7 Tips Selamatkan Diri dari Rip Current Pantai, Hati-hati saat Liburan Sekolah!

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 05 Mei 2022 19:00 WIB
Nelayan duduk menatap ombak di pinggiran Pantai Pondok Perasi Ampenan, Mataram, NTB, Rabu (16/12/2020). Sebagian besar nelayan di daerah tersebut tidak melaut karena imbauan BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, yang menyatakan kondisi cuaca NTB untuk tiga hari ke depan berpotensi terjadi gelombang tinggi yang mencapai 1 hingga 2 meter atau lebih di perairan selat Lombok bagian utara dan selatan. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.
Tips menyelamatkan diri dari rip current atau arus balik pantai. (Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Jakarta -

Siswa 7 tahun meninggal terseret arus ombak di Palabuhanratu, Jawa Barat, Kamis (5/5/2022). Jika kamu sedang atau ingin liburan ke pantai, ada baiknya mengetahui cara menyelamatkan diri jika terseret rip current atau arus balik di pantai agar terhindar dari peristiwa nahas ini.

Sebelumnya, siswa kelas 6 SD asal Cilacap, David (12) meninggal dunia akibat terseret arus muara sungai di Pantai Logending, Jawa Tengah Kamis (24/4/2022). David ditemukan 1 km dari kawasan pemecah ombak Pantai Jetis, Kamis (5/5/2022).

Saat cuaca berangin, ombak di pantai bakal menggulung lebih kuat. Karena itu, siswa yang sedang liburan di pantai atau berkarya wisata perlu waspada dengan arus balik yang bisa mengancam keselamatan.

Arus balik adalah fenomena saat arus dominan di pantai kembali menuju laut dengan kecepatan tinggi karena ombak bertemu sejajar dengan garis pantai. Pada dasarnya, kecepatan arus balik atau rip current berbeda tergantung kondisi gelombang, pasang surut, dan bentuk pantai.

Kecepatan arus balik atau rip current bisa melebihi 2 meter per detik, seperti dikutip dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Karena itu, rip current sangat berbahaya bagi pengunjung pantai, baik siswa sekolah maupun perenang andal sekalipun.

Dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada (UGM), arus balik yang dapat menyeret korban ke dalam laut dengan kecepatan tinggi masih sulit teridentifikasi. Lokasinya pun dapat berubah dalam kurun waktu sekitar tiga jam akibat perubahan kondisi dan arah angin.

Jika kamu terseret rip current, ada sejumlah cara untuk bisa selamat dan kembali ke pantai. Berikut tips menyelamatkan diri dari arus tarik di pantai menurut Surfing Guide Training 2018 ,seperti dikutip dari laman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY:

Cara Menyelamatkan Diri saat Terseret Arus Balik

  • 1. Jangan langsung panik saat tertarik arus balik.
  • 2. Jangan habiskan tenaga dengan berusaha melawan tarikan. Cukup diam dan apungkan badan, biarkan arus menarik badan keluar.
  • 3. Setelah terasa tarikan berkurang, barulah secara perlahan berusaha berenang kembali menuju pantai.
  • 4. Jika kamu bisa berenang dengan baik, berenanglah dengan sudut 45 derajat memotong arus setelah terasa di luar daerah arus. Lanjutkan berenang menuju pantai.
  • 5. Jika kemampuan berenang kamu kurang baik, coba berenang sejajar garis pantai sejauh 40 meter, lalu baru mengarah menuju pantai.
  • 6. Sebelum berenang menuju pantai, coba rasakan dengan kaki, apakah teraba gundukan pasir, biasanya berada di pinggiran saluran aliran arus. Raba gundukan pasir di kaki untuk memastikan apakah kamu benar-benar telah berada di luar daerah arus.
  • 7. Jika gundukan pasir sudah terasa di kaki, teruslah berenang menuju pantai hingga mendarat.

Selalu berhati-hati saat berlibur dan hindari bahaya rip current ya, detikers.



Simak Video "10 Orang Meninggal Dunia Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/rah)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia