Tafsir Surat Ar Rahman 19-21 dan Penjelasan Sains Tentang Laut yang Terpisah

Devi Setya - detikEdu
Minggu, 22 Mei 2022 19:00 WIB
Alquran
Foto: Getty Images/iStockphoto/Khairil Fadli
Jakarta -

Surat Ar Rahman adalah surat ke-55 dalam Al-Qur'an. Surat ini termasuk dalam surat makkiyah dan terdiri dari 78 ayat. Ar Rahman artinya Yang Maha Pengasih, ini juga menjadi salah satu dari Asmaul Husna.

Dalam surat Ar Rahman terdapat banyak hal menarik, salah satunya bisa dilihat dalam ayat 19-21. Dalam ayat ini disebutkan tentang dua lautan yang berdampingan namun tidak saling menyatu.

Berikut bunyi bacaan surat Ar Rahman ayat 19-21:

مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ

marajal-baḥraini yaltaqiyān

19. Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ

bainahumā barzakhul lā yabgiyān

20. antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi`ayyi ālā`i rabbikumā tukażżibān

21. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Ayat dalam surat Ar Rahman ini menjelaskan terkait fenomena alam. Dilansir dari Kemenag (22/5) dalam tafsir Kemenag dijelaskan bahwa keterpisahan dua luatan yang berdampingan tersebut memiliki faktor yang kompleks seperti tekanan angin, rotasi bumi, topografi dasar laut, rapat massa, temperature suhu udara, perbedaan iklim dan material lain yang saling berhubungan.

Di bumi, fenomena alam ini terjadi di Selat Gibraltar. Selat Gibraltar yang memisahkan Spanyol di Benua Eropa dan Maroko di Benua Afrika dan laut di sebelah timur Pulau Jepang ini merupakan pertemuan antara Laut Mediterania dan Laut Atlantik.

Selat Gibraltar terbilang sangat unik karena bisa dilihat dengan jelas bahwa ada dua air laut yang berdampingan dengan warna berbeda. Meskipun saling terkena arus dan gelombang laut, dua air ini tidak saling menyatu.

Kejadian ini ternyata bisa dijelaskan dalam bidang sains. Masih menurut penjelasan Kemenag, di beberapa Samudera seperti Pasifik, Atlantik, dan Hindia terdapat arus yang bergerak melawan permukaan laut yang dikenal sebagai Pacific Equatorial Undercurrent atau disebut Cromwell Current. Arus ini bergerak ke timur menentang arus Pacisic South Equatorial Current yang bergerak ke barat.

Pertentangan aliran arus ini kemudian yang membuat lautan seperti di Selat Gibraltar dan juga Laut Timur Jepang yang memiliki batasan namun tidak saling menyatu meskipun berdampingan.

Dalam buku Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik karya Ramadhani dkk, seorang ahli oseanografi bernama Francis J Cousteau pernah menyampaikan laporannya sebagai hasil pengkajiannya terhadap fenomena alam tersebut.

"Kami mempelajari pernyataan peneliti tertentu tentang penghalang yang memisahkan lautan dan mengamati bahwa Laut Mediterania memiliki salinitas dan kerapatan yang berbeda serta menjadi tempat hunian bagi flora dan fauna yang khas dari tempat itu," jelas Cousteau

Selain itu, Cousteau juga menjelaskan fenomena ini bisa disebabkan oleh gaya fisika yang dikenal dengan sebutan 'tegangan permukaan'. Lewat berbagai penelitian, para ahli kelautan menemukan bahwa air dari laut-laut yang bersebelahan memiliki perbedaan massa jenis.

Hal inilah yang kemudian membuat dua aliran laut ini tidak tercampur meskipun bersebelahan. Secara kasat mata, tampak seperti ada dinding tipis yang memisahkan.

Melihat tafsir dan penjelasan sains soal surat Ar Rahman ayat 19-21 menunjukkan bahwa Allah SWT memperlihatkan kekuasaannya kepada mahkluk di bumi. Semoga kita semua semakin banyak bersyukur atas nikmat yang dilimpahkan.



Simak Video "Masjid Ar Rahman, Komplek Pemakaman Raja-raja Indragiri, Riau"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/erd)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia