Apa Latar Belakang Pemberontakan DI/TII dan RMS? Berikut Penjelasannya

Rafi Aufa Mawardi - detikEdu
Rabu, 27 Jul 2022 13:45 WIB
Ilustrasi Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo
Kartosuwiryo pemimpin pemberontakan DI/TII (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Apakah kamu tahu jika ada beberapa pemberontakan yang terjadi di Indonesia pada fase awal-awal kemerdekaan? Salah dua pemberontakan yang cukup terkenal dan menghebohkan di fase awal kemerdekaan yaitu pemberontakan DI/TII dan RMS. Namun, apa latar belakang pemberontakan DI/TII dan RMS?

Sebelum menjawab pertanyaan mendasar di atas, selain dua pemberontakan tersebut masih ada pemberontakan-pemberontakan lain di fase awal kemerdekaan Indonesia. Misalnya, pemberontakan Madiun pada tahun 1948 yang digawangi oleh PKI, pemberontakan Permesta pada tahun 1957, dan pemberontakan G30S PKI tahun 1965.

Latar Belakang Pemberontakan DI/TII di Indonesia

Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) adalah gerakan Islam yang terorganisir dan dipimpin oleh SM. Kartosuwiryo. Latar belakang pemberontakan DI/TII adalah untuk mendirikan Negara Islam Indonesia (NII). Gerakan DI/TII ini resmi diproklamasikan pada tanggal 7 Agustus 1949.

Mengutip dari artikel ilmiah yang berjudul Sejarah Pemberontakan Bersenjata di Indonesia: Sketsa Pergumulan di dalam Era kemerdekaan Tahun 1948-2006 (2006) bahwa SM. Kartosuwiryo ini pernah menjadi Sekretaris dari HOS Cokroaminoto dan teman perjuangan Soekarno pada saat muda.

Sedangkan ide negara Islam dari SM. Kartosuwiryo sebenarnya dapat diketahui sudah muncul dari tahun 1940, sebelum datangnya Jepang di Indonesia. Di mana sebagai tokoh Partai Islam (PSII), Kartosuwiryo telah memberikan analisanya tentang masyarakat kolonial di Hindia Belanda.

Konsep mengenai negara Islam ini dengan cepat melebur di berbagai daerah seperti Jawa Barat, Sulawesi, Kalimantan, hingga Aceh. Persamaan ide mengenai konsep-konsep negara Islam sangat bertentangan ideologi Pancasila yang telah mengikat dan konstitusional.

Oleh karena itu, gerakan DI/TII benar-benar berlangsung secara masif selama lebih dari 13 tahun dan diprediksi lebih dari ribuan tentara yang tewas. Atas dasar peristiwa peperangan ideologis ini, SM. Kartosuwiryo beserta para pengikutnya ditangkap oleh pemerintah pada tahun 1962.

Latar Belakang Pemberontakan RMS

Sama halnya dengan DI/TII, Republik Maluku Selatan (RMS) merupakan gerakan pemisahan diri yang pertama terjadi di dalam wilayah Indonesia. Tokoh utama yang menjadi dalang dari gerakan pemberontakan RMS yakni Dr. Soumokil dengan didukung oleh 500-an anggota KNIL.

Latar belakang pemberontakan RMS adalah adanya konflik di antara dua kekuatan di Negara Indonesia Timur (NIT). Kemudian, pemberontakan RMS ini juga mendapatkan dukungan oleh pemerintah kolonial Belanda karena gagalnya dalam mengembalikan kekuasaan imperialis-kolonialnya di Indonesia yang telah merdeka.

Selain itu, visi dari RMS ini untuk dapat memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur (NIT) dan membentuk negara sendiri. Pada akhirnya, pemberontakan RMS ini tidak mampu untuk meluaskan pengaruhnya secara masif di provinsi Maluku.

Di lain sisi, pemberontakan RMS ini menjadi beban psikologis bagi pemerintah Belanda. Mengapa? Karena mereka pada akhirnya harus menerima bekas-bekas KNIL untuk dibawa ke negeri Belanda dan menetap di sana. Pada tahun 1962, Dr. Soumokil juga ditangkap oleh pemerintah Indonesia sebagai penanda gagalnya pemberontakan RMS.

Nah, itu adalah latar belakang pemberontakan DI/TII dan RMS di Indonesia. Semoga menambah informasi detikers!



Simak Video "Heboh! Pria Ngaku Panglima Jenderal Kibarkan Bendera NII & Ajak Warga Masuk"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia