Belajar Sambil Keliling Indonesia, Ini Kisah Keluarga Kusmajadi

Nikita Rosa Damayati Waluyo - detikEdu
Sabtu, 09 Apr 2022 11:00 WIB
Keluarga Kusmajadi
Keluarga Kusmajadi, belajar keliling Indonesia. Foto: Instagram @keluarga.kusmajadi
Jakarta -

Belajar tidak selalu di sekolah, inilah prinsip parenting yang dianut Abah Dodi dan Ambu Melati. Kedua orang tua ini mengajak anak mereka belajar di campervan sambil keliling Indonesia.

Ide bermula dari Ambu Melati yang kagum melihat kehidupan di Desa Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia melihat ada banyak hal yang bisa dipelajari dengan terjun langsung ke lapangan.

Mulai dari kebudayaan lokal, sejarah, proses pembentukan alam, hingga ilmu sosial. Hal itu membuat Ambu Melati memutuskan untuk mengajak suami dan anak-anaknya berkeliling Indonesia. Awalnya, kedua anaknya, Hakim dan Sabiya menolak ide tersebut.

"Hakim dan Sabiya sama sekali tidak menyukai ide perjalanan ini karena menurut mereka sangat aneh dan tidak lazim. Mereka juga memikirkan bagaimana caranya sekolah nanti," cerita Ambu Melati mengutip HaiBunda (8/4/2022).

"Tetapi Hakim sudah home schooling terlebih dahulu, dan Sabiya kemudian juga harus homeschooling ketika kami melakukan perjalanan. Mau tidak mau (ikut) karena memang tidak ada opsi lain. Anak-anak harus ikut, tidak mungkin dititipkan, dan perjalanan ini memang ditujukan untuk mereka belajar," sambungnya.

Abah Dodi yang semula bekerja di Malaysia kemudian membawa pulang keluarganya ke Indonesia. Mereka kemudian bersiap untuk melakukan perjalanan. Salah satunya dengan membuat mobil campervan yang akan digunakan sebagai rumah portable.

Mobil yang diberi nama si Moti itu didesain sedemikian rupa sehingga mampu melakukan perjalanan jauh. 'Rumah bergerak' ini tidak mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. Membuat Hakim dan Shabiya tetap dapat belajar selayaknya di rumah.

Keluarga Kusmajadi meninggalkan rumah mereka di Jakarta dan mengawali perjalanan pada 3 September 2018. Hakim dan Sabiya melakukan kegiatan belajar selama melakukan perjalanan bersama Abah dan Ambu.

Meski awalnya sempat menolak ikut, Hakim dan Sabiya mendapatkan banyak pengalaman seru ketika berkeliling sambil belajar. Mereka berkenalan dengan orang-orang dengan latar belakang di penjuru Indonesia.

"Mereka home schooling. Lebih tepatnya travel schooling karena proses belajar sambil melakukan perjalanan. Pada umumnya mereka belajar dari apapun yang mereka lihat di jalan, seperti budaya, sejarah, kearifan lokal, alam dan proses pembentukannya. Segala macam yang jadi sumber pengetahuan mereka di jalan adalah guru mereka," kata Ambu Melati.

Bagaimana kelanjutan kisah perjalanan Keluarga Kusmajadi? Simak di sini!



Simak Video "Curhat Ringgo Agus Rahman yang Ingin Jadi Bapak Rumah Tangga"
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia