Ini 10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Menyusun Laporan Keuangan

Afifah Rahmah - detikEdu
Selasa, 26 Apr 2022 13:15 WIB
Ilustrasi bekerja dengan laptop
Foto: Startup Stock Photos/Ini 10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Menyusun Laporan Keuangan
Jakarta -

Prinsip dasar akuntansi adalah pedoman berupa tata cara dan dijadikan standar penyusunan informasi keuangan. Penyusunan laporan keuangan ini dilakukan oleh para akuntan.

Tujuannya adalah untuk memastikan laporan keuangan dibuat berdasarkan standar sistem penyusunan yang objektif sehingga menghasilkan laporan keuangan berkualitas.

Kualitas laporan keuangan sangat diperhitungkan karena informasi didalamnya digunakan sebagai prinsip dasar pengambilan keputusan oleh akuntan atau penggunanya.

Untuk mewujudkan kualitas informasi akuntansi yang baik, maka proses penyusunannya harus memenuhi Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

Dikutip dari Buku Akuntansi sebagai Sistem Informasi yang disusun Asih Dewayanti (2019), SAK adalah kerangka prosedur pembuatan laporan keuangan yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Lalu, apa itu prinsip dasar akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan? Berikut ulasannya.

10 Prinsip Dasar Akuntansi:

Prinsip dasar akuntansi yang dikenal juga dengan sebutan Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum (PABU) adalah pedoman berupa tata cara dan dijadikan standar penyusunan informasi keuangan yang juga diatur oleh IAI.

Berikut ini prinsip-prinsip dasar akuntansi yang perlu diketahui:

1. Prinsip Biaya Historis (Historical Cost Principle)

Pencatatan informasi akuntansi pada prinsip ini didasarkan pada catatan biaya sesungguhnya yang dikeluarkan suatu perusahaan untuk memperoleh barang atau jasa.

2. Prinsip Pengakuan Pendapatan (Revenue Recognition Principle)

Pendapatan merupakan aliran dana atau aset yang masuk (aktiva). Dalam prinsip ini setiap pendapatan harus dicatat sebagai pendapatan umumnya ketika terjadi aktivitas usaha misalnya penjualan barang atau jasa tertentu.

3. Prinsip Mempertemukan (Matching Principle)

Sederhananya, prinsip ini mempertemukan antara biaya yang diterima perusahaan dan biaya yang dikeluarkan. Tujuan prinsip ini yaitu memperoleh besar nominal keuntungan bersih yang diperoleh pada suatu periode.

4. Prinsip Konsistensi (Consistency Principle)

Prinsip ini tidak melarang adanya perubahan metode. Akan tetapi, jika terdapat penggantian metode, selisih terhadap laba perusahaan harus dijelaskan dalam laporan keuangan, tergantung dari sifat dan perilaku terhadap perubahan metode atau prinsip tersebut.

5. Prinsip Pengungkapan Penuh (Full Disclosure Principle)

Lewat prinsip akuntansi ini, penyajian informasi keuangan dilaporkan dengan lengkap dan penuh. Tujuannya tak lain untuk mengetahui kondisi suatu perusahaan dalam mengambil keputusan.

Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, laporan keuangan tersebut dapat mengakibatkan kerugian bagi para pemakainya.

6. Prinsip Entitas Ekonomi (Economic Entity Principle)

Setiap perusahaan merupakan kesatuan usaha yang berdiri sendiri dari entitas ekonomi. Maka prinsip dasar ini menunjukkan perlunya pemisahan aset perusahaan dan aset pribadi.

Selain itu, setiap transaksi yang dilakukan perusahaan harus dipisah dengan laporan akuntansi pribadi.

7. Prinsip Periode Akuntansi (Period Principle)

Prinsip dasar akuntansi ini mengadopsi prinsip waktu, artinya laporan keuangan memiliki batasan berupa periode waktu tertentu.

Tujuan prinsip dasar akuntansi ini yaitu menjadikan laporan keuangan lebih terukur, efisien dan mudah untuk diketahui.

8. Prinsip Kesinambungan Usaha (Going Concern)

Berdasarkan prinsip kesinambungan usaha, suatu usaha ekonomi dapat berjalan berkesinambungan secara konsisten jika tidak ada peristiwa khusus yang berdampak pada penghentian bisnis.

9. Prinsip Materialitas

Prinsip ini dapat menentukan standar pengkoreksian laporan keuangan. Selain itu, laporan keuangan merupakan pengukuran informasi akuntansi secara nominal atau material sehingga memiliki nilai tertentu.

10. Prinsip Satuan Moneter

Pada prinsip ini disebutkan bahwa transaksi keuangan dicatat, dinyatakan, dan diukur dalam bentuk mata uang.

Maka laporan keuangan tidak menggunakan konsep kualitatif berupa kinerja, prestasi, mutu kerja, dan lainnya yang tidak bisa diukur dengan mata uang.

Demikian penjelasan 10 prinsip dasar akuntansi yang perlu kamu ketahui. Semoga menambah pengetahuan detikers, ya!



Simak Video "Jokowi: Diperkirakan Ada 60 Negara Mengalami Kesulitan Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia