ADVERTISEMENT

Teori Kontraksi dalam Proses Pembentukan Bumi, Seperti Apa?

Rafi Aufa Mawardi - detikEdu
Rabu, 29 Jun 2022 13:45 WIB
IN SPACE - In this handout provided by the National Aeronautics and Space Administration, Earth as seen from a distance of one million miles by a NASA scientific camera aboard the Deep Space Climate Observatory spacecraft on July 6, 2015. (Photo by NASA via Getty Images)
Ilustrasi bumi. Bagaimana teori kontraksi dalam proses pembentukan bumi? (NASA via Getty Images)
Jakarta -

Pernahkah kamu berpikir bagaimana bumi ini dapat terbentuk? Yap, dalam mata pelajaran Geografi yang diajarkan di kelas 10 SMA, dijelaskan bahwa ada beberapa teori yang dapat menjelaskan hal ini. Salah satunya adalah teori kontraksi.

Sebenarnya, ada beberapa teori lain untuk dapat menganalisis proses pembentukan dan perubahan pada kulit bumi. Seperti halnya, teori dua benua (laurasia-gondwana theory), teori pengapungan benua (continental drfit theory), teori konveksi (convection theory), dan teori lempeng tektonik (tectonic plate theory).

Namun, teori kontraksi (contraction theory) kerap menjadi referensi utama para ahli geografi untuk menguraikan analisis ilmiah bagaimana proses terbentuknya bumi. Sebab, kulit bumi dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan.

Mengenal Teori Kontraksi

Menurut buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta untuk Kelas X yang disusun oleh Hartono, teori kontraksi adalah analisis yang menyatakan jika kerak bumi mengalami pengerutan karena proses pendinginan dalam bumi akibat konduksi panas.

Teori kontraksi ini beranggapan bahwa bumi yang semakin menyusut akibat proses pendinginan ini menghasilkan di bagian permukaannya berbentuk relief berupa gunung, lembah, dan daratan. Pada awalnya, teori kontraksi ini dikemukakan oleh Descartes (1596 - 1640) dan dikonfirmasi secara akademis oleh James Dana (1847) serta Elie de Baumant (1852).

James dan Elie berpendapat, bumi memang secara faktual mengalami pengerutan akibat proses pendinginan secara natural di dalam bumi. Hal ini berimplikasi secara langsung terhadap terbentuknya pegunungan dan lembah-lembah di bagian permukaan bumi.

Proses Terjadinya Pengerutan dalam Teori Kontraksi

Massa yang panas bertemu dengan udara dingin yang membuat pengerutan terjadi dan tidak terhindarkan. Proses pendinginan ini sendiri mengalami interval waktu yang sangat panjang.

Di lain sisi, zat yang dinamis dan bervariasi berkorelasi terhadap proses pengerutan yang tidak sama antara satu tempat dan tempat lainnya di permukaan bumi. Fenomena ini yang menjadi jawaban mengapa daratan di permukaan bumi sangat tidak sama dari segi bentuk, tekstur, kontur tanah, dan lain sebagainya.

Akan tetapi, hipotesis ilmiah dalam teori kontraksi ini mendapatkan banyak kritik substansial dari para ahli. Sebab, menurut para ahli, tidak realistis dan ilmiah jika proses penurunan suhu yang kaitannya dengan terbentuknya gunung, lembah, dan dataran terjadi secara drastis.

Konsep Perubahan Suhu Bumi

Menyadur dari Modul Pembelajaran SMA Geografi yang disusun oleh Fitri Sekar Lestari, kondisi bumi pada awal masa pembentukannya sangat berbeda dengan saat ini. Di fase awal, bumi masih homogen atau seragam tanpa adanya benua maupun samudera.

Lalu, bumi yang dulunya sangat dingin berevolusi secara suhu menjadi lebih hangat hingga seperti sekarang. Kira-kira apa faktor penyebab kenaikan suhu di bumi?

  • Akresi adalah penambahan panas karena bumi dihujani oleh benda-benda angkasa. Energi dari benda-benda angkasa tersebut berubah menjadi panas.
  • Kompresi adalah proses pemadatan Bumi karena gaya gravitasi. Bagian dalam bumi menerima tekanan yang lebih besar dibanding bagian luarnya. Tingginya suhu pada bagian inti Bumi mengakibatkan unsur besi mencair.
  • Disintegrasi adalah proses penguraian unsur-unsur radioaktif seperti uranium, thorium dan potasium, dimana pada saat proses penguraian diiringi dengan proses pelepasan panas.

Karena hal ini, bumi dapat terbentuk dengan berbagai macam rupa dan melahirkan daratan, pegunungan, lembah-lembah, perbukitan, tebing, dan lain sebagainya.

Nah, itu adalah penjelasan mengenai teori kontraksi dalam pembentukan bumi dari perspektif geografi. Selamat belajar!



Simak Video "2016 Tahun Terpanas di Indonesia, Dekade 2011-2020 Terpanas Bumi"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia