ADVERTISEMENT

Reboisasi dan 8 Manfaatnya, Bisa Bantu Cegah Polusi Udara

Rafi Aufa Mawardi - detikEdu
Selasa, 28 Jun 2022 06:30 WIB
Ilustrasi hutan di Way Kambas
Ilustrasi. Apa yang dimaksud dengan reboisasi? (Thinkstock)
Jakarta -

Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia mencapai sekitar 358 ribu hektare per 2021. Hal ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pembukaan The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 lalu, dikutip dari detikNews.

Salah satu solusi dari permasalahan karhutla ini adalah melakukan reboisasi. Reboisasi adalah upaya untuk memitigasi dan mencegah kerusakan yang terjadi di hutan dan lahan.

Yap, reboisasi menjadi mekanisme yang tepat untuk diambil oleh pemerintah maupun stakeholder dalam menciptakan hutan yang kembali mendapatkan vegetasinya. Di lain sisi, hal ini juga sebagai upaya untuk mengatasi dampak-dampak negatif yang lahir dari fenomenal kebakaran hutan yang masif.

Pengertian Reboisasi

Menurut Pasal 1 Angka 4 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2002, reboisasi adalah upaya penanaman jenis pohon hutan pada kawasan hutan rusak yang berupa lahan kosong, alang-alang, atau semak belukar untuk mengembalikan fungsi dari hutan.

Hal ini juga diterangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup bahwa upaya reboisasi ini menjadi sarana untuk melakukan penghijauan kembali atas banyaknya penggundulan hutan dan kebakaran hutan. Berkurangnya pohon-pohon di hutan yang merupakan paru-paru dunia berdampak pada menurunnya kualitas udara.

Oleh karena itu, proses reboisasi ini hadir untuk menanami kawan hutan dengan spesies tumbuhan dan pohon hutan yang diselaraskan dengan konteks manfaatnya bagi masyarakat. Untuk menyukseskan program reboisasi, tentu diperlukan sinergi dan partisipasi yang aktif dari pihak pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya.

Manfaat Reboisasi

Menurut artikel ilmiah yang berjudul Gerakan Penghijauan Das Citarum Hulu di Desa Cikoneng Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung (2017), ada delapan manfaat dari reboisasi yang ditilik dari beberapa aspek. Berikut penjelasannya.

1. Manfaat orologis

Akar pohon dengan tanah adalah akumulasi yang kuat dan kokoh sehingga mampu mencegah terjadinya fenomena erosi.

2. Manfaat hidrologis

Tanaman-tanaman secara fungsional akan melakukan proses penyerapan pada air hujan. Sehingga, suatu daerah yang ditumbuhi banyak tanaman memiliki persediaan air yang mencukupi.

3. Manfaat klimatologis

Jumlah kuantitas pohon secara praktis akan ikut menurunkan suhu setempat. Hal ini tentu berimplikasi terhadap udara di sekitarnya menjadi sejuk, segar dan nyaman.

4. Manfaat edaphis

Pada konteks ini, reboisasi bermanfaat dalam tempat hidup fauna. Di lingkungan yang penuh dengan pohon-pohon, secara alami satwa dapat hidup dengan tenang karena lingkungan demikian memang sangat mendukung.

5. Manfaat ekologis

Lingkungan yang baik adalah yang seimbang antara struktur buatan manusia dan struktur alam. Kelompok pohon atau tanaman, air dan binatang adalah bagian dari alam yang dapat memberikan keseimbangan lingkungan.

6. Manfaat protektif

Pohon dapat memberikan perlindungan, misalnya terhadap teriknya sinar matahari, angin kencang, penahan debu serta peredam suara.

7. Manfaat higienis

Sudah menjadi sifat pohon pada siang hari menghasilkan oksigen (O2) yang sangat diperlukan manusia, dan sebaliknya dapat menyerap karbon dioksida (CO2). Jadi secara higienis, pohon sangat berguna untuk kehidupan manusia.

8. Manfaat edukatif

Berbagai macam jenis pohon yang ditanam di lingkungan sekitar merupakan laboratorium alam, karena dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar mengenal tanaman dari berbagai aspeknya.

Pada akhirnya, reboisasi adalah bagian dari mekanisme atau metode yang digunakan untuk mitigasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan serta lahan yang berdampak buruk bagi alam, manusia, dan lain sebagainya.



Simak Video "Udara Jakarta Makin Buruk, Greenpeace: Kemungkinan Polusi dari Luar DKI"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia