Kapan Lebaran 2022? Ini Sejarah Perayaan Idul Fitri 2011-2021, Cuma Beda Sekali

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Rabu, 27 Apr 2022 12:30 WIB
Ilustrasi Merayakan lebaran bersama keluarga
Ilustrasi. Seperti apa sejarah Idul Fitri di Indonesia dari tahun ke tahun? (i-Stock)
Jakarta -

Lebaran 2022 akan dirayakan masyarakat muslim Indonesia menunggu keputusan Kementerian Agama (Kemenag). Dalam sejarah Indonesia, perbedaan waktu perayaan Idul Fitri dan awal Ramadan bukan hal baru

Pada penetapan awal Ramadan tahun ini, misalnya, keputusan 1 Ramadan terbagi menjadi 2 April 2022 dan 3 April 2022. Terkait perayaan Idul Fitri, arsip berita detik.com dan Kemenag menyatakan terjadi perbedaan pada 2011.

Perbedaan ini merupakan hal yang tidak dapat dihindari karena penggunaan metode dalam menentukan awal bulan. Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama (Kemenag) Adib beberapa waktu lalu menyampaikan, metode yang dimaksud adalah imkanur rukyat (pengamatan hilal) dan hisab wujudul hilal (perhitungan astronomis).

Ditambah lagi, pemerintah mulai mengadopsi kriteria baru dari MABIMS pada 2021 yang menetapkan hilal memenuhi syarat bila mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Sebelumnya, kriteria MABIMS hanya menetapkan tinggi hilal minimal 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat.

Sejarah Perayaan Idul Fitri 2011-2021 di Indonesia

1. Lebaran 2011 (Idul Fitri 1432 H)

Sempat terjadi perbedaan waktu pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1432 H atau Lebaran 2011 yang lalu. Pemerintah menetapkan bulan Ramadan 2011 digenapkan menjadi 30 hari (istikmal) yang artinya 1 Syawal 1432 H jatuh pada Rabu, 31 Agustus 2011.

Senada dengan itu, alamanak PBNU berdasarkan hisab menetapkan 1 Syawal pada 31 Agustus 2011. Sebab, pengamatan hilal oleh NU di 90 titik lokasi pengamatan juga belum terlihat.

Namun, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1432 H sehari lebih dulu dibandingkan pemerintah dan NU. Ketua PP Muhammadiyah kala itu, Haedar Nashir menyebut bahwa 1 Syawal 1432 H jatuh pada Selasa, 30 Agustus 2011 berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal.

Menurut Menteri Agama yang menjabat saat itu, Suryadharma Ali, dalam laman Kemenag, pemerintah dan sejumlah pihak menggunakan kriteria bulan baru secara teori astronomi berada di posisi minimal 2 derajat. Sementara itu, Muhammadiyah hanya mensyaratkan posisi bulan 0,1 derajat untuk menyatakan datangnya bulan baru.

2. Lebaran 2012 (Idul Fitri 1433 H)

Keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali menetapkan 1 Syawal 1433 H atau Lebaran 2021 jatuh pada hari Minggu, 19 Agustus 2012. Hal ini diputuskan satu hari sebelumnya pada Sabtu, 18 Agustus 2012.

Hal demikian juga diputuskan oleh NU dan Muhammadiyah yang telah menetapkannya sejak 10 Agustus 2012. KH Marifat Iman, Pimpinan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah kala itu menyatakan, 1 Syawal 1433 H terjadi pada 19 Agustus 2012 sesuai dengan perhitungan posisi hilal saat 17 Agustus 2012 yang masih di bawah ufuk.

3. Lebaran 2013 (Idul Fitri 1434 H)

Meski ada perbedaan dalam penetapan awal Ramadan 2013, umat muslim di Indonesia pada saat itu merayakan Idul Fitri 1434 H secara serempak.

Pemerintah melalui Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan bahwa 1 Syawal 1434 H jatuh pada Kamis, 8 Agustus 2013. Hal serupa ditetapkan oleh NU dan Muhammadiyah dengan metode penentuan masing-masing.

4. Lebaran 2014 (Idul Fitri 1435 H)

Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama yang menjabat tahun 2014, menetapkan 1 Syawal 1435 H bertepatan dengan Senin, 28 Juli 2014. Tidak ada perbedaan penyelenggaraan oleh Muhammadiyah maupun NU pada saat itu.

5. Lebaran 2015 (Idul Fitri 1436 H)

NU dan Muhammadiyah menetapkan Jumat, 17 Juli 2015 sebagai dimulainya awal Syawal 1436 H atau Lebaran tahun 2015. Pada Kamis, 16 Juli 2015, hasil sidang isbat dari pemerintah mengeluarkan kesepakatan serupa.

"Dengan demikian, tahun ini seluruh umat Islam akan memasuki 1 Syawal 1436 H dengan bersama-sama melaksanakan Salat Id yang Insya Allah pada besok pagi (Jumat, 17 Juli 2015) pukul 07.00 pagi," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dikutip dari BBC Indonesia.

6. Lebaran 2016 (Idul Fitri 1437 H)

Tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, perayaan Lebaran 2016 juga serempak ditetapkan pada Rabu, 6 Juli 2016. Muhammadiyah telah mengeluarkan makulmatnya sejak 18 April 2016 sementara NU juga merilis ikhtibar hasil rukyatil hilalnya pada 4 Juli 2016.

7. Lebaran 2017 (Idul Fitri 1438 H)

Berdasarkan hasil sidang isbat keputusan Idul Fitri 1438 H atau 1 Syawal 1438 H yang diputuskan pemerintah, Lebaran 2017 jatuh pada Minggu, 25 Juni 2017. Berikut juga keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dan Ketua Umum Nahdlatul Ulama kala itu, Said Aqil Siroj, yang menyatakan hilal sudah terlihat saat melakukan rukyatul hilal.

8. Lebaran 2018-2021 (Idul Fitri 1439-1442 H)

Selama 4 tahun berturut-turut, tidak ada perbedaan waktu perayaan Idul Fitri 1439-1442 H antara hasil sidang isbat dari pemerintah, ikhbar atas rukyatul hillal dari NU, dan maklumat penetapan awal bulan dari Muhammadiyah. Mayoritas umat muslim di Indonesia merayakan Lebaran secara bersama-sama.

Lebaran 2018 ditetapkan pada Jumat, 15 Juni 2018 yang selanjutnya ditetapkan Rabu, 5 Juni 2019 sebagai waktu perayaan Idul Fitri tahun 2019. Baik secara hisab maupun pantauan hilal, Lebaran 2020 dan 2021 secara berturut-turut digelar pada Minggu, 24 Mei 2020 dan Kamis, 13 Mei 2021.

Bagaimana dengan Lebaran 2022? ilmuwan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin memperkirakan Lebaran 2022 akan digelar secara serentak di Indonesia.

"Dari berbagai pendapat pakar hisab rukyat, kemungkinan besar Idul Fitri akan seragam 2 Mei, tetapi masih ada potensi perbedaan Idul Fitri 3 Mei 2022," kata Thomas dalam blog pribadinya dan detikEdu telah mendapat izin mengutipnya.

Kemungkinan Lebaran serentak ini juga didukung oleh hasil hisab dari Kemenag yang menyatakan bahwa posisi hilal sudah terlihat saat sidang isbat, Minggu (1/5/2022) mendatang. Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyebut, posisi hilal saat itu sudah masuk dalam kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Hal ini dapat diartikan bahwa ada kemungkinan Lebaran 2022 jatuh pada Senin (2/5/2022), mengingat pergantian hari dalam kalender Hijriah dimulai pada waktu matahari terbenam atau Magrib menurut buku Sejarah dan Kebudayaan Islam oleh Prof. Dr. H. Faisal Ismail. Seperti halnya Muhammadiyah yang telah menetapkan 1 Syawal 1443 H lebih dulu melalui Maklumat PP Muhammadiyah.



Simak Video "Hasil Pengamatan Kanwil Kemenag DKI, Posisi Hilal Capai 4 Derajat"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia