2 Khutbah Jumat Tema Agustusan 2022 tentang Kemerdekaan RI

Rahma Harbani - detikEdu
Jumat, 12 Agu 2022 05:30 WIB
Jokowi Salat Jumat di Bali
Ilustrasi. Ini contoh naskah khutbah Jumat tema Agustusan 2022 tentang kemerdekaan. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Momen Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang jatuh pada 17 Agustus 2022 tinggal menghitung hari. Untuk menyambut momen bersejarah tersebut, khatib salat Jumat dapat menyisipi khutbah Jumat bertema Agustusan 2022 tentang kemerdekaan Indonesia.

Momen kemerdekaan Indonesia dapat dimaknai sebagai momen bersyukur bagi muslim Indonesia sebagaimana diungkap oleh Wakil Ketua Tanfidziyah MUI Lampung Ustaz Abdul Aziz. Di samping itu, Kementerian Agama (Kemenag) membagikan contoh yang dapat dilakukan muslim dalam menyikapi hari kemerdekaan Indonesia sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan sunnah.

Berikut naskah lengkap yang dinukil dari laman MUI Indonesia dan publikasi Kumpulan Naskah Khutbah Jumat Aktual terbitan Kemenag RI.

Khutbah Jumat ke-1 Tema Agustusan 2022 tentang Kemerdekaan RI

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَركَاَتُهُ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيْدًا
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَرَسُوْلَ ولاَنَبِيَ بَعْدَهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ وَجَمَاعَتَهُ مِنْ يَوْمِ السَّبِيْقِيْنَ الْاَوَّلِيْنَ اِلَى يَوْمِ النَّهْضَةِ وَالدَّيْنِ اَمَّابَعْدَهُ
فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ وَأَحَثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

يا معاشر المسلمين وزمرة المؤمنين رحمكم الله

Marilah kita senantiasa memanjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Karena berkah, taufik, hidayah dan rahmatNya pada kesempatan yang mulia dan bahagia ini kita semua bisa melaksanakan ibadah salat Jumat secara berjamaah tanpa halangan satu apapun, shalatullah wa salamuhu semoga tetap tercurahkan keharibaannya yang suci nan ma'shum junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW berikut para keluarga, sahabat, tabi'in, tabi' tabi'in, ulama waratsatul ambiya' hingga kekita semua, mudah mudahan kita semua senantiasa diakui umat baginda kita Rasulillah Muhammad SAW dan mendapatkan syafa'atnya di yaumil akhir kelak. Allahumma Aamiin.

Melalui mimbar khutbah Jumat ini perkenankan kami mengajak seluruh jemaah salat Jumat, marilah kita semua senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Yaitu dengan melaksanakan apa yang diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangNya, dengan segenap jiwa raga, keikhlasan, dan kesabaran kita semua.

يا معاشر المسلمين وزمرة المؤمنين رحمكم الله

Tujuh puluh tujuh tahun yang lalu, kita, Bangsa Indonesia dengan ikhtiar dan doa semua anak bangsa ditakdirkan oleh Allah SWT berhasil meraih kemerdekaan dan menjadi bangsa dan negara yang berdaulat yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebuah bangsa yang mendiami kepulauan nusantara yang indah - menawan dengan iklim tropis dan tanah yang subur serta hamparan sumber daya alam yang melimpah ruah.

Sehingga wajar sekali Syekh Al Azhar Kairo Mesir Mahmud Syaltut dalam kunjungannya ke Indonesia pada tahun 1960-an mengatakan, "Indonesia qith'atun minal jannah wudli'at ala wajhil ardli" Indonesia adalah sepotong atau potongan surga yang diletakkan diatas permukaan bumi. Semua ini bisa terjadi karena atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ketiga.

Kemerdekaan bangsa Indonesia bukanlah hadiah dari siapapun, apalagi para penjajah. Kemerdekaan bisa kita raih karena anugrah dan rahmat dari Allah SWT berkat perjuangan, pengorbanan, dan doa para pejuang bangsa, para syuhada, dan para founding fathers Indonesia. Kita yang lahir, tumbuh dan besar di alam kemerdekaan ini harus terus menjaga, merawat dan mengisinya sebagai wujud syukur atas nikmat kemerdekaan tersebut.

Allah SWT berfirman dalam QS Ibrahim ayat 7,

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ ٧

Artinya: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih,'"

Rumah besar bangsa Indonesia adalah anugerah Allah SWT sekaligus amanah para pendiri bangsa, kita semua wajib hukumnya menolak semua anasir - anasir yang terus berupaya merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia apapun alasannya. Janganlah kita terjebak merayakan kemerdekaan sebagai ritual tahunan belaka tanpa makna, terjebak kedalam bentuk - bentuk perayaan yang kehilangan substansi, berbagai ritual perayaan kemerdekaan seperti, upacara bendera, pawai, karnaval, jalan sehat, panjat pinang, aneka lomba, pentas seni, budaya, ragam acara, event di berbagai media dan seterusnya memang perlu namun bukan yang utama.

Tujuan negara Indonesia tertuang secara jelas dalam Pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa tujuan Negara Republik Indonesia adalah perlindungan, kesejahteraan, pencerdasan, dan perdamaian.

يا معاشر المسلمين وزمرة المؤمنين رحمكم الله

Konsep Hubbul Wathon Minal Iman, mencintai tanah air sebagian dari iman, adalah gagasan brilian seorang ulama pendiri bangsa KH. Wahab Chasbullah yang digali dari khazanah ke-Islaman untuk menjaga dan merawat rumah besar Indonesia.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللَّهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Jumat ke-2 Tema Agustusan 2022 tentang Kemerdekaan

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah

Syukur Alhamdulillah kita kembali memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sudah 77 tahun negara ini berdiri oleh para pendiri dan tokoh-tokoh Islam. Berbagai bentuk perayaan diadakan guna memperingati hari lahir sebuah nation state bemama Indonesia. Bentuknya mulai dari perayaan yang formal berupa upacara-upacara kenegaraan hingga bentuk non formal yang dilakukan masyarakat hingga tingkat rukun tetangga (RT). Sebuah upaya melakukan reorientasi terbentuknya kehidupan bersama sebagai negara bangsa. Kesadaran hidup bernegara perlu diperkokoh dengan membangun character building bangsa ini berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Pada saat ungkapan ini diucapkan oleh Presiden Pertama RI memiliki makna yang mendalam. Ungkapan ini memberi harapan besar kepada bangsa ini. Kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan. Ia justru merupakan titik awal bagi kehidupan baru sebuah bangsa. Setelah merdeka watak bangsa harus dibangun berdasarkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Tujuannya agar tertanam nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran agama Islam dalam mengatur kehidupan bersama berdasarkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Pernyataan ini sesuai dengan pesan yang terkandung dalam Al Qur'an surat al-Insyirah ayat 5-7

Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia,

Bagaimana makna kemerdekaan kita kali ini terkait dengan character building kita? Apakah character building atau pembinaan keimanan ini bukan masalah di Indonesia? Terutama SDM umat Islam di bidang ekonomi dan berbagai bidang yang lain. Terkait dengan pembinaan watak, kemerdekaan erat dengan keleluasaan dalam menjalani hidup dan kehidupannya. Bebas menentukan pilihan untuk kehidupan yang lebih baik bahagia dan selamat dunia akhirat. Esensi dari kemerdekaan sebagaimana terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia punya arti kebebasan atau keadaan berdiri sendiri bebas lepas tidak terjajah lagi. Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang berhak menentukan nasib sendiri.

Kemerdekaan merupakan hasil dari retorika antikolonialisme dan antiimperialisme itu dianggap telah menghasilkan nasionalisme. Sebuah konsep yang menjadi standar yang jelas ditarik batas-batas negara atau kewilayahan dari rakyat yang berdaulat untuk menentukan apa yang sesungguhnya dimaksud dengan diri sendiri. Diri yang punya hak untuk menentukan nasib politiknya sendiri! Dengan kata lain, negara tertentu tidak lagi boleh turut campur dalam menentukan kehidupan pribadi negara lain. Orang-orang yang tinggal di dalamnya juga memiliki kebebasan untuk menentukan dan menjalani kehidupannya. Bila masih dalam keadaan terancam atau tergantung, itu berarti, masih dikuasai dan di bawah pengaruh pihak lain, bangsa itu masih belum merdeka. ·

Dalam menjalani kehidupannya itu, orang-orang bersangkutan yang paling tahu kondisi diri mereka sendiri. Merekalah yang paham akan potensi yang dimiliki. Mereka juga yang menghadapi persoalan dalam keadaan tersebut. Mereka pula yang memiliki sejumlah kebutuhan yang harus dipenuhi dalam kehidupannya. Terkait dengan hal-hal tersebut, suatu bangsa memerlukan pembinaan terhadap dirinya guna menjalani kehidupan itu. Kesesuaian watak yang dibangun dengan keadaan yang ada menentukan keberhasilan hidup sebuah bangsa. Sebagai bangsa merdeka, kita bebas menentukan watak dan melakukan pembinaannya berdasarkan nilai-nilai ajaran al-Qur'an.

Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia,

Hari kemerdekaan setiap tahun kita peringati dan kita rayakan yang bertujuan untuk merefleksikan peristiwa proklamasi kemerdekaan bangsa ini pada setiap manusia. Generasi sekarang tidak mengalami secara langsung apa yang terjadi pada saat sebelum hingga tercapainya kemerdekaan. Tanpa upaya memunculkannya kembali makna penting kemerdekaan itu bisa tidak lagi dirasakan. la menjadi peristiwa biasa saja bahkan terlewatkan begitu saja. Ada sejumlah nilai yang dapat kita teladani dalam peringatan kemerdekaan yang sudah menjadi kebiasaan kita, yang utama guna mengungkapkan rasa syukur atas rahmat Allah Yang Maha Esa yang memberikan karunia dengan nikmat yang sangat besar kepada bangsa Indonesia. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 7.

Di samping itu bila diresapi upaya peringatan ini dapat mengingatkan kembali nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia yang berhasil menghantarkan segenap bangsa ini kedepan pintu gerbang kemerdekaannya.

Hadirin jemaah Jumat yang berbahagia,

Beberapa sikap setiap muslim yang harus kita mantapkan: pertama, jiwanya rela berkorban. Biasanya dari tingkat RT hingga lingkungan lembaga tinggi negara, masyarakat dengan sukarela membenahi dari menghiasi lingkungan. Mereka saling bahu membahu dan mengeluarkan sejumlah materi dengan ikhlas guna mempercantik lingkungan. Sejumlah pengecatan pagar, pembersihan lingkungan dan bendera diupayakan pengadaannya. Bentuk ini mengandung sekaligus etos kerja, keikhlasan dan kejujuran. Allah berfirman Al Ankabut ayat 69.

Kedua, semangat juang bentuknya bisa kita lihat dalam kegiatan yang cenderung berupa perlombaan-perlombaan yang bersifat keagamaan seperti MTQ, nasyid, marawis, busana muslim dan lain disamping yang bersifat sosial. Mereka didorong untuk melakukan perjuangan tertentu agar bisa meraih keberhasilan. Kerja keras serta kecakapan akan berbicara. Mereka dengan dilengkapi hal tersebut akan memenangkan kompetisi sebagaimana dahulu para peJuang berusaha meraih kemerdekaan. Allah berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 148.

Ketiga, persatuan atau kebersamaan. Kegiatan peringatan biasanya memerlukan persatuan. Artinya, sebuah upaya tidak akan berhasil hila tidak dilakukan bersama-sama. Panjat pinang sebagai permainan terpopuler dalam tujuh belasan sebagai contohnya. Sulit untuk memanjatnya seorang diri. Bila ini dilakukan seseorang tidak akan mencapai hadiahhadiah yang disediakan di puncak, pohon ini merupakan tamsil bagi kita umat Islam agar selalu memperkokoh persatuan dan kesatuan agar kita dapat mencapai tujuan.

Keempat, gotong royong. Peran satu orang akan menentukan keberhasilan mencapai tujuan bersama. Berlaku pepatah berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Masingmasing bagian memberikan sumbangsihnya sesuai dengan potensi dan kemampuannya. Inilah gambaran umat Islam yang telah diperlihatkan agar saling membantu sesama kita, bukan sebaliknya. Allah berfirman dalam surah Al Maidah ayat 3.

Dalam hadits Nabi SAW bersabda, ''Allah selalu menolong hambanya selama ia menolong saudaranya." (HR Bukhari).

Jemaah Jumat yang berbahagia,

Perayaan proklamasi hanyalah puncak untuk memperingati nilai-nilai penting proklamasi kemerdekaan. Hanya bagian kecil dari upaya membangun watak bangsa. Upaya yang lebih besar perlu dilakukan dengan lebih serius dan terus-menerus. Perlu dilakukan upaya yang keras dan cerdas agar penerapan nilai-nilai yang ada di tengah kehidupan masyarakat memberikan manfaat bagi mereka, sehingga watak bangsa kita benar-benar menjadi "baldatun thayyibatun warobbun ghofur" negerimu adalah negeri yang baik dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Pengampun" (QS Saba ayat 15).

Itulah contoh khutbah Jumat tema Agustusan 2022 tentang kemerdekaan Indonesia. Semoga bermanfaat, detikers.



Simak Video "Rezeki Nomplok Bagi Perajin Bendera Merah Putih Jelang HUT RI"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia