Kiprah Indische Partij: Sejarah, Dinamika Perjuangan, dan Tujuannya

Rafi Aufa Mawardi - detikEdu
Senin, 13 Jun 2022 16:00 WIB
Pranata (1959) Ki Hadjar Dewantara : Perintis perdjuangan kemerdekaan Indonesia, Balai Pustaka. (Wikimedia Commons)
Ki Hajar Dewantara salah satu pendiri Indische Partij (Foto: Pranata (1959) Ki Hadjar Dewantara : Perintis perdjuangan kemerdekaan Indonesia, Balai Pustaka/Wikimedia Commons)
Jakarta -

Bagi kamu yang suka dengan pelajaran Sejarah Indonesia, apakah pernah mendengar mengenai organisasi Indische Partij? Jadi Indische Partij adalah organisasi politik atau partai politik pertama di Hindia Belanda (Indonesia).

Sebagai parpol, kiprah Indische Partij terbilang cukup revolusioner di zaman kolonial Hindia Belanda pada awal abad ke-20.

Indische Partij menjadi inisiator dalam konteks organisasi sosial-politik di era Hindia Belanda yang digawangi oleh Tiga Serangkai, yakni Ernest Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Ki Hajar Dewantara.

Menariknya, organisasi ini diisi oleh sekitar 7.000 orang yang berasal dari darah pribumi dan campuran.

Sejarah Indische Partij

Di awal abad ke-20, Belanda masih secara parsial melakukan penjajahan terhadap Indonesia - dulunya Hindia Belanda. Berbagai kebijakan politik maupun non-politik selalu menghantui masyarakat pribumi, seperti ketimpangan ekonomi, disparitas gaji antara pribumi dan Belanda, hingga di ranah politik di mana orang pribumi tidak dapat duduk di posisi yang sejajar dengan Belanda.

Situasi yang kompleks ini dirasakan betul oleh Ernest Douwes Dekker yang merupakan keturunan Belanda dan kerap kali merasakan diskriminasi sosial dari orang Belanda asli. Ernest Douwes Dekker adalah orang yang kritis terhadap berbagai dinamika sosial-politik pada masa itu, sehingga keresahannya dituangkan dalam organisasi Hindia-Belanda pertama yang bernama Indische Bond.

Akan tetapi, ide besar dari Ernest Douwes Dekker yang dikristalisasi dalam Indische Bond relatif tidak berlangsung lama. Sebab, masyarakat marjinal yang adalah pribumi asli tidak memberikan dukungan sosial maupun politiknya terhadap Indische Bond karena dirasa sangat eksklusif - karena hanya orang Belanda saja.

Atas dasar ini, pada 25 Desember 1912 berdirilah Indische Partij yang diinisiasi oleh Ernest Douwes Dekker, Tjipto Mangoenkoesoemo, dan Ki Hajar Dewantara yang berpusat di kota Bandung. Yap, jadi Ernest Douwes Dekker akhirnya menggandeng dua rekannya yang asli pribumi yaitu Tjipo Mangoenkoesoemo yang merupakan dokter dan Ki Hajar Dewantara seorang pelopor pendidikan untuk kaum pribumi.

Dinamika Perjuangan Indische Partij

Setelahnya, Indische Partij berlayar melawan arus kolonialisme Belanda dengan semangat nasionalisme yang tinggi untuk satu tujuan, yaitu kemerdekaan. Nasionalisme digiring oleh organisasi ini ke penjuru negeri untuk menarik simpati dan dukungan sosial dari masyarakat. Beberapa narasi kritis pun dituangkan ke dalam surat kabar De Express yang dimasifkan ke beberapa daerah di pulau Jawa.

Kemudian, Indische Partij juga melahirkan tulisan yang cukup satir dan menohok berjudul Als Nederlander was yang berarti Andaikan Aku Seorang Belanda. Tidak hanya itu, gerakan sosial berunsur narasi ini terus digemakan menyusul artikel dari Tjipto Mangoenkoesoemo yang berjudul Kracht of Vress yang berisi kritik tajamnya mengenai pemerintah Belanda.

Sayangnya, masa-masa perlawanan dan keemasan dari Indische Partij tidak berlangsung lama. Karena, pada 4 Maret 1913, organisasi politik beraliran nasionalisme ini resmi dibubarkan dengan alasan memiliki aliran politik yang berbeda dengan Belanda. Menurut pihak Belanda, Indische Partij dianggap sebagai organisasi yang dapat membangkitkan rasa nasionalisme dari masyarakat yang dikhawatirkan akan melawan pemerintah Belanda.

Setelah peristiwa pembubaran Indische Partij, Tiga Serangkai ini akhirnya diasingkan ke Belanda. Namun dalam pengasingannya, mereka masih aktif untuk melakukan perjuangan melalui tulisan-tulisan yang sangat fenomenalnya terhadap pemerintah Belanda.

Tujuan Indische Partij

Menurut buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid V yang ditulis oleh Marwati Djoened Poesponegoro, ada empat tujuan didirikannya Indische Partij yaitu "membangun patriotisme dari seluruh rakyat Indonesia terhadap Indonesia sebagai tanah airnya".

Namun untuk mencapai tujuan kolektif tersebut, ada beberapa usaha yang dilakukan oleh Indische Partij. Antara lain:

· Menyerap cita-cita nasional Hindia (Indonesia)

· Memberantas kesombongan sosial dalam pergaulan, baik dalam bidang pemerintahan maupun kemasyarakatan

· Memberantas berbagai usaha yang mengakibatkan kebencian antar agama

· Memperbesar pengaruh pro-Hindia di pemerintahan Berusaha mendapatkan hak bagi semua orang Hindia

· Dalam pengajaran, harus bertujuan bagi kepentingan ekonomi Hindia dan memperkuat ekonomi mereka yang lemah.



Simak Video "Ketua KPK Harap Pengurus Parpol Masuk Kategori Penyelenggara Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia