Usai Operasi Batu Bara PT KCN Disetop, Bagaimana Kualitas Udara di Marunda?

Rahma Harbani - detikEdu
Kamis, 04 Agu 2022 11:00 WIB
Gedung Blok D1 Rusun Marunda, Jakarta Utara
Gedung Blok D1 Rusun Marunda, Jakarta Utara. (Rahma Indina Harbani/detikcom)
Jakarta -

Izin lingkungan PT Karya Citra Nusantara (KCN) sudah dicabut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) imbas polusi debu akibat abu batu bara pada warga sekitarnya. Lantas, bagaimana dampak bagi warga Rusun Marunda dari sanksi yang telah ditetapkan Pemprov DKI tersebut?

Menurut Humas DLH DKI Jakarta Yogi Ikhwan, saat ini PT Karya Citra Nusantara (KCN) tengah diberi waktu untuk melakukan pengosongan timbunan batu bara. Proses pengosongan muatan baru bara tersebut dilakukan sesuai dengan SOP yang dikeluarkan DLH.

"Setau saya, sekarang (PT KCN) sudah tidak beroperasi lagi," katanya di Rusun Marunda, Jakarta Utara, pada Rabu (3/8/2022).

"Tapi dikasih waktu mengosongkan timbunan batu bara. Jadi daripada dibiarkan, (lalu) kena angin menyebabkan polusi juga. Tapi SOP kita atur, biar tidak menjadi pencemaran baru." imbuh dia lagi.

Yogi juga mengklaim, ia mendengar dari salah seorang warga Rusun Marunda yang mengatakan polusi batu bara sudah mengalami penurunan drastis dibandingkan sebelumnya.

"Artinya cukup efektif juga kan. (Setelah) kita sanksi, kita cabut izinnya, dan berhenti operasionalnya, pencemaran jauh berkurang." tutur dia.

Tak Ada Dampak dari Bongkar Muat

Sejak adanya penandatanganan SOP pengosongan timbunan batu bara pada 13 Juli 2022, Reza selaku warga Rusun Marunda mengatakan, hampir tidak ada dampak pencemaran berarti yang dirasakan oleh warga.

"Dampaknya hampir tidak ada terjadi pencemaran," kata dia di Rusun Marunda, Jakarta Utara.

Selama kurang lebih hampir sebulan hingga saat ini, kata Reza, PT KCN sudah melakukan penyiraman stockpile (batu bara) hingga pencucian roda truk. Pengosongan akan terus berlanjut selama 90 hari hingga Oktober 2022 mendatang.

Reza menambahkan, ada tim yang terdiri dari pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), DLH, dan warga yang mengawasi selama proses pengosongan dari PT KCN berlangsung.

"Tapi masyarakat sebagai pengawas tidak langsung. Yaitu, hanya menerima laporan kegiatan jumlah volume (batu bara) yang keluar tiap harinya dan foto-foto bahwa mereka melakukan sesuai dengan SOP," katanya.

Di samping itu, tiap satu bulan sekali, KSOP dan PT KCN juga akan memberikan laporan dan evaluasi secara berkala kepada masyarakat. Berdasarkan penuturan Reza, pengosongan muatan batu bara dapat dihentikan bila ditemukan pencemaran dalam evaluasi dan laporan tersebut.

Polusi Lebih "Tidak Terlihat"

Kualitas udara di Marunda mulai membaik dirasakan oleh salah seorang warga Blok D1 Rusun Marunda, Halimah. Menurutnya, polusi sudah tidak terlihat hitam dan tebal seperti pada awal kemunculan polusi abu di kisaran bulan Oktober 2021 akhir lalu.

"Bulan ini (Agustus 2022) alhamdulillah sudah gak separah dulu," tutur dia.

"(Artinya) paling kalau tidak disapu, (polusi abu batu bara) gak keliatan. Baru keliatan kalau disapu. Kalau dulu tebel banget," lanjutnya lagi.

Menurut warga asal Boyolali ini menjelaskan, ia bahkan membutuhkan 3-4 kali menyapu dan mengepel lantai rumah dalam sehari untuk menghilangkan debu dari abu batu bara tersebut. Hal ini membuktikan ketebalan debu yang masuk ke dalam rumahnya.

Warga RT015/007 Rusun Marunda, Rini, menambahkan polusi abu batu bara di rumahnya memang masih ada. Namun, jumlahnya dikatakan sudah berkurang.

"Sekarang masih ada sedikit. Sisa-sisa (abu) kali ya," katanya.

Keberadaan sisa-sisa polusi debu juga diamini oleh Suryanto, salah seorang warga RT002/RW007. Menurutnya, masih ada sisa-sisa debu yang terbawa ketika angin kencang berembus.

Polusi di Sekolah Berkurang

SMPN 290 Marunda menjadi salah satu bangunan yang paling terkena dampak dari polusi abu akibat batu bara tersebut. Semenjak PT KCN dikenakan sanksi, dampak pengurangan polusi juga dirasakan oleh salah satu siswa SMPN 290 Marunda.

"Sudah berkurang lumayan," ujar Aurelia di kawasan Rusun Marunda.

Aurelia juga mengaku, debu di kelasnya sudah tidak setebal sebelumnya yang mengharuskan ia dan teman-teman kelasnya membersihkan debu di tengah-tengah jam mata pelajaran.

"Sekarang nyapu cukup 2 kali sehari, (saat) piket pagi dan sore," tuturnya.

Sebelumnya, DLH DKI Jakarta mencabut izin lingkungan PT KCN sesuai dengan keputusan yang ditandatangani pada 17 Juni 2022. Pemberatan sanksi dilakukan karena PT KCN tidak menjalani sanksi administratif dari Pemprov DKI imbas polusi debu akibat abu batu bara di Marunda.

"Ini karena PT KCN belum melaksanakan kewajiban dalam sanksi administratif paksaan pemerintah Nomor 12 Tahun 2022 tanggal 14 Maret 2022," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto dalam keterangannya, Senin (20/6/2022).

Hal itu tertuang dalam Keputusan Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara Nomor 21 Tahun 2022 tentang Pemberatan Penerapan Sanksi Administratif Pencabutan Keputusan Kepala Kantor Pengelola Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Utara Nomor 56 Tahun 2014 Tanggal 28 Januari 2014 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Bongkar Muat oleh PT Karya Citra Nusantara.



Simak Video "Sederet Sanksi Pemprov DKI Telah Rampung Dikerjakan KCN, Apa Saja?"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia