Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei: Sejarah dan Tokoh yang Berpengaruh

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 18 Mei 2022 17:30 WIB
rekonstruksi budi utomo di museum kebangkitan nasional
Tokoh dan Sejarah Hari Kebangkitan Nasional. Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom
Jakarta -

Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap tanggal 20 Mei. Tanggal tersebut bertepatan dengan kelahiran organisasi Budi Utomo pada tahun 1908.

Perlu diketahui juga, meski bangsa Indonesia memperingati hari tersebut tiap 20 Mei, tetapi momen ini bukanlah hari libur nasional. Pertama kali peringatannya dilakukan pada tahun 1948 di Yogyakarta oleh Presiden Soekarno.

Dikutip dari laman Kemdikbud, pada tanggal tersebut Soekarno meminta Ki Hajar Dewantara merayakan hari lahir Budi Utomo sebagai Hari Kebangunan Nasional, yang selanjutnya disebut dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Penetapan resminya pun akhirnya dilakukan 16 Desember 1959 oleh Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden (Keppres) nomor 316 tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur.

Tokoh Berpengaruh Hari Kebangkitan Nasional

Jauh sebelum ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional, para pendiri Budi Utomo dan dr Wahidin Soedirohusodo mengadakan pertemuan yang menghasilkan ide "studiefonds". Ide tersebut adalah dana pendidikan agar tidak mudah diadu oleh penjajah.

Waktu itu, Soetomo dan teman-temannya juga mempunyai semangat perjuangan yang tinggi. Oleh sebab itu, gagasan mereka cocok dengan dr Wahidin.

Para tokoh di balik berdirinya Budi Utomo sendiri adalah Soetomo, Soeradji Tirtonegoro, Gondo Soewarno, dan Goenawan Mangoenkoesoemo. Di samping itu, ada juga Soelaiman, M. Soewarno, Moehammad Saleh, RM. Goembrek, dan Soelaiman.

Sejarah Kebangkitan Nasional

Berdasarkan tulisan dalam laman Kemdikbud yang berjudul STOVIA, Boedi Oetomo, dan Kebangkitan Pergerakan Nasional, organisasi Budi Utomo membangkitkan semangat kebangkitan nasional ini.

Perkumpulan tersebut mengubah metode perjuangan dari yang awalnya mengandalkan perlawanan fisik, kemudian melibatkan diplomasi. Budi Utomo juga mengubah perjuangan yang awalnya kedaerahan menjadi nasional.

Selain itu, semangat Budi Utomo mendorong lahirnya berbagai organisasi lain yang juga bergerak di bidang politik melalui cara diplomatis. Setelah Budi Utomo berdiri, banyak organisasi serupa yang muncul, contohnya Sarekat Islam, Indische Partij, Muhammadiyah, Perhimpunan Indonesia, dan lainnya.

Sejarah Budi Utomo

Buku berjudul dr. Soetomo Dokter Penggerak Kebangkitan Nasional karya Rohmat Kurnia, Budi Utomo dibentuk oleh dr. Sutomo bersama para pelajar STOVIA, yaitu Douwes Dekker dan Dr, Tjipto Mangunkusumo. Budi Utomo adalah organisasi pertama yang bersifat modern.

Mereka memiliki visi dan misi meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pendidikan dan kebudayaan. Meski begitu, organisasi ini juga mengalami kemunduran.

Sebagaimana dikatakan dalam Modul Mata Pelajaran Sejarah SMA (2016) oleh Kemdikbud, kemunduran ini dikarenakan aktivitas mereka yang hanya sebatas penerbitan majalah Goeroe Desa dan sejumlah petisi meningkatkan mutu pendidikan yang ditujukan kepada pemerintah Hindia Belanda.

Aktivitas mereka lambat karena banyak pengurusnya yang merupakan pegawai atau bekas pegawai pemerintah, sehingga takut bertindak dalam gerakan kebangsaan. Budi Utomo pun kekurangan dana dan susunan pemimpinnya terus berubah. Mereka akhirnya makin redup seiring berdirinya organisasi-organisasi lain yang lebih aktif.

Walau makin meredup, tetap saja Budi Utomo diakui sebagai pendorong kebangkitan nasional dan awal perjuangan secara diplomasi.

Itulah sejarah Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati tiap 20 Mei dan tokoh-tokoh di baliknya.



Simak Video "Deretan Tahun Paling Mengerikan dalam Sejarah Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia