Romusha: Pengertian, Tujuan, dan Dampak bagi Rakyat Indonesia

Hanindita Basmatulhana - detikEdu
Jumat, 19 Agu 2022 09:00 WIB
Sisa-sisa kekejaman Romusha Jepang di Riau
Kereta Romusha Riau Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikTravel
Jakarta -

Romusha adalah kata yang berasal dari bahasa Jepang dan memiliki arti serdadu pekerja. Para penjajah membentuk kelompok-kelompok penduduk pribumi dan menjadikan mereka sebagai buruh kasar di bawah kekuasaan Jepang.

Romusha adalah pekerjaan yang bersifat sukarela sehingga hanya dilakukan oleh para sukarelawan, seperti pengangguran yang sedang mencari pekerjaan.


Kerja Paksa Romusha

Gelombang pertama romusha dilepas dengan adanya upacara kebesaran. Akan tetapi, di gelomang kedua, kebutuhan akan tenaga romusha meningkat sehingga menjadi sangat dibutuhkan. Sejak saat itu romusha tidak lagi bersifat sukarela, seperti dijelaskan dalam buku buku berjudul Peristiwa Mandor Berdarah karya Syaffaruddin Usman dan Isnawita Din.

Pihak Jepang tidak lagi menginginkan pengangguran, mereka menginginkan semua penduduk bekerja untuk Jepang. Kepala desa diperintahkan untuk menyediakan warganya guna melaksanakan pekerjaan yang diperintahkan oleh pihak Jepang.

Rakyat diklasifikasikan sesuai dengan statusnya di masyarakat dan jenjang pendidikannya, yakni rakyat buta huruf, rakyat pandai baca tulis, rakyat cerdik cendekiawan, alim ulama, dan tokoh adat.

Walaupun telah merekrut banyak tenaga kerja, mereka tetap menginginkan tambahan pekerja untuk dieksploitasi. Bahkan penjajah Jepang juga melakukan razia di setiap jalan dan menangkap siapa pun yang mereka temukan untuk memperkuat barisan romusha.


Tujuan Romusha

Mengutip buku Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Nusa Tenggara Barat oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, tujuan romusha adalah untuk membuat tempat-tempat pertahanan dan meningkatkan hasil produksi pertanian.

Adapun pekerjaan berat yang dilakukan oleh romusha adalah membangun kubu-kubu pertahanan, terowongan bawah tanah dan daerah perbukitan, lapangan terbang, dan bangunan militer di garis depan.

Perlakuan penjajah Jepang kepada para romusha untuk memenuhi tujuannya bahkan lebih keji daripada apa yang terjadi pada para pekerja rodi.

Para romusha bekerja tidak mengenal waktu, karenanya begitu banyak di antara mereka yang tumbang karena kelaparan dan beberapa lainnya tewas karena dibunuh.

Dampak Romusha Bagi Rakyat Indonesia

Rakyat Indonesia pada saat itu telah mengetahui bahwa romusha selalu diperlakukan dengan buruk dan tidak manusiawi. Akan tetapi mereka terlalu takut untuk menolak perintah Jepang dan dengan berat hati anggota keluarga mereka diambil secara paksa, sebagaimana tertulis dalam buku Seri IPS Sejarah 3 SMP Kelas IX karya oleh Drs. Prawoto.

Tindakan Jepang dalam mengeksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia tentunya memberikan dampak bagi negara Indonesia.


Beberapa dampak dari kerja paksa romusha adalah:

  1. Kemiskinan yang disebabkan oleh penyerahan wajib padi kepada pemerintah
  2. Kelangkaan bahan pangan
  3. Tingkat kesehatan menurut
  4. Angka kematian meningkat


Dari dampak-dampak di atas maka dapat diketahui bahwa betapa buruknya kehidupan sosial rakyat Indonesia saat dikuasai oleh Jepang. Eksploitasi yang dilakukan secara besar-besaran melalui sistem kerja paksa romusha menimbulkan dampak negatif yang signifikan bagi rakyat Indonesia.



Simak Video "Penyaluran Dana BLT Minyak Goreng Capai Rp 7,2 T"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia