Kapan Idul Adha 2022 versi Muhammadiyah, NU dan Pemerintah?

Devi Setya - detikEdu
Senin, 27 Jun 2022 17:38 WIB
Petugas Masjid Al-Musyariin mengamati posisi hilal menggunakan teropong saat Rukyatul Hilal di Jakarta Barat, Minggu (1/5/2022). Pemantauan hilal yang dilakukan menggunakan teropong tersebut memastikan Idul Fitri 1443 H jatuh pada 2 Mei 2022.
Ilustrasi pemantauan hilal menjelang penentuan Idul Adha 2022 Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Dalam kalender Hijriyah, Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah. Tahun 2022 ini, diperingati Idul Adha 1443 H. Penetapan Idul Adha 2022 dilakukan dengan berbagai metode dan bisa saja terjadi perbedaan hari pelaksanaan.

Idul Adha menjadi momen yang selalu dinanti umat muslim. Dalam kalender Islam, Idul Adha atau kerap disebut lebaran haji ini jatuh setiap tanggal 10 Zulhijah. Namun dalam kalender Masehi, tanggal ini bisa diperingati dalam waktu berbeda.

Di Indonesia, Muhammadiyah sudah menentukan 10 Zulhijah jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022. Namun NU dan pemerintah melalui Kemenag belum menentukan hari Idul Adha karena masih harus menunggu hasil keputusan sidang isbat yang akan digelar pada akhir bulan Zulkaidah ini.

1. Idul Adha Versi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sudah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 H ini jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022. Keputusan itu tertuang dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2022 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1443 Hijriah.

Penetapan tanggal Idul Adha 2022 oleh PP Muhammadiyah tersebut didapatkan berdasarkan hasil hisab. Atas hasil hisab tersebut, PP Muhammadiyah menetapkan 1 Zulhijah 1443 H jatuh pada hari Kamis, 30 Juni 2022, dan Hari Arafah (9 Zulhijah 1443 H) jatuh pada hari Jumat, 8 Juli 2022. Sedangkan Idul Adha (10 Zulhijah 1443 H) jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022.

Menurut maklumat yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto tersebut, pada hari Rabu, 29 Zulkaidah 1443 H atau bertepatan dengan 29 Juni 2022, ijtimak jelang Zulhijah 1443 H terjadi pada pukul 09:55:07 WIB.

Pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta hilal sudah wujud dan di seluruh wilayah Indonesia Bulan sudah berada di atas ufuk.

"Tinggi Bulan pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (f = -07° 48' LS dan l = 110° 21' BT) = +01° 58' 28'' (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam itu Bulan berada di atas ufuk," bunyi maklumat tersebut.

2. Idul Adha versi NU

Berbeda dengan Muhammadiyah yang sudah menentukan Idul Adha, Nahdatul Ulama (NU) justru belum menetapkan. NU menunggu sidang isbat lebih dulu sebelum nantinya menetapkan hari H, Idul Adha.

Sidang Isbat rencananya dilakukan pada tanggal 29 Juni 2022 untuk menetapkan Hari Raya Idul Adha 2022. Setelah melihat posisi hilal, barulah bisa ditentukan kapan tepatnya Idul Adha 2022.

3. Idul Adha versi Pemerintah

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) masih menunggu hasil keputusan sidang isbat. Untuk menentukan Idul Adha biasanya akan dilakukan pemantauan hilal dan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman sidang isbat.

Idul Adha 2022 ini berpotensi berbeda antara Muhammadiyah, NU maupun pemerintah. Kemungkinan perbedaan tersebut disampaikan oleh Profesor Riset Astronomi-Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin.

Thomas menjelaskan kriteria yang digunakan masyarakat Indonesia dalam menentukan permulaan bulan baru. Terdapat perbedaan cara yang diterapkan untuk menentukan Idul Adha antara Muhammadiyah dengan pemerintah. Oleh karenanya kerap terjadi perbedaan penetapan waktu, tak hanya pada perayaan Idul Adha, hal ini juga terjadi saat menentukan Idul Fitri 1 Syawal.

"Saat ini ada dua kriteria utama yang digunakan di Indonesia: kriteria wujudul hilal dan kriteria baru MABIMS. Kriteria wujudul hilal yang digunakan Muhammadiyah mendasarkan pada kondisi bulan lebih lambat terbenamnya daripada matahari," ucap Thomas dikutip dari detikNews.

"Kriteria Baru MABIMS mendasarkan pada batasan minimal untuk terlihatnya hilal (imkan rukyat atau visibilitas hilal), yaitu fisis hilal yang dinyatakan dengan parameter elongasi (jarak sudut bulan-matahari) minimum 6,4 derajat dan fisis gangguan cahaya syafak (cahaya senja) yang dinyatakan dengan parameter ketinggian minimum 3 derajat. Kriteria Baru MABIMS digunakan oleh Kementerian Agama dan beberapa ormas Islam," lanjutnya.

Thomas menerangkan, posisi bulan di Indonesia pada Maghrib 29 Juni 2022 sudah berada di atas ufuk. Artinya, kriteria wujudul hilal sebagaimana digunakan oleh Muhammadiyah sudah terpenuhi.

"Itu sebabnya Muhammadiyah di dalam maklumatnya menyatakan 1 Zulhijah 1443 jatuh pada 30 Juni 2022 dan Idul Adha jatuh pada 9 Juli 2022. Hari libur nasional yang menyatakan Idul Adha 1443 jatuh pada 9 Juli 2022 didasarkan pada kriteria lama MABIMS, yaitu tinggi minimal 2 derajat dan elongasi 3 derajat atau umur bulan jam," jelasnya.

Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Indonesia Kementerian Agama (Kemenag) ini menjelaskan, berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), pada Magrib 29 Juni 2022 tinggi bulan di Indonesia umumnya kurang dari 3 derajat dengan elongasi kurang dari 6,4 derajat.

Kondisi tersebut menunjukkan hilal terlalu tipis untuk bisa mengalahkan cahaya syafak yang masih cukup kuat. Sehingga, tidak mungkin untuk terlihat hilal.

"Akibatnya, hilal tidak mungkin dapat dirukyat. Secara hisab imkan rukyat (visibilitas hilal), data itu menunjukkan bahwa 1 Dzulhijjah 1443 akan jatuh pada 1 Juli 2022 dan Idul Adha jatuh pada 10 Juli 2022. Konfirmasi rukyat akan dilakukan pada 29 Juni dan diputuskan pada sidang isbat awal Dzulhijjah 1443," beber Thomas.

Pemerintah Indonesia menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal. Keputusan akhir akan didapat melalui sidang isbat yang biasa digelar pada tanggal 29 bulan qamariyah.

4. Jadwal pemantauan hilal

Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Adib menjelaskan bahwa pemerintah akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1443 H pada Rabu, 29 Juni 2022 untuk menentukan Idul Adha 2022.

Pemantauan hilal ini akan digelar di 86 lokasi di seluruh wilayah Indonesia. Kemudian nantinya akan digelar sidang isbat penentuan Idul Adha 2022 di auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI yang dihadiri Duta Besar Negara Sahabat, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Komisi VIII DPR RI, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).



Simak Video "Suasana Salat Id di Halaman kantor PP Muhammadiyah Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia