ADVERTISEMENT

Ini Sebutan Kaum Muslimin yang Berhijrah dari Mekah ke Madinah

Kristina - detikEdu
Senin, 06 Jun 2022 16:00 WIB
Ilustrasi unta
Ilustrasi hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Foto: (Thinkstock)
Jakarta -

Pada tahun ke-13 kenabian, Rasulullah SAW menerima perintah untuk berhijrah dari Mekah ke Madinah. Beliau kemudian pindah ke kota yang dulunya bernama Yatsrib bersama kaum muslimin lainnya.

Kondisi Mekkah saat itu sudah sangat rawan dan banyak sekali perlawanan dari kaum kafir. Mengutip buku Cerita Al Qur'an karya M. Zaenal Abidin, kaum kafir tidak pernah berhenti menentang dakwah yang dilakukan Rasulullah SAW.

Sementara itu, kondisi Madinah sangat menjanjikan. Islam berkembang pesat dan hampir tidak ada hambatan. Maka, setelah menerima perintah dari Allah SWT, nabi kemudian berhijrah bersama kaum muslimin.

Kaum muslimin yang berhijrah dari Mekah ke Madinah disebut Muhajirin, sedangkan kaum muslimin Madinah yang menerima hijrah disebut Anshar.

Dalam buku Sejarah Peradaban Islam, Prof Suyuthi Pulungan menjelaskan, keputusan hijrah Rasulullah SAW ini didorong oleh beberapa faktor. Pertama, Rasulullah SAW ingin menyelamatkan kaum muslimin dari kesewenang-wenangan kaum kafir Quraisy.

Kedua, Rasulullah SAW yakin dengan konsistensi kaum muslimin yang ada di Madinah bahwa mereka akan memberikan perlindungan kepada saudaranya dari Mekah. Ketiga, Allah SWT memerintahkan agar beliau berhijrah.

Rasulullah SAW Bangun Masjid setelah Tiba di Madinah

Mengutip buku Pendidikan Agama Islam: Sejarah Kebudayaan Islam untuk Madrasah Aliyah Kelas X oleh Imam Subchi, rombongan Nabi Muhammad SAW yang berhijrah tiba di Madinah pada hari Jumat 12 Rabiul Awal (24 September 662 M). Kala itu, umat Islam di Madinah menyambutnya dengan gembira dan ingin sekali bertemu dengan Rasulullah SAW.

Para pemuka Madinah beramai-ramai menawarkan diri kepada Rasulullah SAW untuk tinggal di kediaman mereka dengan segala persediaan dan persiapan yang ada. Namun, beliau secara halus meminta maaf kepada mereka.

Rasulullah SAW memilih untuk beristirahat di rumah wali dari dua anak yatim piatu. Tempat ini ia dapati tatkala untanya berhenti di sebuah tempat penjemuran kurma milik dua anak yatim dari Bani Najjar.

Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah SAW begitu tiba di Madinah adalah membangun masjid. Pembangunan masjid ini berfungsi sebagai tempat ibadah kepada Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antar kaum muslimin.

Masjid tersebut juga berfungsi sebagai tempat mendidik kaum muslimin, tempat bermusyawarah, sekaligus markas tentara.

Setelah membangun masjid, langkah Rasulullah SAW selanjutnya adalah mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar. Di samping itu, Madinah juga masih dihuni oleh suku Aus dan Khazraj serta orang-orang Yahudi.

Melihat kondisi penduduk yang beragam itu, Rasulullah SAW kemudian menyusun strategi untuk mempererat persatuan dan menghilangkan berbagai hal yang menyebabkan permusuhan lama di antara mereka.

Beliau mengajak kaum Muhajirin dan Anshar bersumpah atas nama Allah SWT untuk saling menjaga persaudaraan.

Selain membangun masjid dan mempersaudarakan kedua kaum muslimin, selama hijrah di Madinah Rasulullah SAW juga membuat perjanjian dengan masyarakat yang dikenal dengan Piagam Madinah.

Piagam Madinah bertujuan untuk memperkokoh posisi kaum muslimin dari gangguan penduduk asli, bangsa Arab, maupun Yahudi. Hal ini juga dilakukan tak lain untuk menjaga stabilitas di Madinah.



Simak Video "Alfie Alfandy, Pendiri Bikers Dakwah Mantan Artis Pecandu Narkoba"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/lus)

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia