Asal Usul Istilah Ngabuburit, dari Bahasa Apa?

Nikita Rosa - detikEdu
Senin, 11 Apr 2022 16:30 WIB
Sejumlah anak memainkan permainan tradisional kil-kilan saat ngabuburit dolanan di Kampung Dolanan, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/4/2022). Kegiatan ngabuburit dolanan tersebut bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional sekaligus menunggu datangnya waktu berbuka puasa. ANTARA FOTO/Moch Asim/wsj.
Cara Ngabuburit Anak-anak di Kampung Dolanan Surabaya Bikin Nostalgia Foto: ANTARA FOTO/MOCH ASIM
Jakarta -

Ngabuburit merupakan tradisi yang lekat dengan bulan Ramadan di Indonesia. Istilah ini merujuk pada waktu menunggu berbuka puasa.

Biasanya, ngabuburit diisi dengan berbagai kegiatan. Mulai dari mengunjungi tempat wisata, membaca Alquran, mendengarkan ceramah, berburu takjil, hingga bersantai dengan keluarga atau teman. Lantas apa asal-usul ngabuburit?

Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda. Ketua Lembaga Budaya Sunda (LBS) Universitas Pasundan (Unpas) Hawe Setiawan mengatakan, ngabuburit berasal dari kata dasar burit yang berarti sore atau petang.

"Istilah ngabuburit merujuk pada kata kerja, yaitu melakukan kegiatan untuk mengisi waktu seraya menyongsong tibanya sore hari," katanya dalam keterangan tertulis Unpas, Selasa (5/4/2022).

Dalam Kamus Bahasa Sunda yang diterbitkan oleh Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS), kata ngabuburit berasal dari kalimat ngalantung ngadagoan burit atau bersantai sambil menunggu waktu sore.

Inilah mengapa waktu dari ibadah salat asar ke magrib di bulan Ramadan disebut dengan ngabuburit, karena waktu ini biasa digunakan umat muslim untuk berkegiatan sambil menunggu waktu berbuka.

Kemunculan Istilah Ngabuburit

Hawe mengatakan, istilah ngabuburit sudah muncul sejak lama, tepatnya ketika kebudayaan Islam memasuki tanah Sunda.

"Seingat saya sudah lama (muncul istilah ngabuburit). Saya kira sejak nilai-nilai Islam masuk dalam wilayah budaya Sunda," ujarnya.

Namun, kata Hawe, kegiatan ngabuburit makin berkembang dan beragam dibanding awal kemunculannya. Zaman dulu, anak-anak mengisi kegiatan ngabuburit dengan bermain permainan tradisional Jawa Barat seperti bebeledugan atau meriam bambu.

"Sekarang, kegiatan ngabuburit disesuaikan dengan kebudayaan daerah masing-masing, tentunya diarahkan pada kegiatan yang lebih kreatif dan berharga, bukan hanya untuk mengisi waktu, tapi juga menghayati Ramadan," jelasnya.

Ngabuburit Jadi Istilah Nasional

Meski berasal dari bahasa Sunda, istilah ngabuburit sudah digunakan secara umum di beberapa daerah di Indonesia. Hawe menilai, fenomena ini akibat peranan media yang menjadi sarana menyebarkan istilah ngabuburit.

"Saya kira mungkin karena faktor media, sehingga ngabuburit dikenal luas. Istilah ini juga mudah diucapkan oleh penutur non bahasa Sunda," tuturnya.

Apa kegiatan yang biasa kamu lakukan saat ngabuburit, detikers?



Simak Video "Ngabuburit Sambil Lihat Aksi Paralayang Motor di Pantai Mayangan Probolinggo"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia