Mengenal Jenis-jenis Pantun, Lengkap dengan Contohnya

Mengenal Jenis-jenis Pantun, Lengkap dengan Contohnya

Anisa Rizki - detikEdu
Rabu, 24 Agu 2022 21:00 WIB
pelepas stres bisa menulis
Ilustrasi menulis pantun (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Pantun adalah salah satu jenis sastra lisan yang berbentuk puisi. Biasanya, penyebutan pantun di beberapa daerah berbeda-beda. Sebagai contoh, dalam bahasa Minang, berasal dari kata patuntun 'petuntun', sedangkan dalam bahasa Jawa, pantun disebut dengan nama parikan.

Berdasarkan buku The Learning Cell dalam Pembelajaran Menulis Pantun yang disusun oleh Dra. Wiji Astuti, lahirnya pantun Melayu bermula dengan kebiasaan masyarakat Melayu yang gemar menggunakan kiasan saat berbicara.

Pantun merupakan salah satu bentuk kiasan yang sering digunakan dalam setiap acara, baik acara kelahiran, pertemuan, pernikahan, maupun acara adat. Bahkan di Betawi sendiri ada tradisi unik berbalas pantun saat acara pernikahan.

Sebelum membahas lebih jauh tentang pantun, ada baiknya detikers mengetahui jenis-jenis dari pantun lebih dulu.

Jenis-jenis Pantun

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia Jilid 1 karya Agus Trianto, jenis-jenis pantun dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu pantun dua baris, pantun empat baris, pantun enam baris dan pantun berkait. Masing-masing jenis dibagi lagi ke dalam beberapa bentuk. Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Pantun Dua Baris

Pantun dua baris cukup sering digunakan oleh banyak orang. Baris pertama berisi sampiran sedangkan baris kedua adalah isi.

Contoh dari pantun dua baris, yaitu:

Dulu parang sekarang besi
Dulu sayang sekarang benci

2. Pantun Empat Baris

Pantun empat baris merupakan pantun yang paling sering digunakan dan banyak dipelajari. Pantun ini dibagi ke dalam 8 bentuk, yaitu:

a. Pantun Anak-anak

Sesuai dengan namanya, pantun anak-anak berhubungan dengan dunia anak. Adapun contoh dari pantun anak-anak, yaitu:

Mari kita menebas kebun
Ambil goni isikan padi
Mari kita berbalas pantun
Sambil bernyanyi senangkan hati

b. Pantun Jenaka

Pantun jenaka merupakan pantun yang mengandung humor dan lelucon, berikut contohnya.

Ada belang di buah salak
Kelat rasa mulut tak gusar
Siapa yang tak ingin tergelak
Melihat kera ikut ke pasar

c. Pantun Sukacita

Pantun sukacita berarti pantun yang isinya mengungkapkan kebahagiaan.

Contohnya:

Ramai orang gegap gempita
Menepuk gendang dengan rebana
Alangkah besarnya hati beta
Mendapat baju dan celana

d. Pantun Kiasan

Pantun kiasan adalah pantun yang berisi perumpamaan ataupun kata-kata bijak.

Contohnya:

Apa guna sambal tumis
Kalau tak dicampur asam belimbing
Apa guna lama menangis
Tidaklah penuh telaga kering

e. Pantun Nasihat

Pantun nasihat merupakan pantun yang mengandung petuah atau pesan moral.

Contohnya:

Ikan nila dimakan berang-berang
Katak hijau melompat ke kiri
Jika berada di rantau orang
Baik-baik membawa diri

f. Pantun Dukacita

Sesuai dengan namanya, pantun dukacita berarti pantun yang berisi kesedihan.

Contohnya:

Besar buahnya pisang batu
Kalau dimakan kesat rasanya
Saya ini anak piatu
Sanak saudara tidak punya

g. Pantun Budi Pekerti

Pantun budi pekerti merupakan pantun yang berisi pesan-pesan untuk bersikap baik terhadap sesama.

Contohnya:

Apa guna berkain batik
Kalau tidak berbaju kasa
Apa guna berwajah cantik
Kalau tidak berbudi bahasa

h. Pantun Agama

Pantun agama berisi nasihat-nasihat mengenai agama.

Contohnya:

Bunga indah banyak yang gugur
Harum melati terbayang-bayang
Menangis mayat di pintu kubur
Teringat badan tidak sembahyang

3. Pantun Enam Baris

Pantun enam baris juga dikenal dengan sebutan talibun. Pada baris 1-3 merupakan sampiran, sedangkan baris 4-6 adalah isi.

Contohnya:

Kota Lukut tempat semayam
Raka Haji datang mengepung
Banyak pedati ikut bersama
Jangan ikut tabiat ayam
Bertelur sebiji riuh sekampung
Mengagung bukti sebesar hama

4. Pantun Berkait

Yang terakhir ada pantun berkait. Pantun ini merupakan rangkaian pantun yang sambung-menyambung, biasanya pada larik kedua dan keempat bait pertama muncul lagi sebagai larik pertama dan ketiga bait berikutnya.

Tujuannya yaitu untuk menunjukkan keterkaitan antar pantun, berikut contoh dari pantun berkait.

Tumbuh benalu di bunga Cina
Tumbuh padi menjadi ilalang
Makan tak lalu tidur tak lena
Hati sungguh ingatkan tuan

Tumbuh padi menjadi ilalang
Ilalang tertanam di pintu kota
Hati sungguh ingatkan tuan
Tuan tidak kenangkan saya

Ilalang tertanam di pintu kota
Teluk lipat airnya biru
Tuan tidak kenangkan saya
Tuan dapat kasih baru

Nah, itulah pembahasan mengenai jenis-jenis pantun beserta contohnya. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan detikers ya!



Simak Video "Momen Jackson Wang Minta Belajar Bahasa Indonesia di Panggung HITC 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia