5 Tempat Pengasingan Tokoh Nasional RI, Ada di Mana Saja?

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 05 Jul 2022 15:00 WIB
Warga memecahkan biji pala di Kepulauan Banda Naira, Maluku.Kepulauan Banda Neira jadi salah satu saksi bisu perjuangan Indonesia merdeka dari penjajah. Wilayah tersebut menyimpan kisah tentang rempah pala yang diperebutkan bangsa Eropa di abad ke-16 dan 17.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/5 Tempat Pengasingan Tokoh Nasional RI, Ada di Mana Saja?
Jakarta -

Salah satu hal bersejarah di Indonesia adalah wilayah yang pernah menjadi tempat pengasingan tokoh nasional RI. Tempat tersebut umumnya digunakan pemerintah untuk menampung orang-orang yang dianggap mengganggu jalannya pemerintahan.

Beberapa tokoh besar pernah menjadi bagian dari pengasingan. Mulai dari Presiden RI Pertama, Bung Karno, Moh Hatta, Sutan Sjahrir, hingga Pramoedya Ananta Toer.

Melansir laman Kemdikbud RI, berikut ini beberapa tempat yang pernah dijadikan tempat pengasingan tokoh nasional RI.


5 Tempat Pengasingan Tokoh Nasional RI:


1. Boven Digoel

Boven Digoel adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua. Tempat ini dulunya dibangun untuk menampung tokoh-tokoh yang dianggap terlibat dalam "Pemberontakan November 1926" yang dilakukan oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) serta tokoh-tokoh perlawanan berbasis agama dan politik di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku.

Mengutip laman Pemkab Boven Digoel, tokoh-tokoh pergerakan yang pernah dibuang di tempat ini antara lain adalah Sayuti Melik (1927-1938), Hatta (1935-1936), Sutan Sjahrir dan Muchtar Lutfi, Ilyas Yacoub (tokoh PERMI dan PSII Minangkabau), serta Mas Marco Kartodikromo yang wafat dan dimakamkan di Digoel pada tahun 1935.

2. Banda Neira

Setelah menjalani pengasingan di Boven Digoel, Sutan Sjahrir dan Mohammad Hatta dipindahkan ke Banda Neira yang terletak di Kepulauan Banda, Maluku Tengah.

Di Banda Neira, Sjahrir dan Mohammad Hatta bergabung dengan Iwa Koesoemasoematri dan dr. Cipto Mangunkusumo yang terlebih dahulu diasingkan di Banda Neira.

Sjahrir dan Hatta ditempatkan di rumah sewaan dari De Vries, orang kaya Belanda pemilik perkebunan yang tinggal di Batavia.

Keduanya diasingkan di Banda Neira selama enam tahun, tepatnya dari tahun 1936 hingga 1942. Mereka berdua keluar dari Banda Neira sesaat sebelum pasukan Jepang menyerang daerah Banda Neira pada 1 Februari 1942.

3. Ende

Pada tanggal 28 Desember 1933, Gubernur Jenderal Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, De Jonge, mengeluarkan surat keputusan pengasingan Ir. Soekarno ke Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Ir. Soekarno diasingkan atau dibuang ke Ende karena kegiatan politiknya membahayakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Ir. Soekarno dan keluarganya dibawa ke rumah pengasingan yang terletak di Kampung Ambugaga, Kelurahan Kotaraja. Di rumah pengasingan inilah Ir. Soekarno beserta istrinya, Inggit Garnasih, mertuanya, Ibu Amsi, dan kedua anak angkatnya, Ratna Djuami dan Kartika menghabiskan waktu mereka selama empat tahun.

4. Bengkulu

Pada tanggal 18 Oktober 1938, Ir. Soekarno dipindahkan dari Ende ke Bengkulu. Selama pengasingannya di Bengkulu, Bung Karno ditempatkan di sebuah rumah yang awalnya adalah tempat tinggal pengusaha yang bernama Tan Eng Cian.

Soekarno menempati rumah tersebut dari tahun 1938 hingga tahun 1942. Selama pengasingannya rumah tersebut dipergunakan untuk segala aktivitas baik politik, kesenian dan keorganisasian.

5. Pulau Buru

Pulau Buru adalah salah satu pulau besar di Kepulauan Maluku yang menjadi tempat pembuangan bagi para tahanan politik yang dianggap serta divonis terlibat G-30 S PKI.

Pulau Buru merupakan camp konsentrasi saat menangani pemberontakan PKI pada 1926-1927 oleh pemerintah Hindia Belanda.

Tokoh nasional yang diasingkan di Pulau Buru adalah sastrawan Pramoedya Ananta Toer. Pram diasingkan bersama seseorang yang dianggap sebagai bagian dari sikap oposisi terhadap Pemerintah Orde Baru.

Nah, itulah tempat pengasingan bersejarah tokoh nasional zaman dahulu. Ada yang sudah pernah detikers kunjungi?



Simak Video "Deretan Tahun Paling Mengerikan dalam Sejarah Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia