Tari Kreasi: Pengertian, Ciri-ciri dan Jenis-jenisnya

Anisa Rizki - detikEdu
Senin, 30 Mei 2022 16:30 WIB
Penari menampilkan kreasi tari Larung Sesaji di tepi Pelabuham Satelit Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/3/2021). Tarian yang ditampilkan oleh Padepokan Seni Dewi Sekartaji itu menceritakan nelayan muncar dalam melaksanakan tradisi petik laut sebagai warisan budaya leluhur. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/wsj.
Tari kreasi. Foto: ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA
Jakarta -

Perkembangan tari di Indonesia semakin berkembang seiring berjalannya waktu, terutama pada tari kreasi. Tari kreasi ini juga sering disebut sebagai tari kreasi baru.

Pengertian tari kreasi sendiri merujuk kepada kombinasi antara nilai tari tradisional dengan modern. Singkatnya, tari kreasi lebih kepada tari tradisional yang dikreasikan sedemikian rupa dengan gerakan-gerakan yang tak kalah menarik dan menjunjung nilai estetika.

Mengutip dari buku Pembelajaran Tari dalam Kurikulum PAUD, pembentukan tari kreasi ini sebagai salah satu langkah untuk melestarikan tari tradisional. Selain itu, tari kreasi juga mencegah tari tradisional agar tidak punah.

Tari kreasi juga cenderung disukai oleh anak-anak karena gerakannya yang energik dan lincah. Selain itu, tari kreasi juga tidak terikat kepada standar tari yang baku.

Rancangan pada tari kreasi dibentuk sesuai kreasi penata tari dengan tetap menyesuaikan dan memelihara nilai artistiknya dengan karakteristik lincah. Tari kreasi ini kerap ditampilkan pada penampilan utama sebagai tari pembuka yang bersifat non formal.

Selain itu, tari kreasi juga memiliki ciri dan jenisnya tersendiri. Untuk lebih lengkapnya, simak beberapa penjelasan di bawah ini.

Ciri-ciri Tari Kreasi

Dikutip dari buku Seni Budaya dan Prakarya SD karya Dra. Lilin Candrawati S., M.Sn, tari kreasi memiliki beberapa ciri yang juga menjadi karakteristik tersendiri. Ciri ciri dari tari kreasi antara lain:

- Gerakannya tidak terlalu sulit dan mudah dihafal, sehingga banyak digemari oleh anak anak
- Durasi waktunya cenderung lebih singkat ketimbang tari tradisional pada umumnya
- Mengutamakan gerak eksplorasi
- Makna atau pesan dari tarian sebagai ungkapan ekspresi pribadi
- Tidak menunjukkan identitas kultural

Jenis-jenis Tari Kreasi

Selain memiliki ciri, tari kreasi juga dapat digolongkan ke dalam dua jenis. Hal ini sebagaimana dinyatakan oleh Arina Restian dalam bukunya dengan judul Koreografi Seni Tari Berkarakter Islami untuk Anak Sekolah Dasar.

1. Tari Kreasi Baru Berpola Tradisi

Tari kreasi yang satu ini dilandasi oleh kaidah kaidah tari tradisi yang diambil dari khasnya tersebut. Baik itu dalam koreografi tariannya maupun pengambilan cerita yang menyangkut sentuhan tradisi.

Selain itu, musik, rias dan busana, serta tat teknik pentasnya juga diambil dari tradisi tertentu. Meskipun ada pengembangan, namun tidak menghilangkan esensi ketradisiannya.

2. Tari Kreasi Baru Tidak Berpolakan Tradisi (Non Tradisi)

Tari kreasi ini koreografinya bersifat lebih atraktif dan tidak monoton. Selain itu tari ini juga memiliki karakteristik yang lebih menarik dan ritmis.

Hal tersebut dapat dilihat dari rian dan busananya serta tata teknik pentasnya. Meskipun tidak menggunakan pola pola tradisi, namun bukan berarti tidak menggunakan unsur unsur tradisi sama sekali.

Tarian ini biasa disebut sebagai tari modern. Secara bahasa modern berasal dari kata Latin "modo" yang memiliki arti baru saja.

Nah itulah pengertian dari tari kreasi beserta ciri dan jenisnya. Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat ya, detikers!



Simak Video " Potret Sejarah 12 Penari Yogyakarta di Pameran Arsip Gelar Gulung"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia