Surah As Sajdah Ayat 1-30 dan Keutamaannya, Bacaan Nabi Tiap Jumat

Rahma Harbani - detikEdu
Jumat, 27 Mei 2022 21:00 WIB
al quran
Ilustrasi. Surah As Sajdah ayat 1-30 dan keutamaannya. (iStock)
Jakarta -

Surah ke-32 dalam susunan mushaf Al-Qur'an atau surah As Sajdah ayat 1-30 mengandung sejumlah keutamaan bagi yang membacanya seperti surah-surah lain dalam Al-Qur'an. Terbukti dari keterangan hadits, surah ini menjadi salah satu surah yang dibaca Rasulullah SAW tiap Jumat pagi.

Hadits ini diceritakan dari Abu Hurairah RA yang berkata,

كان النبي صلّى اللّه عليه وسلّم يقرأ في الفجر يوم الجمعة الم تَنْزِيلُ السجدة ، وهَلْ أَتى عَلَى الْإِنْسانِ [الإنسان 76/ 1]. رواه البخاري ومسلم

Artinya: "Nabi SAW selalu membaca di pagi hari Jumat Alif Lam Mim Tanzil (surah As Sajdah), dan Hal ata alal insani (surah Al Insan)," (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dikutip dari Buku Pintar Muslim dan Muslimah, Ibnu Taimiyah mengatakan, Rasulullah SAW membaca surah As Sajdah pada waktu subuh. Hal ini disebabkan, kandungan dari surah tersebut mencakup apa yang telah terjadi dan belum terjadi pada hari Jumat.

"(Surah As Sajdah juga) mencakup penciptaan Adam, hari kiamat, pengumpulan hamba-hamba Allah SWT dan semua yang terjadi pada hari Jumat," bunyi keterangan dari Ibnu Taimiyah.

Sementara itu, Abu Ubaid dalam Al-Itqan fi Ulumil Qur'an karya Imam Jalaluddin al-Suyuthi, ia meriwayatkan dari Ibnu Umar secara mauquf menyebutkan keutamaan surah As Sajdah yang lebih tinggi 60 derajat dibandingkan dengan surah-surah lain dalam Al-Qur'an. Dia berkata,

"Di dalam surat As Sajdah dan Al Mulk itu terdapat keutamaan 60 derajat di atas surat-surat Al-Qur'an lainnya,"

Bacaan Surah As Sajdah Ayat 1-30 Beserta Artinya

الم

1. Bacaan latin: alif lām mīm

Artinya: Alif Lam Mim.

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

2. Bacaan latin: tanzīlul-kitābi lā raiba fīhi mir rabbil-'ālamīn

Artinya: Turunnya Al-Qur'an itu tidak ada keraguan padanya, (yaitu) dari Tuhan seluruh alam.

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۚ بَلْ هُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أَتَاهُمْ مِنْ نَذِيرٍ مِنْ قَبْلِكَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

3. Bacaan latin: am yaqụlụnaftarāh, bal huwal-ḥaqqu mir rabbika litunżira qaumam mā atāhum min nażīrim ming qablika la'allahum yahtadụn

Artinya: Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan, "Dia (Muhammad) telah mengada-adakannya." Tidak, Al-Qur'an itu kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar engkau memberi peringatan kepada kaum yang belum pernah didatangi orang yang memberi peringatan sebelum engkau; agar mereka mendapat petunjuk.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

4. Bacaan latin: allāhullażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā fī sittati ayyāmin ṡummastawā 'alal-'arsy, mā lakum min dụnihī miw waliyyiw wa lā syafī', a fa lā tatażakkarụn

Artinya: Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

5. Bacaan latin: yudabbirul-amra minas-samā`i ilal-arḍi ṡumma ya'ruju ilaihi fī yauming kāna miqdāruhū alfa sanatim mimmā ta'uddụn

Artinya: Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

ذَٰلِكَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

6. Bacaan latin: żālika 'ālimul-gaibi wasy-syahādatil-'azīzur-raḥīm

Artinya: Yang demikian itu, ialah Tuhan yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.

الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ

7. Bacaan latin: allażī aḥsana kulla syai`in khalaqahụ wa bada`a khalqal-insāni min ṭīn

Artinya: Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah,

ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ

8. Bacaan latin: ṡumma ja'ala naslahụ min sulālatim mim mā`im mahīn

Artinya: kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani).

ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

9. Bacaan latin: ṡumma sawwāhu wa nafakha fīhi mir rụḥihī wa ja'ala lakumus-sam'a wal-abṣāra wal-af`idah, qalīlam mā tasykurụn

Artinya: Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.

وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۚ بَلْ هُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ

10. Bacaan latin: wa qālū a iżā ḍalalnā fil-arḍi a innā lafī khalqin jadīd, bal hum biliqā`i rabbihim kāfirụn

Artinya: Dan mereka berkata, "Apakah apabila kami telah lenyap (hancur) di dalam tanah, kami akan berada dalam ciptaan yang baru?" Bahkan mereka mengingkari pertemuan dengan Tuhannya.

Surat As Sajdah selengkapnya dan keutamaan surah As Sajdah ayat 1-30 lainnya, klik selanjutnya >>

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia