Benarkah Perubahan Iklim Menyebabkan Bumi Berputar Lebih Cepat?

Kristina - detikEdu
Sabtu, 06 Agu 2022 16:00 WIB
Rotasi Bumi
Ilustrasi rotasi Bumi yang salah satunya penyebabnya karena perubahan iklim. Foto: Interesting Engineering
Jakarta -

Ilmuwan di National Physical Laboratory Inggris mencatat Bumi berputar lebih cepat pada 29 Juni dan 26 Juli 2022. Menurut sejumlah pendapat, salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim.

Pada 29 Juni 2022, rotasi Bumi berlangsung 1,59 milidetik lebih cepat dari biasanya. Menurut laporan Forbes, peristiwa ini menjadi hari terpendek sejak 1960-an ketika para ilmuwan mulai menggunakan jam atom untuk mengukur waktu.

Belum genap satu bulan, Bumi kembali berputar lebih cepat, tepatnya pada 26 Juli 2022. Bahkan, rotasi Bumi berlangsung 1,50 milidetik lebih pendek dari biasanya.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Geophysical Research pada awal 2022 lalu, para peneliti menemukan Bumi berputar lebih cepat dari sebelumnya dan mengakibatkan hari-hari terasa pendek.

Tim peneliti yang berasal dari sejumlah universitas dari Prancis hingga Rusia ini melaporkan temuannya dengan judul Admittance of the Earth Rotational Response to Zonal Tide Potential.

Penelitian tersebut spesifiknya membahas tentang respons rotasi Bumi terhadap komponen potensi zona pasang surut.

A.J. Dellinger mengatakan dalam sebuah artikel yang terbit di Mic, penyebab Bumi berputar lebih cepat tersebut karena adanya perubahan iklim. Menurutnya, perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah mengubah susunan planet Bumi, termasuk mencairnya lapisan es secara signifikan yang turut mengubah kecepatan sudut Bumi.

Senada dengan itu, Inkspire turut melaporkan, perubahan pada distribusi massa Bumi di sekitar porosnya akan mempengaruhi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu putaran. Sejak mencairnya gletser enam kali lebih cepat pada 1990-an silam, massa Bumi didistribusikan ulang lebih dekat ke sumbu rotasinya.

Hal tersebut mengakibatkan poros Bumi menyimpang atau tidak dalam bentuk yang sewajarnya dan permukaan air laut mengalami kenaikan.

Felix Landerer dari Institut Meteorologi Max Planck di Hamburg, Jerman, menjelaskan, pemanasan global dan pencairan lapisan es mengakibatkan adanya perubahan kepadatan dan sirkulasi air akan menyebabkan perpindahan massa yang besar mendekati sumbu rotasi Bumi.

Ia menjelaskan lebih lanjut, jika emisi CO2 terus meningkat dan perkiraan perpindahan massa menjadi kenyataan, kecepatan rotasi Bumi akan meningkat dan mengurangi panjang setiap hari sebesar 0,12 milidetik dalam 2200.

Terlepas dari dua pendapat tersebut, para ilmuwan lain tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan Bumi berputar lebih cepat dari sebelumnya. Menurut laporan dari berbagai media asing, beberapa asumsi yang muncul selain perubahan iklim adalah gempa Bumi, pergerakan di dalam inti Bumi, hingga pergeseran alami poros Bumi.



Simak Video "Ilmuwan: Bumi Berputar Lebih Cepat di 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia