10 Provinsi dengan Pesantren Terbanyak di Indonesia, Meriah Santri!

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 17 Jun 2022 17:30 WIB
Santri Ponpes Nurul Hidayah mengaji di alam terbuka dengan penerangan lampu sentir.
Ilustrasi provinsi di Indonesia dengan pesantren terbanyak. Foto: Jarmaji/detikJateng
Jakarta -

Pesantren adalah salah satu pilihan institusi pendidikan berbasis keagamaan Islam di Indonesia. Buku Pendidikan Pesantren: Pola Pengasuhan, Pembentukan Karakter, dan Perlindungan Anak karya Achmad Muchaddam Fahham menyebutkan, keunikan sistem pendidikan pesantren disebut oleh Abdurrahman Wahid dengan istilah subkultur.

Letak keunikan pesantren adalah elemen-elemen yang membentuk tradisinya, misalnya masjid, santri, pondok, kitab klasik keagamaan, dan kiai. Selain itu, tujuan, fungsi, prinsip pembelajaran, kurikulum, dan metodenya juga merupakan keunikan tersendiri bagi pesantren.


Berdasarkan Pangkalan Data Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, di Indonesia ada sejumlah provinsi yang memiliki jumlah pesantren terbanyak. Provinsi mana saja yang dimaksud?

Provinsi dengan Jumlah Pesantren Terbanyak

1. Jawa Barat: 8.343

  • Santri bermukim: 148.987
  • Santri tidak mukim: 306.728

2. Banten: 4.579

  • Santri bermukim: 60.897
  • Santri tidak mukim: 96.042

3. Jawa Timur: 4.452

  • Santri bermukim: 323.293
  • Santri tidak mukim: 241.006

4. Jawa Tengah: 3.787

  • Santri bermukim: 166.605
  • Santri tidak mukim: 132.269

5. Aceh: 1.177

  • Santri bermukim: 124.922
  • Santri tidak mukim: 50.974

6. Nusa Tenggara Barat: 684

  • Santri bermukim: 126.881
  • Santri tidak mukim: 122.961

7. Lampung: 677

  • Santri bermukim: 32.469
  • Santri tidak mukim: 31.782

8. DI Yogyakarta: 319

  • Santri bermukim: 30.858
  • Santri tidak mukim: 14.271

9. Sumatra Selatan: 317

  • Santri bermukim: 39.225
  • Santri tidak mukim: 29.164

10. Sulawesi Selatan 289

  • Santri bermukim: 43.091
  • Santri tidak mukim: 30.613

Wujud pembelajaran di pesantren saat ini sendiri sudah mengalami banyak perubahan. Jika dahulu hanya mengajarkan mengenai kitab kuning, sekarang kurikulum di dalamnya mengadopsi kurikulum madrasah.

Bahkan, banyak juga pesantren yang mengadopsi kurikulum sekolah umum atau menyusun sendiri. Kurikulum ini biasanya mengkolaborasikan kurikulum madrasah dan sekolah biasa.

Namun, pesantren tetap berbeda dengan madrasah. Letak perbedaan keduanya ada pada tradisi, sistem asrama, dan metode pembelajaran. Contohnya, pesantren sangat lekat dengan tradisi kitab kuning, sedangkan madrasah tidak.
Selain itu, sistem asrama membuat pesantren bisa mendidik santri selama 24 jam dan mengaplikasikan ilmu agamanya dalam kehidupan. Hal ini jelas berbeda dengan madrasah yang memiliki sistem mirip sekolah umum non asrama.



Simak Video "Cabuli 6 Santri, Pengasuh Ponpes di Banyuwangi Terancam 20 Tahun Bui"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia