5 Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lengkap dengan Struktur dan Ciri-ciri

5 Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lengkap dengan Struktur dan Ciri-ciri

Nikita Rosa Damayanti - detikEdu
Rabu, 27 Jul 2022 20:45 WIB
ilustrasi menulis
Ilustrasi 5 Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lengkap dengan Struktur dan Ciri-ciri (Foto: Thought Catalog on Unsplash)
Jakarta -

Teks laporan hasil observasi adalah hasil kegiatan pengamatan berdasarkan fakta dan data. Teks ini juga disebut teks klasifikasi, karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis suatu hal berdasarkan kriteria tertentu.

Dalam Buku Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia Kelas X oleh Indri Anatya Permatasari, laporan hasil observasi terbagi menjadi tiga kategori umum, yaitu fenomena alam, peristiwa budaya, dan kondisi sosial. Fenomena alam meliputi hewan, tumbuhan, dan keadaan lingkungan. Peristiwa budaya meliputi bahasa, seni, dan adat istiadat. Terakhir, kondisi sosial meliputi transportasi, hukum, dan pendidikan.

Berbeda dengan laporan biasa, laporan hasil observasi memiliki struktur tersendiri agar hasil pengamatan mudah dipahami. Bagaimana struktur r teks laporan hasil observasi? berikut penjelasan dan ciri-cirinya dilansir dari Buku E-Modul Bahasa Indonesia Kelas 10 oleh Kemendikbud.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi



1. Pernyataan Umum atau Klasifikasi

Pernyataan umum berisi tentang informasi atau pengertian mengenai sesuatu yang dibahas atau hasil pengamatan yang telah dilakukan. Bagian ini juga dapat diartikan sebagai pembuka karangan secara umum. Pernyataan umum akan menjelaskan klasifikasi tentang objek yang hendak dilaporkan, seperti: benda, tumbuhan, lingkungan, dan lain sebagainya.

Pada bagian ini, objek akan diklasifikasikan berdasarkan atas persamaan dan atau perbedaannya. Kemudian kriteria tersebut digunakan untuk membedakan kelas, subkelas dan rincian yang lebih mendetail lagi.

2. Aspek Yang Dilaporkan

Bagian ini berisi penjelasan secara rinci mengenai informasi yang akan disampaikan berdasarkan hasil pengamatan. Klasifikasi atau penggolongan objek akan dijelaskan secara runtut dari kelas yang besar hingga menjadi yang kecil (subkelas). Misalnya penggolongan diikuti rincian dari aspek perilaku, genetik, lingkungan, fungsi, peran, fisik, atau kepribadiannya.

Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi


1. Bersifat objektif dan universal
2. Objek tunggal
3. Ditulis secara lengkap dan sempurna
4. Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang dilakukan
5. Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya
6. Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat
7. Objek saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya

Mudah bukan? agar lebih paham, berikut contoh teks laporan hasil observasi yang bisa kamu pelajari.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

1. Kelinci


Kelinci adalah hewan mamalia yang mudah ditemukan di berbagai belahan dunia. Dahulu, kelinci sendiri merupakan hewan yang sangat liar yang hidup dari Afrika hingga sebagian Eropa. Sejauh ini, kelinci sendiri telah dibagi menjadi dua kelompok: kelinci liar atau kelinci lepas dan kelinci.

Berdasarkan penampakannya, terutama bulunya, kelinci dibedakan menjadi dua jenis yaitu kelinci berbulu panjang dan kelinci berbulu pendek. Kelinci, di sisi lain, jatuh ke dalam beberapa jenis, yaitu Lyon, Angola, Amerika, Inggris, Himalaya, dan Duce, menurut penempatannya.

Sementara itu, makanan kelinci sama dengan konsumsi wortel. Namun, dalam praktiknya, telah diamati bahwa kelinci juga dapat diberi makan dengan sisa sayuran hijau, biji-bijian, umbi-umbian dan tahu. Studi menunjukkan bahwa daging kelinci sendiri dapat digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan asma.


2. Belajar di Era Covid-19


Dunia pendidikan menghadapi masalah yang sangat sulit. Selain kurikulum 2013 yang belum sepenuhnya dipahami, Menteri Pendidikan baru Nadiem Makarim mengeluarkan konsep berbeda dengan konsep belajarnya, yaitu Merdeka Belajar. Belum selesai, kurikulum darurat juga perlu dipahami oleh guru dan peserta didik. Hal ini juga menyebabkan guru menjadi lebih bingung dengan pembelajaran yang diberikan kepada siswanya.

Dalam keadaan ini, guru, orang tua dan siswa beradaptasi satu sama lain. Pada kenyataannya, guru dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok guru literat TI, kelompok guru kurang aliterat TI, dan kelompok guru iliteratTI. Pertama, guru literat TI adalah guru yang dapat mempelajari berbagai bentuk media teknologi untuk pembelajaran. Guru-guru ini terbiasa mengajar melalui internet. Bagi mereka, pembelajaran online dapat dilaksanakan dengan mudah. Kedua, guru aliterat TI. Secara harfiah guru adalah guru yang mengenal dan memahami IT, namun jarang atau tidak pernah menggunakan teknologi untuk pembelajaran. Terakhir adalah guru illiterat TI atau guru yang tidak mengerti IT. Guru tidak dapat menggunakan teknologi untuk pembelajaran. Mereka terpaku pada metode dan media kuno dan tidak pernah menggunakan teknologi.

Dengan situasi sekarang ini, pengaruh pada dunia pendidikan dapat dirasakan. Tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. UNESCO menyatakan bahwa hampir 300 juta siswa di seluruh dunia bingung dengan pendidikan sekolah, mengancam hak mereka atas pendidikan di masa depan. Bahkan, Kemendikbudristek telah memutuskan untuk membatalkan ujian nasional pada tahun 2020. Guru diminta untuk membuat rencana pembelajaran online. Tidak mudah bagi guru, orang tua dan siswa untuk beradaptasi dengan situasi ini. Orang tua harus bersedia menemani anaknya belajar. Ini bisa menyenangkan bagi beberapa siswa pada awalnya, tetapi bisa membosankan jika terlalu lama. Orang tua melakukan kegiatan lain yang sejalan dengan kegiatan tersebut, sehingga sulin untuk mendampingi anaknya. Anak-anak juga bosan karena tidak pergi ke sekolah sekolah. Namun, dengan adanya pandemi ini persiapan guru dalam segala situasi meningkat Guru diharapkan tidak hanya mengajari siswa, tetapi juga mengubah kebiasaan mengajar mereka. Selain itu, guru perlu terbuka terhadap kemajuan teknologi untuk kepentingan dan kemajuan peserta didik dan pendidikan Indonesia.

3. Makhluk di Bumi Ini

Makhluk di Bumi dapat dikelompokkan menurut persamaan dan perbedaannya. Pengelompokan membuatnya lebih mudah untuk dipelajari. Semua benda di dunia dapat dibagi menjadi dua kelompok yakni hidup dan mati. Makhluk hidup berbagi karakteristik seperti bergerak, bernapas, tumbuh, dan memiliki keturunan. Kera, ikan, dan bunga adalah contoh makhluk hidup. Di sisi lain, kaca, plastik, baja, dan oksigen adalah contoh benda mati.

Makhluk hidup dapat dibagi lagi menjadi bintang dan tumbuhan. Pengelompokan dilakukan karena keduanya berbeda dalam beberapa hal. Tumbuhan tidak dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ia tidak memiliki otak, tidak memiliki jantung, tidak memiliki paru-paru, tidak memiliki darah, tetapi ia hidup. Juga, tumbuhan dapat melakukan hal-hal yang sangat penting yang tidak dapat dilakukan hewan. Hal ini untuk menghasilkan makanan mereka sendiri, sedangkan hewan tidak. Rumput, gandum, dan tanaman keras adalah spesies tanaman.

Hewan juga dapat dibagi menjadi vertebrata dan invertebrata. Vertebrata memiliki duri, termasuk manusia, burung, anjing, dan katak, sedangkan invertebrata tidak memiliki duri, seperti ubur-ubur, kupu-kupu, dan laba-laba. Ada lima kelompok vertebrata: mamalia, burung, amfibi, reptil, dan ikan.


4. Sampah

Sampah adalah residu yang tidak diinginkan setelah suatu proses selesai. Sampah dapat berasal dari alam, manusia, konsumsi, tenaga nuklir, industri dan pertambangan. Selama ada aktivitas alam dan manusia, jumlah sampah di bumi akan terus bertambah. Jumlah sampah yang dihasilkan di Indonesia mencapai 11.330 ton per hari.

Sampah dapat dibedakan menurut jenis dan bentuknya. Sampah dibedakan menjadi sampah organik dan sampah anorganik menurut jenisnya. Sampah organik adalah sampah yang dapat terurai atau terurai. Contoh sampah organik adalah sisa makanan, sayuran, daun kering dan sampah lain yang mudah terurai. Sampah ini dapat diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak mudah terurai atau terurai. Contoh sampah anorganik antara lain sampah yang tidak mudah rusak seperti plastik, kayu, kaca dan kaleng. Sampah anorganik didaur ulang oleh industri rumahan untuk mengurangi sampah dan dijadikan sebagai peluang bisnis.

Sampah dapat diklasifikasikan kembali menjadi sampah padat, cair, alam, konsumen, manusia, dan radioaktif menurut morfologinya. sampah padat adalah sampah padat. Sampah padat dapat berupa sampah rumah tangga seperti sampah dapur, sampah kebun, plastik, logam, dan kaca. Sampah organik dan anorganik, termasuk sampah padat. Sampah ini merupakan sampah padat biodegradable (sampah yang dapat terurai oleh proses biologis) dan sampah padat non-biodegradable (tidak dapat terurai oleh proses biologis) berdasarkan sifatnya yang spontan atau biodegradable, dapat diklasifikasikan sebagai sampah.

Ada dua jenis sampah padat yang tidak dapat terurai secara hayati: dapat didaur ulang dan tidak dapat didaur ulang. Sampah cair adalah sampah cair yang sudah digunakan dan tidak diperlukan lagi biasanya dihasilkan oleh kegiatan industri. Sampah cair dibedakan menjadi dua yaitu sampah hitam dan sampah rumah tangga. sampah hitam adalah sampah cair yang mengandung patogen berbahaya dari toilet, dan sampah rumah tangga adalah sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi, dan ruang cuci.

Sampah alam adalah sampah yang dihasilkan dari alam dan terurai melalui proses daur ulang secara alami. Contoh sampah alam adalah daun-daun kering hutan yang terurai menjadi tanah. Kotoran adalah istilah yang digunakan untuk produk pencernaan manusia seperti feses dan urin. Kotoran manusia dapat merugikan kesehatan manusia karena dapat dikatakan sebagai sarana berkembangnya penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.

Sampah konsumsi adalah sampah yang dihasilkan oleh kegiatan konsumsi manusia dan dibuang ke tempat sampah. Sejauh ini, jumlah sampah konsumen belum melebihi jumlah sampah industri. Sampah radioaktif merupakan hasil fusi dan fisi yang menghasilkan uranium dan thorium. Sampah radioaktif berbahaya bagi lingkungan dan kehidupan manusia karena menghasilkan radiasi yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu, sampah radioaktif dibuang di tempat-tempat yang tidak mungkin aktif. Umumnya dibuang di bekas tambang garam atau dasar laut.


5. Wayang

Wayang adalah seni pertunjukan yang ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, badan PBB yang bertanggung jawab atas kebudayaan, menetapkan Wayang pada 7 November 2003 sebagai boneka yang terkenal dari Indonesia. Wayang adalah mahakarya tradisi lisan manusia yang tak tergantikan.

Walisongo, selaku penyebar Islam di Jawa, membagi Wayang menjadi tiga bagian. Wayang Kulit di timur, Wayang Orang di Jawa Tengah, Wayang Golek di Jawa Barat. Pembagian ini disesuaikan dengan penggunaan bahan boneka. Wayang Kulit terbuat dari kulit hewan ternak seperti kulit kerbau, sapi dan kambing. Wayang orang berarti boneka yang diperlihatkan dan dimainkan orang. Pertunjukan wayang kulit adalah pertunjukan wayang yang menampilkan wayang kulit dari kayu. Selain itu, seniman mengembangkan Wayang menggunakan bahan lain seperti Wayang Sket dan Motekar untuk mendukung dan dicintai oleh budaya Wayang.

Wayang Kulit telah ada sejak lama, dan gaya permainannya dapat dibagi lagi menjadi berbagai jenis. Jenis yang paling terkenal adalah Wayang Purwa karena merupakan yang tertua. Purwa berasal dari bahasa Jawa dan berarti awal. Boneka ini terbuat dari kulit kerbau yang diwarnai menurut aturan penampilan dalang wayang, dan terdiri dari tuding dan celah, pola tanduk kerbau putih yang diperlakukan dengan cara ini disebut cempurit.

Wayang Wong atau Wayang Orang adalah salah satu pertunjukan wayang yang dilakukan langsung oleh rakyat. Wayang yang dikenal orang Banjar adalah Wayang Senjata, dan yang terkenal di Jawa adalah Wayang Topeng. Perkembangan Wayang orang saat ini beragam dan digunakan tidak hanya untuk acara seremonial tetapi juga untuk acara hiburan.

Wayang jenis lain adalah Wayang Golek, yang menampilkan boneka kayu. Wayang Golek berasal dari Sunda. Ada lagi Wayang Kulit yang berbentuk seperti wayang kulit. Namun cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damaluran.

Perkembangan terkini dalam dunia Wayang menciptakan kreasi berupa Wayang Suket. Boneka yang digunakan terbuat dari rumput yang menyerupai wayang kulit. Wayang Kulit biasanya dijadikan sebagai mainan atau untuk mengajari anak-anak di desa Jawa cerita wayang. Versi yang lebih modern termasuk boneka Motekar, atau boneka plastik berwarna. Wayang Motekar mirip dengan sejenis wayang kulit atau Wayang Kulit. Namun, jika wayang kulit hanya memiliki bayangan hitam, boneka Motekar menggunakan teknologi terbaru untuk memungkinkan bayangan ditampilkan secara penuh warna. Boneka itu menggunakan bahan plastik berwarna, sistem pencahayaan teater yang canggih, dan layar khusus.

Semua jenis wayang di atas merupakan bentuk ekspresi budaya yang dapat digunakan dalam berbagai kehidupan, termasuk sebagai media pendidikan. Media informasi dan media hiburan. Wayang berfungsi sebagai media pendidikan karena isinya banyak memberikan pelajaran hidup kepada masyarakat. Di zaman modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi. Hal ini terlihat antara lain dalam pagelaran wayang yang memberikan informasi tentang program-program pembangunan seperti Keluarga Berencana (KB) dan pemilihan umum. Walaupun Wayang menjadi langka, tetapi masih menjadi media hiburan.

Nah, itulah contoh teks laporan hasil observasi beserta struktur dan ciri-cirinya. Semoga membantu, detikers!



Simak Video "Naskah Asli Teks Proklamasi Dikembalikan Setpres ke Arsip Nasional RI"
[Gambas:Video 20detik]
(erd/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia