5 Kriteria Mati Syahid Menurut Rasulullah SAW: Terkena Wabah - Tenggelam

Devi Setya - detikEdu
Sabtu, 11 Jun 2022 06:32 WIB
Berdoa di makam
Ilustrasi berdoa Foto: Getty Images/iStockphoto/HAYKIRDI
Jakarta -

Setiap manusia memang sudah memiliki takdir masing-masing, termasuk takdir tentang usia. Ada orang-orang yang ditetapkan meninggal dalam keadaan syahid.

Mati syahid adalah kematian yang dihadiri oleh para malaikat. Dalam Islam, orang yang termasuk mati syahid adalah mereka yang mati saat berperang karena memperjuangkan kebenaran. Ternyata mati syahid bukan hanya bisa diraih oleh orang-orang yang meninggal saat berperang saja.

Dikutip dari buku Kemuliaan Mati Syahid karya Dr. Ali Syariati (10/6), Rasulullah SAW bersabda, ada 5 kematian yang tergolong mati syahid.

"Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bertanya (kepada sahabatnya), 'Siapakah orang yang mati syahid di antara kalian?' Mereka menjawab, 'Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah.' Rasulullah SAW menjawab, 'Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang mati syahid.' Para sahabat bertanya 'Mereka itu siapa ya Rasul?' Rasulullah SAW menjawab, 'Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang mati di jalan Allah (bukan karena perang) juga syahid, orang yang tertimpa tha'un (wabah) pun syahid, orang yang mati karena sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid'." (HR. Muslim)

Berikut beberapa syarat orang yang mati syahid:

1. Orang yang ikut berperang

Gelar mati syahid diperoleh untuk orang-orang yang ikut berperang di jalan Allah SWT lalu meninggal di medan perang. Orang-orang yang mati di medan perang memiliki kemuliaan yang tinggi. Jenazahnya pun dapat dikubur tanpa harus disalatkan atau dimandikan terlebih dahulu.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda terkait jenazah korban perang Uhud:

لَا تُغَسِّلُوهُمْ، فَإِنَّ كُلَّ جُرْحٍ - أَوْ كُلَّ دَمٍ - يَفُوحُ مِسْكًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: "Jangan kalian mandikan mereka, karena setiap luka atau darah, akan mengeluarkan bau harum minyak misk pada hari kiamat." (HR. Ahmad 14189 dan dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth)

2. Orang yang mati di jalan Allah

Orang-orang yang meninggal akibat perjuangan membela Islam atau lebih dikenal dengan jihad, juga termasuk sebagai mati syahid. Mereka tetap wajib dimandikan, dikafani, disalatkan, dan dimakamkan.

Orang-orang yang termasuk golongan ini antara lain meningal saat menuntut ilmu, meninggal karena kecelakaan di perjalanan dakwah atau orang yang wafat ketika sedang di dalam agenda dakwah.

3. Orang-orang yang terkena wabah

Orang yang terkena wabah, juga sama dengan orang yang meninggal di jalan Allah, meskipun bukan karena perang mereka dianggap mati syahid. Mereka termasuk sebagai mati syahid akhirat, sementara jenazahnya ditangani sebagaimana umumnya jenazah umat muslim yakni dimandikan dan shalatkan sebelum dimakamkan.

4. Orang yang meninggal karena sakit perut

Orang-orang yang meninggal karena sakit perut juga termasuk golongan orang yang mati syahid. Dalam kitab Fathul Bari terdapat Bab: obat sakit perut dan terdapat hadits Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alahi wa sallam, beliau bersabda,

"Barang siapa yang mati karena (ada penyakit) dalam perut maka ia syahid" (HR. Muslim)

Menurut Imam An-Nawawi, orang yang meninggal karena penyakit di perutnya, baik karena tenggelam, melahirkan, atau yang lainnya diganjar dengan pahala syahid.

5. Orang yang mati karena tenggelam

Dilansir dari laman Muhammadiyah.or (10/6) orang-orang yang meninggal karena tenggelam juga masuk dalam golongan yang mati syahid. Ketika seseorang mengalami tenggelam, orang tersebut kemungkinan akan mengalami sakit tak tertahankan dan penderitaan sebelum meninggal.

Orang yang meninggal karena tenggelam di air tergolong mati syahid. Jika jenazah diketemukan maka harus dimakamkan sesuai syariat Islam yakni dengan dimandikan, dikafani dan disholatkan.

Itulah 5 orang yang termasuk dalam golongan mati syahid. Meskipun demikian, ada beberapa syarat yang bisa menjadikan orang ini tergolong mati syahid yakni harus dalam keadaan beriman, berada di jalan Allah SWT, dan tidak diperbudak oleh siapa pun baik secara rohani maupun jasmani.



Simak Video "Dokter Bicara soal Viral Bayi 6 Bulan Meninggal Usai Dibawa Ortu Motoran"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia