31,4% Anak Sekolah di Jakarta Kecanduan Internet, Aplikasi Ini Jadi Solusi

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 02 Sep 2022 16:30 WIB
Ilustrasi koneksi internet.
Foto: dok. Biznet/31,4% Anak Sekolah di Jakarta Kecanduan Internet, Aplikasi Ini Jadi Solusi
Jakarta -

Data Indeks Keberadaban Digital di tahun 2020 menunjukkan Indonesia menjadi salah satu negara terburuk di dunia di ranah digital soal hoax dan penipuan, ujaran kebencian dan diskriminasi. Indonesia menempati urutan 29 dari 32 negara atau paling buruk di Asia Tenggara.

Secara umum, penggunaan internet di Indonesia memang sangat tinggi terutama di kalangan anak muda atau remaja. Terlebih selama pandemi COVID-19, pemakaian gadget seperti smartphone semakin melekat lantaran siswa harus melaksanakan pembelajaran secara daring.

Di satu sisi, kemajuan teknologi informasi ini membawa manfaat. Tetapi di sisi lain, tidak bisa dipungkiri bahwa dampak negatif mengintai kalangan remaja. Bahkan tingkat kecanduan internet terus meningkat.

Kecanduan Internet Kalangan Remaja

Hasil penelitian dr. K.Siste, SpKJ (K) terkait Kecanduan Internet/Gadget di Jakarta bahwa remaja termasuk dalam kelompok usia yang rentan mengalami kecanduan internet dimana sebanyak 31.4% remaja mengalami kecanduan internet.

Data ini menunjukkan, tujuh dari 10 Remaja Putri mengalami kecanduan media sosial dan 9 dari 10 Remaja Putra mengalami kecanduan Games Online.

Atas kenyataan itu, beberapa pihak termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI tutur mendukung adanya aplikasi Digital Parenting sebagai solusi dalam menghadapi kecanduan internet di kalangan remaja.

Aplikasi Digital Parenting sebagai Aksi Revolusi Mental

Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Prestasi Olahraga, Didik Suhardi merespon baik adanya sosialisasi aplikasi Digital Parenting.

"Saya sangat antusias sekali dengan aplikasi Digital Parenting ini untuk penanaman nilai-nilai Revolusi Mental yakni Etos Kerja, Gotong Royong, dan Integritas. Dan ke depan, saya berharap akan menanamkan juga gerakan-gerakan Revolusi Mental seperti Gerakan Indonesia Bersatu, Indonesia Tertib dan sebagainya," tutur Didik dikutip dari laman Kemenko PMK, Jumat (2/9/2022).

Didik berharap aplikasi tersebut bisa dipakai oleh orang tua anak-anak Indonesia secara gratis.

"Saya harapkan ada Aksi Nyata Revolusi Mental terkait hal ini," imbuhnya.

Dipakai 520 Orang Tua Siswa di Sekolah Swasta

Dalam kesempatan itu, wakil dari Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Heru Nugroho, mengatakan aplikasi Digital Parenting ini sudah dipakai di sekolah swasta dan dicoba oleh 520 orang tua siswa.

"Sebenarnya aplikasi semacam ini banyak, di google juga ada dan free. Namun, aplikasi-aplikasi yang berkembang di luar negeri sudah pasti pakai kultur luar. Dan yang dikembangkan oleh kita bersama PT Defghi ini benar-benar memakai kultur Indonesia. Tentu sangat sesuai dengan kondisi kita," tuturnya.

Sementara itu, Direktur utama PT Ide Defgh, Tombak menyampaikan, cara menggunakan aplikasi ini sangat mudah tinggal diunduh di ponsel orang tua dan anak.

Nantinya orang tua bisa memonitor aplikasi apa saja yang diunduh dan dipakai anak serta bisa mengontrol pemakaiannya.

Bahkan orang tua bisa menutup akses Virtual Privat Network (VPN) yang banyak bertebaran di internet bahkan banyak yang gratis.

"Pemerintah sudah memblokir sejumlah akses menuju portal-portal berbahaya semacam pornografi. Namun, anak sekarang sangat pintar bisa menggunakan VPN yang free maupun berbayar untuk mengakses portal-portal tersebut," jelas Tombak.

Dia menjelaskan lagi, bahwa aplikasi berbahaya buat anak sudah dibuang, termasuk block VPN tersebut. Jadi orang tua bisa memonitor dan mengontrol pemakaian internet anak lewat ponselnya dengan efektif.

"Jika anak dalam bahaya, anak bisa menekan panic button. Dan langsung ada video terekam sekitar 5 detik. Orang tua langsung mendapatkan pesan, keberadaan anak," tutur Tombak.



Simak Video "Tiktok Jadi Aplikasi yang Paling Banyak Diunduh di Asia Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia