24 Bahasa Ditambahkan ke Google Translate, dari Sansekerta hingga Kurdi

Fahri Zulfikar - detikEdu
Selasa, 21 Jun 2022 17:30 WIB
concept search, customer service operator woman with headset, globe, flags and magnifying glass
Foto: Getty Images/iStockphoto/24 Bahasa Ditambahkan ke Google Translate
Jakarta -

Google translate adalah layanan penerjemahan bahasa yang disediakan google bagi para pengguna internet. Belum lama ini, Google translate atau Google terjemahan telah menambahkan 24 bahasa baru.

Dengan penambahan tersebut, google translate dapat menerjemahkan teks ke dalam 133 bahasa di seluruh dunia. Hal ini semakin mendukung tujuan Google translate untuk bisa menghubungkan komunitas di seluruh dunia melalui bahasa.


Alasan Penambahan Bahasa Baru

Melansir laman blog Google, salah satu alasan mengapa ada bahasa baru ditambahkan karena ada lebih dari 300 juta orang berbicara dalam bahasa yang baru ditambahkan ini.

Misalnya bahasa Mizo, yang digunakan oleh sekitar 800.000 orang di ujung timur laut India, dan Lingala, yang digunakan oleh lebih dari 45 juta orang di seluruh Afrika Tengah.

Sebagai bagian dari pembaruan ini adalah bahasa Pribumi Amerika (Quechua, Guarani dan Aymara) dan dialek Inggris (Sierra Leonean Krio) yang juga telah ditambahkan ke Google translate untuk pertama kalinya.

Berikut daftar lengkap bahasa baru yang sekarang tersedia di Google translate.


24 Bahasa Baru yang Ditambahkan ke Google Translate:


1. Assamese, digunakan oleh sekitar 25 juta orang di India Timur Laut

2. Aymara, digunakan oleh sekitar dua juta orang di Bolivia, Chili, dan Peru

3. Bambara, digunakan oleh sekitar 14 juta orang di Mali

4. Bhojpuri , digunakan oleh sekitar 50 juta orang di India utara, Nepal dan Fiji

5. Dhivehi, digunakan oleh sekitar 300.000 orang di Maladewa

6. Dogri, digunakan oleh sekitar tiga juta orang di India utara

7. Ewe, digunakan oleh sekitar tujuh juta orang di Ghana dan Togo

8. Guarani, digunakan oleh sekitar tujuh juta orang di Paraguay dan Bolivia, Argentina dan Brasil

9. Ilocano, digunakan oleh sekitar 10 juta orang di Filipina utara

10. Konkani, digunakan oleh sekitar dua juta orang di India Tengah

11. Krio, digunakan oleh sekitar empat juta orang di Sierra Leone

12. Kurdi (Sorani) , digunakan oleh sekitar 15 juta orang di Irak dan Iran

13. Lingala, digunakan oleh sekitar 45 juta orang di Republik Demokratik Kongo, Republik 14 Kongo, Republik Afrika Tengah, Angola, dan Republik Sudan Selatan

14. Luganda, digunakan oleh sekitar 20 juta orang di Uganda dan Rwanda

15. Maithili, digunakan oleh sekitar 34 juta orang di India utara

16. Meiteilon (Manipuri), digunakan oleh sekitar dua juta orang di India Timur Laut

17. Mizo, digunakan oleh sekitar 830.000 orang di India Timur Laut

18. Oromo , digunakan oleh sekitar 37 juta orang di Ethiopia dan

19. Quechua Kenya, digunakan oleh sekitar 10 juta orang di Peru, Bolivia, Ekuador, dan negara-negara sekitarnya

20. Sansekerta, digunakan oleh sekitar 20.000 orang di India

21. Sepedi, digunakan oleh sekitar 14 juta orang di Afrika Selatan

22. Tigrinya, digunakan oleh sekitar delapan juta orang di Eritrea dan Ethiopia

23. Tsonga, digunakan oleh sekitar tujuh juta orang di Eswatini, Mozambik, Afrika Selatan, dan Zimbabwe

24. Twi, digunakan oleh sekitar 11 juta orang di Ghana


Dalam keterangan di blognya, Google mengaku akan terus meningkatkan model pembaruan untuk memberikan pengalaman yang sama seperti penerjemahan ke bahasa yang sudah ada sebelumnya.

Pembaruan dalam Google translate ini juga tak lepas dari banyak penutur asli, profesor, dan ahli bahasa yang bekerja bersama dengan Google.



Simak Video "Layanan Sempat Terkendala, Google Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia