Outsourcing: Pengertian, Contoh, Keuntungan, dan Kelemahan

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 03 Jun 2022 18:30 WIB
Ilustrasi merekrut karyawan.
Ilustrasi tenaga kerja outsourcing (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo meminta para instansi pemerintahan untuk merekrut tenaga outsourcing atau alih daya, guna mengisi tenaga honorer yang akan dihapus.

Rekrutmen outsourcing ini bisa dilakukan apabila instansi yang bersangkutan membutuhkan tenaga lain seperti tenaga kebersihan, satuan pengamanan, atau pengemudi.

Menpan RB secara resmi mengundangkan ketetapan tersebut pada 31 Mei 2022 melalui surat edaran nomor B/185/M.SM.02.02/2022. Surat itu menjelaskan penghapusan tenaga honorer di semua instansi pemerintah mulai 28 November 2023.

Sehingga, status kepegawaian di lingkungan instansi pemerintah diwajibkan berupa dua jenis saja, yakni PNS dan PPPK. Namun, pegawai non-ASN yang memenuhi syarat dapat diberi kesempatan untuk ikut seleksi calon PNS atau PPPK.

Terkait hal ini, apakah detikers sudah memahami apa yang dimaksud dengan tenaga outsourcing (alih daya)? Seperti apa konsep, keuntungan, dan kelemahannya?

Pengertian Outsourcing

Mengutip dari buku Soal Jawab Ujian LSPP AAMAI: 103 Praktik Bisnis Asuransi dan Keuangan yang disusun oleh Afrianto Budi dkk., outsourcing adalah penggunaan sumber daya terampil dari luar perusahaan untuk melakukan pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan oleh staf intern.

Sumber tenaga outsourcing adalah organisasi perusahaan eksternal yang bersifat spesialis dan dapat menawarkan berbagai layanan. Konsep outsourcing memiliki manfaat utama, membuat perusahaan bisa fokus pada kegiatan inti, sehingga lebih produktif.

Contoh Outsourcing

Bentuk outsourcing yang cukup umum adalah layanan kebersihan dan katering. Kemudian, di perusahaan asuransi misalnya, terdapat lost adjuster.

Walau begitu, jasa alih daya kini tersedia secara luas. Hal ini dapat termasuk pengolahan data, IT, telesales, layanan pelanggan, pengelolaan payroll, dan lain sebagainya.

Beberapa contoh lain tenaga outsourcing adalah:

  • Surveyor risiko
  • Penilai kerugian
  • Tenaga ahli IT
  • Customer service
  • Konsultan hukum
  • Admin HRD

Keuntungan Outsourcing

  • Perusahaan alih daya pada umumnya merupakan spesialis dalam bidangnya dan dapat membawa keterampilan atau metode kerja yang baru bagi sebuah instansi.
  • Perusahaan/bisnis dapat menganggarkan biaya tetap yang sudah disepakati untuk sebuah jasa.
  • Perusahaan hanya membayar untuk apa yang dibutuhkan, ketimbang mempertahankan layanan in-house mereka sendiri.
  • Sebuah bisnis mendapat jaminan tingkat layanan tertentu, sebagaimana telah diatur dalam kontrak.
  • Memberi peluang kemitraan baru antara instansi bisnis dan perusahaan outsourcing.
  • Sebuah bisnis bisa meningkatkan kemampuan dalam pengembangan sebuah produk atau kecepatan ke pasar.
  • Ada banyak waktu untuk fokus pada inti bisnis.

Kelemahan Outsourcing

  • Apabila layanan buruk, maka konsekuensinya bisnis bisa menurun. Sebab, pelanggan tidak memahami seluk beluknya.
  • Terdapat risiko di mana informasi rahasia perusahaan diketahui pihak luar karena staf eksternal tidak menyadari pentingnya hal ini.
  • Jika terlalu bergantung pada outsourcing, maka biaya yang dibutuhkan akan lebih tinggi. Sebab harus mempertahankan kontrak eksternal, bahkan saat terdapat alternatif internal yang lebih murah.
  • Pemahaman penuh mengenai perilaku pelanggan dan kepuasan bisa hilang apabila komunikasi antara perusahaan dan pihak alih daya tidak memadai.
  • Kontrol tertentu bisa jadi hilang setiap kali terjadi kontrak antara perusahaan dan pihak outsourcing.


Simak Video "PNS di Daerah Ini Dapat 'Keistimewaan' untuk Beli Mobil"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia