Mengenal Gunung Raung: Lokasi, Kawah, Ketinggian, Tipe Letusan, dan Sejarahnya

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 29 Jul 2022 13:00 WIB
Gunung Raung
Gunung Raung. Foto: Gunung Raung (Foto: Eko Wahyudianto)
Jakarta -

Gunung Raung berlokasi di perbatasan Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso Jawa Timur. Gunung yang baru saja meletus pada Rabu (27/7/2022) kemarin ini memiliki ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Gunung Raung adalah gunung tertinggi ketiga di Jawa Timur setelah Gunung Semeru dan Arjuno. Di Pulau Jawa, gunung ini adalah yang tertinggi nomor empat.

Apakah detikers tahu, bahwa Gunung Raung ini memiliki empat puncak? Setiap puncaknya juga memiliki nama masing-masing. Yuk, kenali lebih dalam soal Gunung Raung!

Puncak Gunung Raung

Mengutip detikJatim, puncak gunung tertinggi keempat di Pulau Jawa ini adalah Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan Puncak Sejati. Puncak yang terakhir ini adalah yang tertinggi, mencapai 3.344 mdpl.

Adanya Puncak Sejati juga menyebabkan Gunung Raung menjadi yang tertinggi dalam gugusan Pegunungan Ijen.

Kawah Gunung Raung

Gunung Raung mempunyai jenis kawah yang terbuka. Saat erupsi terjadi, lava pijar akan kembali ke dalam kawah atau tidak meluap ke luar kaldera.

Selain itu, kaldera yang dimiliki berjenis kaldera kering. Menurut luasnya, kaldera Gunung Raung adalah yang terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora di NTB.

Sejarah dan Tipe Letusan

Gunung Raung tergolong kerap mengalami erupsi dan letusan. Tipe letusannya adalah strombolian, artinya terjadi letusan kecil tapi terus mengeluarkan pijar.

Menurut data Pos Pemantau Gunung Api (PPGA) Raung yang ada di Desa Sumberarum Kecamatan Songgon, berikut ini sejarahnya:

  • 1586: letusan pertama yang berakibat korban jiwa dan daerah sekitarnya rusak
  • 1597: menelan korban jiwa
  • 1638: berakibat banjir besar dan lahar di kawasan antara Kali Setail Kecamatan Sempu dan Kali Klatak Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi
  • 1730: erupsi eksplosif disertai hujan abu dan lahar dan wilayah terdampak lebih luas
  • 1812-1814: letusan disertai hujan abu lebat dan suara gemuruh
  • 1815: hujan abu di Besuki, Situbondo, Probolinggo
  • 1859: peningkatan aktivita vulkanik
  • 1864: terdengar suara gemuruh, siang hari tampak gelap
  • 1881, 1885, 1890, 1896: terdapat aktivitas vulkanik seperti suara gemuruh, paroksisma, hujan abu tipis di daerah Banyuwangi, dan gempa bumi di wilayah Besuki serta Situbondo.
  • 1902: muncul kerucut pusat
  • 1913: bergemuruh dan mengeluarkan dentuman keras
  • 1915, 1916, 1917: mengeluarkan gemuruh dan dentuman keras
  • 1921 dan 1924: aliran lava dalam kaldera
  • 1927: letusan asap cendewan dan hujan abu sejauh 30 kilometer dari puncaknya
  • 1927 bulan Agustus-Oktober: terdengar dentuman dan terdapat lontaran sejauh 500 meter
  • 1928 dan 1929: terdapat celah merah di dasar kaldera serta mengeluarkan lava
  • 1933-1945: hanya peningkatan aktivitas
  • 1952: puncak gunung mengeluarkan asap membara disertai guguran, tinggi awan letusan sampai 6 kilometer di atas puncak
  • 1956: paroksisma dan hanya ada peningkatan aktivitas pada tahun-tahun berikutnya
  • 1986: letusan asap di Januari sampai Maret
  • 2015: meletus mirip kembang api, lava tidak sampai meluber ke lereng gunung, asap tebal berwarna merah menyembur diperkirakan mencapai 300-400 meter ke arah tenggara langit Kota Banyuwangi hujan abu di Banyuwangi, Jember, Bondowoso
  • 2021: erupsi kecil dan dinyatakan berstatus waspada
  • 2022: meletus pada 27 Juli, erupsinya berlangsung sekitar 9 menit.

Itulah beberapa informasi Gunung Raung yang juga memiliki sebutan lain sebagai Gunung Rawon. Apakah detikers tahu, gunung apa lagi yang masih aktif?



Simak Video "Yenny Wahid Diarak Naik Tandu di Kirab Budaya Festival Lima Gunung XXI"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia