Dosen Unair: Fenomena Farel Prayoga Buktikan Adanya Pergeseran Selera Musik

Dosen Unair: Fenomena Farel Prayoga Buktikan Adanya Pergeseran Selera Musik

Anisa Rizky - detikEdu
Kamis, 25 Agu 2022 15:30 WIB
Farel PRayoga di Istana Negara
Farel Prayogo (Foto: dok. Channel YouTube Sekretariat Negara)
Jakarta -

Farel Prayoga namanya, penyanyi cilik yang sempat membuat Istana Merdeka bergoyang pada Upacara HUT RI ke-77 jadi sorotan publik.

Aksinya yang memukau saat menyanyikan lagu 'Ojo Dibandingke' dinilai menjadi pertanda bahwa ada pergeseran cara publik dalam menikmati musik. Hal ini dapat dilihat tak hanya masyarakat kelas pekerja di daerah yang menyanyikan lagu campursari, namun juga kelas atas hingga pemerintahan.

"Musik berirama dangdut berbahasa daerah Jawa yang pada awalnya identik dinikmati oleh masyarakat kelas pekerja di daerah rural (pedesaan) dan suburban (pinggiran kota). Namun, kini juga hadir di depan masyarakat kelas atas atau pemerintahan, bahkan di situasi resmi, upacara kenegaraan, dan ternyata diapresiasi," ungkap dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair), Kukuh Yudha Karnanta S.S, M.A., dikutip dari laman resmi kampus pada Kamis (25/8/2022).

Menurut Kukuh saat Farel menyanyi lagu 'Ojo Dbandingke diiringi irama musik dangdut koplo terlihat banyak orang yang berjoget. Padahal dulunya upacara pengibaran bendera merah putih adalah sesuatu yang sukral.

"Merdeka bukan lagi soal gerakan kebangsaan, tetapi bisa juga gerak joget keceriaan," jelas Kukuh.

Lebih lanjut, dosen peraih penghargaan Kritik Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2021 itu menjelaskan faktor pergeseran selera musik disebabkan dangdut tidak sebatas irama melayu dan berbahasa Indonesia. Tetapi juga irama campursari dan bahasa Jawa Mataraman.

Setiap Orang Memiliki Filter dan Preferensi Karya Masing-masing

Menurut Kukuh, hal-hal yang lokal justru bisa diterima di level nasional. Ia berpendapat walaupun produksi lagu anak tidak seramai tahun 80 dan 90-an, namun setiap orang memiliki kemampuan filter dan preferensi karya atau lagu apa yang layak dikonsumsi baik untuk dirinya maupun di ruang publik.

"Pendidikan literasi media dan seni menjadi kebutuhan untuk mengakselerasi kemampuan filter tersebut. Fenomena Farel dapat menjadi momentum semua pihak untuk memikirkan bagaimana anak-anak, seni musik, dan media dapat menjadi sesuatu yang edukatif," pungkasnya.



Simak Video "Pendamping Ungkap Agama Farel Prayoga"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia