Jalur Masuknya Islam di Indonesia Melalui Teori Arab

Rahma Harbani - detikEdu
Kamis, 11 Agu 2022 16:30 WIB
Masjid Tuha Indrapuri merupakan salah satu rumah ibadah bersejarah di Aceh. Masjid itu merupakan bekas istana dan candi kerajaan Hindu Lamuri abad ke-12 Masehi.
Ilustrasi. Ini jalur masuknya Islam ke Indonesia melalui teori Arab. (Dok. Tropenmuseum, part of the National Museum of World Cultures)
Jakarta -

Jalur masuknya Islam di Indonesia melalui teori Arab menjadi antitesis untuk teori sebelumnya yakni teori Gujarat. Teori yang kemudian disebut sebagai teori Makkah ini berargumentasi bahwa Islam yang masuk ke Nusantara berasal langsung dari Arab Saudi.

Teori Makkah mulanya dikemukakan oleh para sejarawan Barat seperti van Leur, Keyzer, TW Arnold, Crawfurd, Niemann, dan de Hollander. Tiap sejarawan tersebut mengemukakan pendapat yang berbeda mengenai masuknya Islam lewat orang-orang Arab melalui buku Sejarah Peradaban Islam yang ditulis oleh Prof. Dr. H. J. Suyuthi Pulungan, M.A.

Misalnya, Crawfurd menyatakan, Islam datang langsung dari Arab namun menyebut adanya hubungan dengan orang-orang Muhammeddan di India Timur. Sementara Keyzer beranggapan, Islam datang dari Mesir yang bermazhab Syafi'i sebagaimana yang dianut muslim Nusantara pada umumnya.

Lain halnya dengan Sejarawan Niemann dan de Hollander yang berpegangan pada teori bahwa sumber datangnya Islam di Nusantara berasal dari muslim Hadramaut bukan Mesir. Kaum muslim Hadramaut ini juga didominasi oleh penganut Mazhab Syafi'i.

"Sementara itu, Veth hanya menyebut, orang-orang Arab, tanpa menunjuk asal mereka di Timur Tengah maupun kaitannya dengan Hadramaut, Mesir, atau India," tulis Prof. Dr. H. J. Suyuthi Pulungan, M.A.

Koreksi untuk Teori Gujarat

Ulama sekaligus sastrawan Indonesia yang gencar menggaungkan teori Makkah ini adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang kerap disapa Buya Hamka. Hamka menyatakan, teori ini menjadi bentuk sanggahan dari teori masuknya Islam yang disebutkan sebelumnya yaitu teori Gujarat.

Sejak pertama kali memperkenalkan teori Makkah dalam perhelatan Dies Natalis Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTIN) ke-8 di Yogyakarta, Hamka mengemukakan prosesnya sudah berlangsung sejak abad pertama Hijirah atau ke-7 M.

"Teori ini menjelaskan Arab Saudi punya peran besar atas masuknya Islam ke Indonesia. Sebab, menurutnya bangsa Arab adalah yang pertama kali membawa Islam ke Nusantara, lalu diikuti Persia dan Gujarat," tulis Adi Sudirman dalam Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia dari Era Klasik Sampai Kontemporer.

Menurut Hamka, kedatangan awal orang Arab ke Indonesia juga dilandasi oleh dorongan untuk menyebarkan agama Islam. Bukan sebaliknya untuk kepentingan nilai-nilai ekonomi.

Bukti Jalur Masuknya Islam di Indonesia dengan Teori Arab

Buya Hamka merujuk pada sumber lokal Indonesia dan sumber Arab untuk mendukung teorinya.

Ia berpendapat, sebagian besar rakyat Indonesia memeluk Islam bermahzab Syafi'i sebagaimana yang banyak dianut oleh penduduk Mesir. Selain itu, gelar yang dipakai oleh raja-raja pada masa Samudra Pasai adalah gelar raja-raja Mesir yaitu, al Malik.

Di samping itu, ada sumber arkeologi lain yang menyebutkan dukungan terhadap teori Makkah dari Hamka ini. Beberapa di antaranya dinukil dari tulisan Kamil Hamid Baidawi dalam buku Sejarah Islam di Jawa.

1. Peranan hubungan perdagangan di Asia dari Makkah sejak abad ke-2 SM.

2. Adanya perkampungan perdagangan Arab baik di pantai barat Sumatera ataupun di Asia Tenggara dan Kanton. Pada abad ke-7 dan 8, Selat Malaka sudah ramai dilintasi oleh pedagang muslim yang diperkuat dari catatan T'ang.

3. Masuknya agama Islam ke Jawa bersamaan dengan masuknya Islam ke Sumatera berdasarkan atas berita China yang mengisahkan kedatangan utusan Raja Ta Cheh (Raja Arab masa Khalifah bin Abu Sofyan).

4. Catatan Al Mas'udi yang menyatakan bahwa ada utusan muslim Arab yang berkunjung ke Kalingan pada tahun 675 M. Kemudian pada tahun 648 M, ada koloni muslim Arab di pantai timur Sumatera yang didukung pula oleh Gerini dalam Futher India and Indo-Malay Archipelago.

5. Kawasan Asia Tenggara dikenal sebagai lalu lintas perdagangan internasional pada abad ke-7. Termasuk menjadi tempat interaksi tiga kekuasaan besar yakni, Dinasti Tang, Kerajaan Sriwijaya, dan Dinasti Umayyah.

Interaksi ketiganya meninggalkan bukti sejarah salah satunya di Indonesia, khususnya di Barus, Tapanuli. Di sana, ditemukan sebuah makam bertuliskan huruf Arab Ha-mim dan tertera tahun 670 M.

6. Pasca wafatnya Muhammad tahun 632 M, kepemimpinan Islam ada di tangan khalifa. Dengan kepemimpinan ini, Islam disebarkan sampai ke seluruh Timur Tengah, Afrika Utara, juga Spanyol.

Semasa Dinasti Umayyah, perluasan berlanjut sampai Nusantara. Teori pedagang Arab menyebarkan Islam saat berdagang ini selaras dengan fakta bahwa pedagang Arab memimpin pemukiman di pesisir pantai utara Sumatera. Para pedagang itu kemudian menikah dengan penduduk lokal.



Simak Video "Pemerintah Bakal Bikin Indonesian House di Kota Makkah"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia