Ada Hujan Meteor 29-31 Juli, Catat Waktu dan Tips Melihatnya

Devi Setya - detikEdu
Selasa, 19 Jul 2022 16:30 WIB
This Bright Leonid Fireball Is Shown During The Storm Of 1966 In The Sky Above Wrightwood, Calif. The Leonids Occur Every Year On Or About Nov. 18Th And Stargazers Are Tempted With A Drizzle Of 10 Or 20 Meteors Fizzing Across The Horizon Every Hour. But Every 33 Years A Rare And Dazzling Leonids Storm Can Occur But, Astronomers Believe The 1999 Edition Of The Leonids Probably WonT Equal 1966, Which Peaked At 144,000 Meteors Per Hour. (Courtesy Of  (Photo By Nasa/Getty Images)
Jadwal hujan meteor Juli 2022. Foto: Getty Images/NASA
Jakarta -

Di akhir Juli 2022, terdapat fenomena alam yang bisa disaksikan dari Indonesia, yakni hujan meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids. Siapapun bisa menyaksikan hujan meteor ini dengan mata telanjang alias tanpa alat bantu apapun.

Hujan meteor adalah fenomena astronomi tahunan yang terjadi ketika sejumlah meteor tampak meluncur silih berganti dari titik tertentu di langit. Meteor sendiri sesungguhnya merupakan batuan atau debu antar-planet yang memasuki atmosfer lalu terbakar karena gesekan atmosfer.

Ketika fenomena alam itu berlangsung, meteor akan tampak seperti bintang jatuh atau bintang yang sedang berpindah dari satu titik ke titik lainnya.

Hujan Meteor Juli 2022

Hujan Meteor Alpha-Capricornids

Dilansir dari detikInet (19/7), Peneliti Utama bidang Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin menjelaskan hujan meteor Alpha-Capricornids dan Delta-Aquariids terjadi pada akhir bulan ini. Dua hujan meteor tersebut terjadi di langit selatan sehingga cocok diamati dari Indonesia.

"Hujan meteor Alpha-Capricornids ini bisa diamati pada 30 - 31 Juli 2022 mulai pukul 20.00 WIB di ufuk timur. Namun waktu terbaik adalah setelah lewat tengah malam di arah langit selatan. Diperkirakan ada sekitar 5 meteor per jam yang tampak melintas di langit. Hujan meteor ini berasal dari gugusan debu komet 169P/NEAT yang berpapasan dengan bumi," ungkap Thomas.

Lebih lanjut, Thomas menjelaskan hujan meteor ini akan terlihat seperti bintang jatuh. Meskipun terbilang sedikit, tetapi penampakan meteor akan terlihat terang.

"Debu-debu komet yang berukuran kecil kecil memasuki atmosfer bumi lalu terbakar menampakkan seperti bintang jatuh. Walau jumlah meteornya sedikit, kadang-kadang hujan meteor ini menampakkan meteor terang dari sisa-sisa komet yang berukuran lebih besar," jelasnya.

Hujan Meteor Delta-Aquariids

Tak hanya hujan meteor Alpha-Capricornids saja yang bisa disaksikan, dalam waktu berdekatan ada juga hujan meteor Delta-Aquariids yang dapat diamati pada 29 - 30 Juli. Hujan meteor ini bisa dilihat mulai pukul 23.00 WIB di ufuk timur. Puncaknya sekitar pukul 02.00 WIB di langit selatan.

"Hujan meteor ini menampilkan belasan meteor per jam. Debu-debu komet 96P/Machholz diduga menjadi sumber hujan meteor ini," kata Thomas.

Thomas menambahkan, gabungan dua hujan meteor di langit selatan menjadi daya tarik bagi pengamat langit di Indonesia.

Tips Mengamati Hujan Meteor

Untuk dapat menyaksikan hujan meteor ini, Thomas membagikan beberapa tips agar pemandangan dapat diamati maksimal. Apalagi fenomena astronomi ini terbilang jarang terjadi.

  1. Pengamatan hujan meteor akan lebih menarik saat kondisi kemarau dan tanpa gangguan cahaya bulan.
  2. Pilihlah lokasi pengamatan yang minim gangguan cahaya lampu dan medan pandang ke langit selatan tidak terganggu pohon atau bangunan.
  3. Pengamatan meteor lebih baik tanpa alat, karena mata mempunyai medan pandang yang lebih luas.

"Berbahayakah hujan meteor ini? Sama sekali tidak berbahaya. Debu-debu sisa komet habis terbakar pada ketinggian di atas 80 km," pungkas Thomas.



Simak Video "2 Hujan Meteor Akan Serbu Langit Indonesia "
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia