Kenapa Ya Logam Lebih Tidak Mudah Terbakar Dibandingkan Kayu?

Nikita Rosa Damayanti - detikEdu
Rabu, 18 Mei 2022 11:37 WIB
Ilustrasi uang koin, uang logam, uang receh
Bahan logam. Foto: Getty Images/iStockphoto/Kadek Bonit Permadi
Jakarta -

Saat berkemah, apa kamu senang mengamati api unggun? Selain untuk menghangatkan tubuh, api unggun kerap digunakan untuk memasak. Jika diamati dengan jelas, bahan logam pada alat masak tidak terbakar, hanya kayu bakarnya saja. Mengapa demikian?

Alasan mengapa beberapa hal mudah terbakar dan lainnya tidak ada pada ikatan kimia mereka dan energi yang dibutuhkan untuk mengubah atau memutuskan ikatan tersebut. Sebelumnya, mari kita pahami api terlebih dahulu.

Api membutuhkan beberapa hal untuk ada yaitu oksigen, panas dan bahan bakar. Oksigen adalah gas yang ada di udara. Panas dapat diciptakan dengan gesekan, seperti menyalakan korek api. Sementara bahan bakar adalah hal yang membakar, seperti fosfor atau nitrogen.

Kemudian pembakaran adalah reaksi kimia yang melepaskan energi dari sistem yang tidak stabil dengan ikatan kimia yang relatif lemah. Jika kita sandingkan, kayu jelas memiliki ikatan yang lebih lemah dibanding logam. Inilah mengapa kayu lebih mudah terbakar dibanding logam.

Selain itu, energi yang diberikan oleh api juga tidak bisa dihantarkan oleh kayu. Alih-alih menyerap energi, kayu akan melepaskan energi dengan terbakar. Sementara logam bisa dengan baik menghantarkan api. Inilah yang membuat logam menjadi bahan pilihan untuk membuat perangkat masak.

Meski demikian, logam dalam panci juga memiliki kemampuan untuk menyerap energi dan membuangnya. Itulah sebabnya panci akan terasa panas saat disentuh.

Tapi, ada juga logam yang bisa terbakar, seperti kalium dan titanium. Kedua unsur logam ini digunakan untuk membuat kembang api.

"Logam dalam kembang api berbentuk bubuk, menyediakan lebih banyak ruang untuk bereaksi lebih cepat dengan panas dan oksigen," kata Carl Brozek, ahli kimia di University of Oregon dikutip dari laman Live Science.

Ketika logam tersebut terkena panas yang cukup untuk bereaksi dengan oksigen, jumlah energi yang dilepaskan menyebabkan mereka terbakar dalam warna yang berbeda.



Simak Video "Melihat Persiapan NASA Mengunjungi Asteroid Logam"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia