Cuaca Panas Hari Ini Disebabkan oleh Apa? BMKG Ungkap Dua Faktornya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Kamis, 12 Mei 2022 15:00 WIB
Asian woman drying sweat in a warm summer day
Foto: iStockphoto/Pheelings Media/Cuaca Panas Hari Ini Disebabkan oleh Apa? BMKG Ungkap Dua Faktornya
Jakarta -

Cuaca panas beberapa hari ini terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini membuat suhu terasa lebih gerah dari biasanya. Lantas apa penyebab cuaca yang lebih panas akhir-akhir ini?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab cuaca panas yang terjadi bukanlah karena fenomena Gelombang Panas melainkan karena faktor lain.

"Suhu panas terik yang terjadi di wilayah Indonesia bukan merupakan fenomena gelombang panas," tulis keterangan di akun instagram resmi BMKG, dikutip Kamis (12/5/2022).

Menurut World Meteorological Organization atau WMO, gelombang panas (heatwave) merupakan fenomena kondisi udara panas yang terjadi berkepanjangan selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut di mana suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga 5°C atau lebih.

Sedangkan cuaca panas yang terjadi di Indonesia disebutkan BMKG karena fenomena kondisi suhu panas/terik dalam skala variabilitas harian.


Penyebab Cuaca Panas Akhir-akhir Ini


Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan, berdasarkan data hasil pengamatan BMKG, suhu maksimum terukur berkisar antara 33-36,1 derajat Celsius selama periode 1 hingga 7 Mei 2022.

Suhu maksimum tertinggi hingga 36,1 derajat Celsius terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara.

"Suhu maksimum tertinggi di Indonesia pada bulan April selama 4-5 tahun terakhir sekitar 38,8 derajat Celsius di Palembang pada 2019, sedangkan di bulan Mei sekitar 38,8 derajat Celsius di Temindung Samarinda pada 2018," kata Guswanto dalam keterangan tertulis, yang dikutip detikedu, Kamis (12/5/2022).

BMKG juga mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi pemicu cuaca lebih panas terik, di antaranya:


1. Posisi Semu Matahari

Posisi semu matahari saat ini sudah berada di wilayah utara ekuator yang mengindikasikan bahwa sebagian wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim kemarau.

Hal ini bisa dilihat dari tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujan yang akan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah pada pagi menjelang siang hari akan cukup mendominasi.


2. Dominasi Cuaca Cerah

Dominasi cuaca yang cerah dan tingkat perawanan yang rendah tersebut dapat mengoptimalkan penerimaan sinar matahari di permukaan Bumi.

Hal ini menyebabkan kondisi suhu yang dirasakan oleh masyarakat menjadi cukup terik pada siang hari.


Cuaca Panas akan Berlangsung Sampai Kapan?

Guswanto mengatakan, pihak BMKG masih terus memantau kondisi suhu panas atau terik di wilayah Indonesia hingga pertengahan Mei. Hal ini untuk mengantisipasi peluang suhu panas berturut-turut.

"Kewaspadaan kondisi suhu panas/terik pada siang hari masih harus diwaspadai hingga pertengahan Mei," tuturnya.

Dengan masih berlangsungnya cuaca panas ini, BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kondisi stamina tubuh dan kecukupan cairan. Terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari saat cuaca panas.



Simak Video "Prancis Dilanda Gelombang Panas, Suhu Capai 40 Derajat Celcius"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/lus)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia