Berapa Hari Lagi Maulid Nabi 2022?

Berapa Hari Lagi Maulid Nabi 2022?

Rahma Harbani - detikEdu
Senin, 05 Sep 2022 17:30 WIB
Maulid Nabi 2021
Ilustrasi. Berapa hari lagi Maulid Nabi 2022? (detikcom/Dikhy Sasra)
Jakarta -

Hari besar keagamaan tahunan bagi muslim Indonesia yang akan diperingati dalam waktu dekat adalah Maulid Nabi Muhammad SAW. Berapa hari lagi Maulid Nabi 2022?

Maulid Nabi ditandai kelahiran Rasulullah SAW yang membawa risalah Islam dari Allah SWT. Tiap muslim wajib mengucapkan dua kalimat syahadat, yang merupakan persaksian atas keesaan Allah SWT sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad sebagai utusanNya.

Menurut keterangan hadits, kelahiran Nabi Muhammad SAW diperingati tiap tanggal 12 Rabiul Awal pada hari Senin. Berikut hadits yang menjelaskan peristiwa tersebut diriwayatkan Imam Ibnu Ishaq dari Ibnu Abbas,

وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، لِاثْنَتَيْ عَشْرَةَ لَيْلَةً خَلَتْ مِنْ شَهْرِ رَبِيع الْأَوَّلِ، عَام الْفِيلِ

Artinya: "Rasulullah dilahirkan di hari Senin, tanggal dua belas di malam yang tenang pada bulan Rabiul Awal, Tahun Gajah."

Berdasarkan konversi sistem penanggalan dari Hijriah ke Masehi, tanggal 12 Rabiul Awal bertepatan dengan Sabtu, 8 Oktober 2022. Bila dilihat dari penelusuran Google, tersisa 33 hari lagi sebelum peringatan Maulid Nabi 2022.

Di Indonesia, peringatan Maulid Nabi 2022 ditetapkan sebagai hari libur nasional. Hal ini tertuang dalam ketetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 375 Tahun 2022, Nomor 1 Tahun 2022, Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menteri PANRB Nomor 963 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021, Nomor 4 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW

Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali diadakan pada zaman khalifah Mu'iz li Dinillah, seorang khalifah dinasti Fathimiyah di Mesir yang hidup pada 341 H. Perayaan ini dilarang di masa Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy, seorang perdana menteri khalifah Al-Musta'ali dinasti Fathimiyah.

Menurut Sejarawan dan Ulama asal Mesir Syamsuddin as-Sakhawi, Maulid Nabi kembali dibolehkan pada masa pemerintahan Amir li Ahkamillah pada 524 H. Dia adalah pemimpin sekaligus imam di Dinasti Fathimiyah.

Pendapat lain dari catatan Sayyid al Bakri, peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan pada masa pemerintahan khalifah Mudhaffar Abu Said atau seorang raja di daerah Irbil, Baghdad. Sang khalifah saat itu sedang mencari cara membangkitkan heroisme kaum muslim menghadapi Jengis Khan.

"Peringatan Maulid pada saat itu dilakukan masyarakat dari berbagai kalangan dengan berkumpul di suatu tempat. Mereka bersama-sama membaca ayat-ayat Al-Qur'an, membaca sejarah ringkas kehidupan dan perjuangan Rasulullah, melantunkan shalawat," tulis Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia.

Perayaan juga dilakukan selama tujuh hari tujuh malam dengan hidangan 5.000 ekor kambing, 10.000 ekor ayam, 100.000 keju. Acara ini menghabiskan 300.000 dinar uang emas dan 30 ribu piring makanan. Peringatan ini dikatakan sukses meningkatkan moral dan heroisme kaum muslim.

Versi lainnya dijelaskan oleh Dosen Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong Kraksaan, Probolinggo, Moch Yunus. Ia menulis dalam jurnal yang berjudul Peringatan Maulid Nabi (Tinjauan Sejarah dan Tradisinya di Indonesia).

Jurnal tersebut menjelaskan, sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW berasal dari masa pemerintahan Sultan Salahudin Al Ayubi. Saat itu tujuannya untuk meningkatkan semangat juang dan persatuan kaum muslim dengan meningkatkan kecintaan pada nabi.

Perayaan tersebut sempat mendapat penolakan dari para ulama. Sebab, peringatan Maulid Nabi dinilai tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Sultan kemudian membantah. Menurutnya, perayaan hanya bersifat syiar keagamaan bukan ritual. Perayaan juga bukan sekadar peringatan ulang tahun.

Setelah mendengar alasan ini, Khalifah An-Nashir di Bagdad menyetujui usul sang sultan. Selanjutnya di musim haji 1183 Masehi, sang sultan meminta para jamaah menyiarkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di negara asalnya pada 12 Rabiul Awal.

Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi 2022 ini juga merupakan bentuk upaya untuk mengenal keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa ajaran agama Islam. Sebagaimana tertuang dalam surah Al A'raf ayat 157 tentang keutamaan memuliakan dan mencintai Nabi Muhammad SAW.



Simak Video "Jual Parsel Buah-buahan, Pedagang Lumajang Raih Untung 10 Kali Lipat"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia