Kenapa Ada Hujan di Musim Kemarau Agustus 2022? BMKG Beri Jawaban

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 04 Agu 2022 20:30 WIB
Masuki Musim Kemarau, Hujan di Jatim Mendominasi Siang Hingga Sore
Kenapa ada hujan di musim kemarau Agustus 2022? Foto: Esti Widiyana
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, 37,7% Zona Musim di wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau sejak pertengahan Juli 2022. Namun, kenapa ada hujan di musim kemarau Agustus 2022?

Prakiraan BMKG mendapati, wilayah Indonesia umumnya akan mengalami curah hujan kategori menengah pada bulan Agustus hingga Oktober 2022 mendatang.

Di bulan Agustus 2022, ada 67,12% wilayah Indonesia yang diprakirakan BMKG mengalami curah hujan kategori menengah (100 - 300 mm/bulan). Adapun 23,02% wilayah diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi hingga sangat tinggi (>300 mm/bulan).

Sementara itu, hanya 9,86% wilayah Indonesia yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah (0 - 100 mm/bulan).

BMKG menyatakan, adanya peningkatan curah hujan di periode musim kemarau seperti di bulan Agustus 2022 disebabkan oleh anomali iklim, antara lain fenomena La Nina Lemah (Weak La Nina), IOD Negatif, dan Suhu Permukaan Laut di sekitar Indonesia yang hangat. Anomali iklim ini masih bertahan dan diprakirakan akan berlanjut setidaknya hingga kuartal III tahun 2022.

Anomali Iklim yang Bikin Ada Hujan di Musim Kemarau 2022

Fenomena La Nina Lemah (Weak La Nina)

La Nina adalah fenomena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya. Pendinginan Suhu Muka Laut (SML) tersebut mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum. Fenomena La Nina diprediksi melemah sepanjang Juli-Agustus 2022.

IOD Negatif

Indian Ocean Dipole (IOD) atau Indian Nino adalah fenoma osilasi suhu air permukaan laut yang tidak teratur sehingga wilayah barat Samudra Hindia lebih hangat atau lebih dingin dibandingkan dengan wilayah timur Samudra Hindia.

IOD negatif adalah peristiwa menurunnya suhu muka laut (SML) pada Samudra Hindia bagian barat. Peristiwa ini menyebakan tekanan udara di wilayah ini jadi lebih tinggi dibandingkan dengan pesisir timur Samudra Hindia yang berada dekat Indonesia.

Akibatnya, pesisir timur Samudra Hindia seperti Indonesia mengalami pembentukan awal yang tinggi dan mengalami curah hujan yang tinggi.

IOD negatif sedang berkembang dan diperkirakan akan terbentuk pada bulan Juli - Agustus. Beberapa model memprediksi IOD negatif menjadi kuat, seperti dikutip dari ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC).

Suhu Permukaan Laut di Sekitar Indonesia yang Hangat

Peningkatan suhu permukaan laut di sekitar Indonesia juga meningkatkan jumlah air yang menguap ke udara. Peristiwa inilah yang membuat ada hujan di musim kemarau Agustus 2022.



Simak Video "Feasibillity Study Bisnis Kopi"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia