Bagaimana Asal-usul Penamaan Bumi? Ini Penjelasan Linguistiknya

Bagaimana Asal-usul Penamaan Bumi? Ini Penjelasan Linguistiknya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 03 Jun 2022 21:00 WIB
An CG astronaut in a modern space suit, connected to a tethered lifeline floats in deep space and looks at the lights of planet earth as the sun rises. Distant stars and galaxies are visible in the background. Credit: NASA https://earthobservatory.nasa.gov/images/79790/city-lights-of-asia-and-australiaand ESO for background images.
Foto: Getty Images/iStockphoto/peepo/Bagaimana Asal-usul Penamaan Bumi? Ini Penjelasan Linguistiknya
Jakarta -

Pernahkah berpikir bagaimana dunia ini dinamakan dengan Bumi? ternyata seperti banyak nama objek tata surya, nama asli Bumi sudah lama hilang dari sejarah. Namun, penamaan bumi ini bisa dikaji dengan pendekatan ilmu linguistik.

Linguistik atau ilmu bahasa bisa digunakan untuk menelusuri penamaan Earth atau Bumi. Pendekatan ini bisa dikaitkan dengan istilah Earth/Bumi yang terdekat, yang pernah digunakan dalam bahasa.

Istilah dari Bahasa Leluhur Inggris

Dikutip dari Live Science, ada sebuah istilah yang mendekati Earth yakni Ertha yang berarti tanah di mana kita berdiri. Istilah tersebut berasal dari bahasa Anglo-Saxon, salah satu dari banyak bahasa leluhur ke bahasa Inggris.

"Anglo-Saxon" adalah istilah modern untuk merujuk pada kelompok budaya yang tinggal di Inggris dan Wales modern, tak lama setelah Kekaisaran Romawi runtuh, antara abad kelima dan Penaklukan Norman pada 1066.

Arkeolog dan sejarawan Gillian Hovell mengatakan bahwa Ertha dalam bahasa Anglo-Saxon berarti tanah tempat (kita) berjalan, tanah tempat menabur tanaman.

"Ertha juga menghubungkan ke tempat di mana kehidupan muncul dan bahkan mungkin dengan leluhur yang terkubur di dalam tanah. Namun terkadang namanya bisa berubah-ubah artinya tergantung dari budayanya," terangnya.

Istilah dari Bahasa Latin

Istilah populer modern lainnya untuk Earth/Bumi berasal dari bahasa Latin yakni 'Terra' yang berarti tanah tempat Anda berdiri, bertani atau berinteraksi.

Menurut Hovell, dari nama Terra inilah kemudian ada kata-kata bahasa Inggris modern "terrestrial," "subterranean," "extraterrestrial" dan seterusnya.

Selain itu, ada juga istilah lain yakni 'mundus', yang dimaksudkan untuk menggambarkan seluruh alam semesta.

Menurut Hovell, istilah mundus ini untuk menggambarkan bahwa bumi atau dunia yang berisi manusia, terpisah dari planet lain di alam semesta.

Mundus juga dapat ditemukan dalam istilah Prancis modern monde (dunia), mondo Italia, mundo Spanyol dan mundo Portugis, di antara nenek moyang "bahasa Roman" Latin lainnya.

Penamaan Planet di Tata Surya

Menurut Smithsonian National Air and Space Museum, tradisi penamaan planet sudah digunakan oleh orang Romawi sejak bangsa Babilonia. Istilah Yunani untuk planet berarti sesuatu seperti "pengembara" atau "pengembara".

Bangsa Romawi memberi nama planet-planet ini berdasarkan bagaimana mereka tampak dengan mata telanjang di langit, berabad-abad sebelum teleskop tersedia.

Misalnya penamaan Merkurius yang diartikan sebagai utusan para dewa. Planet yang dinamai Venus - yang asosiasinya termasuk dewi cinta dan kadang-kadang disebut Lucifer.

Kemudian penampilan cerah Jupiter dikaitkan dengan raja para dewa dan Saturnus (yang datang setelah Jupiter dalam model geosentris) adalah ayah Jupiter di bawah mitologi Romawi.

Berabad-abad kemudian, barulah di awal zaman teleskopik orang-orang yang menamai Uranus, Neptunus, dan Pluto dengan meneruskan cara orang Romawi melakukannya.

Namun, penamaan planet tersebut bukanlah praktik universal. Karena dulu Uranus juga hampir dinamai George III ketika penemunya, astronom Inggris kelahiran Jerman, William Herschel, ingin berterima kasih kepada pendukung keuangannya.



Simak Video "Astrobiolog Sebut Gas Tertawa Bisa Jadi Tanda Kehidupan di Exoplanet"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia