ADVERTISEMENT

Pakar Unpad Ajak Warga Cegah Kanker Serviks, Siswa Juga Perlu Waspada

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Selasa, 21 Jun 2022 14:45 WIB
Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad Prof Yudi Mulyana Hidayat mengajak pencegahan kanker serviks dalam diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu, Sabtu (19/6/2022).
Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad Prof Yudi Mulyana Hidayat mengajak masyarakat mencegah kanker serviks dalam diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu, Sabtu (19/6/2022). (Dok. Unpad)
Jakarta -

Pakar Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Yudi Mulyana Hidayat mengingatkan resiko kanker serviks di tiap lapisan masyarakat. Termasuk bagi anak-anak yang disebut Yudi juga memiliki risiko terinfeksi.

"Setiap wanita beresiko, baik menikah, tidak menikah, baik anak-anak maupun orang tua. Karena virus ini sudah common (umum)," ujar Yudi sebagaimana dilansir dari laman resmi Unpad, Senin (20/6/2022).

Terlebih, kata Yudi, kanker serviks sudah menjadi penyakit kanker dengan jumlah penderita terbesar kedua setelah kanker payudara. Bahkan, kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker serviks.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad ini menambahkan, laki-laki pun memiliki peranan besar terkait masuknya virus pada mulut rahim. Jadi, laki-laki perlu diikutsertakan dalam upaya pencegahan kanker.

"Selama ini kanker serviks dianggapnya wanita saja yang punya tanggung jawab padahal laki-laki besar pengaruhnya, itu kenapa terjadinya
kanker serviks," jelasnya.

Berdasarkan data Global Cancer Observatory, Indonesia menempati peringkat pertama dengan penderita kanker serviks di Asia Tenggara, peringkat kedua di Asia dan peringkat delapan di dunia. Pada tiap jamnya ada satu perempuan Indonesia yang meninggal akibat kanker serviks.

Dekan Fakultas Kedokteran Unpad tersebut menekankan perlunya perhatian seluruh lapisan masyarakat terkait penyakit ini. Terlebih, angka kematian akibat terlambatnya penanganan pada kanker serviks cukup besar.

"Jangan sampai datang ke fasilitas kesehatan ini dalam kondisi terlambat," kata Prof Yudi.

Pencegahan dini terkait kanker serviks diperlukan karena masih banyak yang belum tahu gejala awal penyakit tersebut. Kebanyakan dari mereka
datang ke fasilitas kesehatan dengan kondisi kanker stadium lanjut.

Prof Yudi menambahkan, virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks sangat mudah dijumpai di sekitar kita, sehingga sulit dicegah masuk ke dalam tubuh. Meski demikian, perjalanan infeksi virus hingga menjadi kanker membutuhkan waktu tiga hingga puluhan tahun.

"Karena waktu yang dibutuhkan panjang, sebetulnya ada kesempatan kita untuk mencegahnya, dengan skrining, vaksinasi, dan sebagainya," tandas dia.



Simak Video "Kenali Gejala Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai!"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/rah)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia