Ini Bukti Peninggalan Bercorak Islam dari Kerajaan Samudera Pasai

Kristina - detikEdu
Senin, 13 Jun 2022 09:00 WIB
makam
Makam Sultan Malik al-Saleh (Sultan Malikussaleh) menjadi bukti peninggalan Kerajaan Samudera Pasai. Foto: (Datuk Haris Molana/detikTravel)
Jakarta -

Kerajaan Samudera Pasai atau dikenal dengan Kesultanan Pasai adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia. Salah satu bukti peninggalan bercorak Islam dari kesultanan Samudra Pasai yaitu ditemukannya makam Sultan Malik al-Saleh.

Kerajaan Islam ini terletak di Aceh. Jika dilihat di zaman sekarang, lokasinya terletak di wilayah utara Provinsi Aceh tepatnya di sekitar kota Lhokseumawe. Kerajaan ini berada di posisi strategis, mengingat Selat Malaka kala itu menjadi jalur perdagangan internasional China-India.

Keberadaan Kerajaan Samudera Pasai banyak diceritakan dalam Hikayat Raja-Raja Pasai dan catatan perjalanan Ibnu Batutah. Keduanya menjadi sumber rujukan yang cukup gamblang menjelaskan bukti-bukti peninggalan dari kerajaan tersebut.

Bukti terkuat yang menunjukkan eksistenti Kerajaan Samudera Pasai di Nusantara adalah batu nisan milik Sultan Malik al-Saleh. Malik al-Saleh adalah raja pertama kerajaan tersebut. Dalam buku Seri IPS Sejarah karya Prawoto disebutkan, Malik al-Saleh merupakan seorang pengembara yang kemudian mendirikan kerajaan di tanah Aceh.

Dalam Hikayat Raja-Raja Pasai, Malik al-Saleh awalnya diketahui bernama Meurah Silu. 'Meurah' merupakan gelar bangsawan di Sumatera Utara, sedangkan 'Silu' diduga berasal dari pertemuannya dengan Syekh Ismail, utusan dari Syarif Mekah yang kemudian memberikan gelar Malik al-Saleh.

Kerajaan Samudera Pasai menjadi tempat perkumpulan para saudagar-saudagar Islam dari Gujarat, Persia, China, dan Arab. Sumber sejarah memprakirakan kerajaan ini sudah bersentuhan dengan Islam sejak abad ke-8 dan akhir abad ke-13 sudah menjadi kerajaan bercorak Islam.

Daftar Raja Kerajaan Samudera Pasai

Pasca kepemimpinan Sultan Malik al-Saleh, kerajaan kemudian dipimpin oleh putranya, Sultan Muhammad yang bergelar Sultan Malik al-Zahir. Dia memerintah sekitar tahun 1297-1326 dan berhasil membawa perkembangan pesat bagi kerajaan.

Berikut daftar raja-raja yang pernah bertahta di Kerajaan Samudera Pasai:

1. Sultan Malikul Saleh
2. Sultan Muhammad Malikul Zahir
3. Sultan Mahmud Malik Az-Zahir
4. Sultan Malik Az-Zahir
5. Sultan Ahmad Malik Az-Zahir
6. Sultan Zain Al-Abidin Malik Az-Zahir
7. Sultanah Nahrasiyah
8. Sultan Sallah Ad-Din
9. Sultan Abu Zaid Malik Az-Zahir
10.Sultan Mahmud Malik Az-Zahir
11.Sultan Zain Al-'Abidin
12.Sultan Abdullah Malik Az-Zahir
13.Sultan Zain Al'Abidin

Runtuhnya Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Sultan Zain Al'Abidin (Zainulabidin) sekitar tahun 1521. Salah satu penyebabnya akibat perpecahan antara kaum bangsawan yang saling berebut kekuasaan.

Sumber lain menyebutkan, runtuhnya kerajaan ini disebabkan oleh serangan Portugis yang iri karena pesatnya Kerajaan Samudera Pasai. Akibat angkatan perang yang tak imbang, akhirnya Portugis berhasil menaklukkan kerajaan bercorak Islam ini.

Dalam kondisi yang semakin melemah, Sultan Ali Mughayat Syah yang merupakan raja Kerajaan Aceh Darussalam, memanfaatkan peluang tersebut. Ia kemudian mengambil alih kekuasaan Kerajaan Samudera Pasai dan akhirnya masuk ke Kerajaan Aceh Darussalam.



Simak Video "Megahnya Arsitrktur Istana Siak Bergaya Eropa dan Timur Tengah, Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia