Biografi Ratu Kalinyamat: Dulu Pimpin Jepara, Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Nikita Rosa - detikEdu
Jumat, 12 Agu 2022 11:00 WIB
Memperingati HUT Kabupaten Jepara ke 469, kisah patriotisme Ratu Kalinyamat ditampilkan
Kirab Ratu Kalinyamat. (Foto: Wikha Setiawan/detikcom)
Jakarta -

Nama Ratu Kalinyamat tidak asing di daerah Jepara. Ia adalah ratu yang pernah menguasai Jepara pada abad ke-17 menuju puncak kejayaannya. Berkat jasanya, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri sampai menyetujui usulan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional.

"Saya setuju banget nama beliau dijadikan pahlawan. Ini kembali bukan karena saya subjektif sama perempuan. Enggak loh saya kan pernah tahu sebagai presiden untuk menjadikan seorang pahlawan itu tidak gampang," kata Megawati dalam keterangan tertulis yang diterima detikNews, Kamis (11/8/2022).

Dalam catatan Portugis rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, menceritakan Ratu Kalinyamat sebagai ratu yang kaya secara materi, memiliki kekuasaan yang luas, serta pemberani. Megawati mengaku heran negara penjajah mengakui Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan, tapi negara sendiri belum melakukannya.

"Coba bayangkan, duh orang penjajah mengakui kok kitanya sendiri ya ndak. Jadi saya setuju banget," kata Megawati.

Apa saja jasa Ratu Kalinyamat semasa hidupnya? Simak di bawah ini.

Profil Ratu Kalinyamat

Ratu Kalinyamat adalah putri dari Pangeran Trenggana dan cucu Raden Patah, sultan Demak Pertama. Pribadinya dikenal cerdas, berwibawa, berani, dan bijaksana.

Sejak kecil, ia telah dipercaya untuk meneruskan kepemimpinan Kesultanan Demak. Bahkan masa gadisnya ia habiskan untuk menjadi Adipati Jepara. Kala itu wilayah kekuasaannya meliputi Jepara, Pati, Kudus, Rembang dan Blora.

Ratu Kalinyamat menikah dengan Pangeran Hadiri. Namun pernikahan itu tidak berlangsung lama. Sebab, Pangeran Hadiri meninggal pada tahun 1549 oleh utusan Arya Penangsang. Ia tidak memiliki anak namun diutus untuk mengurus anak-anak kerabatnya. Salah satu anak yang ia asuh adalah Pangeran Arya, putera dari Maulana Hasanuddin, Raja Banten (1552-1570).

Prestasi Ratu Kalinyamat

Bidang Ekonomi

Jepara sempat terpuruk akibat kekalahan dalam perang di laut melawan Malaka pada tahun 1512-1513 . Belum selesai, wilayah Kesultanan Demak menjadi saksi pertempuran antara Arya Penangsang dengan keturunan Sultan Trenggana.

Setelah berakhirnya peperangan melawan Arya Penangsang, Ratu Kalinyamat mulai membenahi ekonomi Jepara. Berkat kepemimpinannya, perdagangan Jepara dengan daerah seberang laut semakin ramai.

Pedagang-pedagang dari kota-kota pelabuhan di Jawa seperti Banten, Cirebon, Demak, Tuban, Gresik, dan juga Jepara menjalin hubungan dengan pasar internasional Malaka. Dalam Buku Asia Trade: Asian Trade and European Influence in the Indonesia Archipelago between 1500 and about 1630 oleh Meilink Roelofsz, para pedagang Jepara mendatangi Bali, Maluku, Makassar, dan Banjarmasin dengan barang-barang hasil produksi daerahnya masing masing.

Bersama dengan Demak, Tegal, dan Semarang, Jepara menjadi daerah ekspor beras. Tak hanya itu, Ratu Kalinyamat juga menguatkan sektor perdagangan dan angkatan laut.

Meskipun daerahnya kurang subur, namun di wilayah kekuasaan Ratu Kalinyamat terdapat empat kota pelabuhan sebagai pintu gerbang perdagangan di pantai utara Jawa Tengah bagian timur yaitu Jepara, Juana, Rembang, dan Lasem. Kekayaan Ratu Kalimanyat dan Jepara diperoleh melalui perdagangan internasional, terutama dengan Malaka dan Maluku.

Bidang Internasional

Ratu Kalinyamat juga memiliki pengaruh yang luas. Menurut jurnal Ratu Kalinyamat: Ratu Jepara yang Pemberani, kekuasaannya menjangkau sampai daerah Banten. Sebagai ratu yang memiliki posisi politik yang kuat dan kondisi ekonomi yang kaya, Ratu Kalinyamat sangat berpengaruh di Pulau Jawa. Hanya tiga tahun di bawah kekuasaan Ratu Kalinyamat, kekuatan armada Jepara telah pulih kembali.

Berita Portugis melaporkan adanya hubungan antara Ambon dengan Jepara. Diberitakan bahwa para pemimpin Persekutuan Hitu di Ambon telah berulang kali minta bantuan kepada Jepara, baik untuk memerangi orang-orang Portugis maupun suku Hative di Maluku.

Abad ke-15, Raja Johor juga meminta bantuan kepada Ratu Kalinyamat untuk ikut mengusir Portugis dari Malaka. Ratu Kalinyamat menyetujui ajakan itu. Pada tahun 1551, Ratu Kalinyamat mengirimkan ekspedisi ke Malaka. Dari 200 buah kapal armada persekutuan Muslim, 40 buah di antaranya berasal dari Jepara.

Armada itu membawa empat sampai lima ribu prajurit, dipimpin oleh seorang yang bergelar Sang Adapati. Prajurit dari Jawa ini menyerang dari arah utara. Mereka bertempur dengan berani dan berhasil merebut kawasan orang pribumi di Malaka.

Ratu Kalinyamat dinilai sebagai tokoh penting yang membawa Jepara ke masa kejayaannya. Setelah membaca biografi di atas, apa menurutmu Ratu Kalinyamat pantas menyandang pahlawan nasional, detikers?



Simak Video "Megawati Dukung Ratu Kalinyamat dan dr. Soeharto Jadi Pahlawan Nasional"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia