepanduan di Indonesia tumbuh semakin banyak. Beberapa organisasi kepanduan tersebut berafiliasi pada politik. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan prinsip kepanduan.


Jumlah organisasi kepanduan yang begitu banyak dan penyelewengan dari prinsip kepanduan, menjadikan gerakan kepanduan di Indonesia tidak efektif.


Para tokoh kepanduan kemudian memikirkan keadaan organisasi kepanduan saat itu dengan mengacu pada Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960.


Selaku mandataris MPRS, presiden Soekarno memberikan amanat pada pimpinan Pandu pada 9 Maret 1961. Pimpinan Pandu berkewajiban untuk mengefektifkan organisasi kepanduan sebagai salah satu komponen bangsa yang berpotensi dalam pembangunan bangsa dan negara.


Langkah awal upaya mengefektifkan organisasi kepanduan adalah dengan membubarkannya. Pembubaran tersebut dilakukan dengan maksud menyatukannya menjadi gerakan pendidikan kepanduan tunggal bernama Gerakan Pramuka.


Gerakan Pramuka didirikan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961. Gerakan ini bertugas menyelenggarakan dan memberikan pendidikan kepanduan pada anak-anak dan pemuda Indonesia.


Walaupun ditetapkan sejak 20 Mei, gerakan pramuka resmi diperkenalkan ke masyarakat pada 14 Agustus 1961 setelah presiden menganugerahkan Panji Gerakan Pramuka dengan Keputusan 448 Tahun 1961. Sejak saat itu, 14 Agustus dinyatakan sebagai hari ulang tahun gerakan Pramuka.



Simak Video "Ganjar Ingatkan Bahaya Nikah Dini: 'Ojo Kawin Bocah'"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia