Sejarah Lomba 17 Agustus Makan Kerupuk, Sudah Ada Sejak 1950-an

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 12 Agu 2022 15:30 WIB
Acara nikah bareng digelar di Jogja, Minggu (7/8/2022). Mahar pengantin salah satunya buku sejarah. Rangkaian akad nikah, pengantin mengikuti lomba makan kerupuk.
Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng/Sejarah Lomba 17 Agustus Makan Kerupuk, Sudah Ada Sejak 1950-an
Jakarta -

Dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus, masyarakat Indonesia seringkali meramaikan momen tersebut dengan berbagai acara termasuk dengan lomba-lomba.

Salah satu lomba yang terkenal adalah lomba makan kerupuk saat Agustusan berlangsung. Lomba ini dilakukan dengan menggantung kerupuk pada tali, kemudian peserta berlomba memakannya dengan berdiri.

Namun, tahukah detikers bahwa di balik serunya lomba makan kerupuk saat 17 Agustus, ternyata ada sejarah yang melatarbelakanginya?

Hal ini bermula dari makanan kerupuk yang memang memiliki sejarah yang panjang di Indonesia.

Makanan Kerupuk di Indonesia

Mengutip akun instagram Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), kerupuk sudah menjadi salah satu makanan pelengkap utama di Indonesia sejak tahun 1930-an hingga 1940-an.

Pada waktu itu, Indonesia mengalami krisis sehingga harga kebutuhan pangan melonjak. Akibatnya, banyak masyarakat menengah ke bawah tidak bisa menjangkau membeli kebutuhan untuk makan.

Buntut dari krisis tersebut kemudian membuat makanan kerupuk menjadi penyambung hidup masyarakat karena harganya terjangkau.

Kemunculan Lomba Makan Kerupuk

Pada tahun 1950-an, berbagai perlombaan mulai muncul dalam rangkaian acara memperingati HUT RI pada 17 Agutus. Makanan kerupuk kemudian menjadi salah satu yang diperlombakan.

Dulu, perlombaan makan kerupuk menjadi alat untuk menghibur rakyat setelah masa perang usai. Selain itu, perlombaan ini juga sekaligus menjadi pengingat akan kondisi sulit saat masa perang tersebut.

Sejarawan kuliner dan penulis buku 'Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia', Fadly Rahman mengatakan pada masa agresi militer di tahun 1945 hingga 1950-an, rakyat masih sibuk memperjuangkan kemerdekaan.

Masyarakat kala itu masih tidak sempat merayakan kemerdekaan dengan berbagai kemeriahan.

Sehingga, berbagai perlombaan baru muncul di tahun 1950-an ketika kondisi politik dan keamanan negara mulai kondusif.

Makna Lomba Makan Kerupuk 17 Agustus

Menurut catatan detikFood, pada masa dulu, Bung Karno mendukung berbagai kegiatan hiburan rakyat seperti perlombaan untuk merayakan hari kemerdekaan.

Lomba makan kerupuk kemudian dipilih karena kerupuk identik dengan makanan rakyat kecil terutama saat masa-masa peperangan. Biasanya kerupuk sering dimakan oleh masyarakat dengan strata sosial bawah.

Daya bertahan hidup rakyat Indonesia saat itu menjadi makna yang terus diingat. Hal inilah yang kemudian mendasari mengapa adanya lomba makan kerupuk.

Lomba makan kerupuk bertujuan untuk mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa saat masa peperangan, kondisi rakyat saat itu sangat memprihatinkan.

Makna lain yang bisa diambil adalah pelaksanaan lomba makan kerupuk yang penuh tantangan. Karena peserta perlu berjuang agar bisa menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa bantuan tangan.

Tantangan tersebut diibaratkan sebagai pengingat para pahlawan yang berusaha merebut Indonesia dari penjajahan. Saat itu, para pahlawan mengalami banyak tantangan bahkan nyawa menjadi taruhannya.

Nah, itulah penjelasan mengenai sejarah lomba 17 Agustus makan kerupuk di Indonesia. Apakah detikers pernah mengikuti lomba makan kerupuk?



Simak Video "Kemeriahan Lomba Panjat Pohon Pisang untuk Anak di Karanganyar "
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia