6 Bahaya Tidur usai Sahur dari Pakar Universitas Muhammadiyah Surabaya

Nikita Rosa - detikEdu
Sabtu, 09 Apr 2022 07:00 WIB
Ilustrasi Wanita Tidur
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Agar kuat menjalankan puasa, setiap umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan sahur. Jam sahur yang dimulai pukul 3 pagi hingga sebelum subuh kerap membuat orang menahan kantuk.

Banyak yang memilih untuk melanjutkan tidur setelah sahur. Ternyata menurut medis, hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Pakar Kesehatan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Dede Nasrullah menjelaskan bahaya tidur setelah sahur.

Dede menjelaskan, ada beberapa penyakit yang timbul akibat kebiasaan tidur setelah sahur, yakni refluks asam Gastro-Esophageal Reflux Disease (GERD), penumpukan lemak, sakit tenggorokan, serangan jantung, stroke, dan sembelit.

GERD adalah asam lambung atau empedu yang mengiritasi lapisan dalam saluran makanan. Hal ini berbeda dengan maag, karena GERD adalah asam lambung yang sampai hingga ke kerongkongan.

"Saat tertidur akan terjadi pelonggaran klep lambung sehingga menyebabkan asam lambung dalam perut mengalir balik ke bagian kerongkongan. Panas di dada, tenggorokan panas, mual, bersendawa, dan mulut pahit adalah gejala yang menunjukkan refluks, sehingga untuk mencegah hal tersebut kita bisa menunggu setidaknya 3 jam sehingga makanan tersebut dapat diolah secara sempurna," jelas Dede dalam laman resmi UM Surabaya, Kamis (7/4/22)

Selanjutnya adalah penumpukan lemak. Jika setelah makan sahur kita memutuskan untuk tidur maka kalori akan tersimpan menjadi lemak. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menjelaskan, penumpukan lemak dapat menyebabkan obesitas hingga stroke.

Ketiga yaitu sakit tenggorokan. Sakit tenggorokan yang dirasakan berupa sensasi panas pada tenggorokan. Sensasi panas yang mengganggu puasa ini merupakan efek lanjutan dari GERD.

"Keempat adalah serangan jantung, orang yang mengonsumsi makanan berat dan langsung tidur maka akan menyebabkan peningkatan tekanan darah. Jika tekanan darah tidak kunjung menurun dan berlangsung dalam waktu yang lama, akan meningkatkan risiko terserang penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, stroke, dan penyakit kronis lainnya," imbuh Dede.

Kelima penyakit stroke. Tidur setelah sahur dapat menyebabkan sistem pencernaan sulit untuk dapat mencerna makanan. Sehingga lambung membutuhkan asupan darah yang lebih banyak dan suplai darah akan bergerak menuju perut. Aliran darah yang terkonsentrasi menuju perut dapat membuat otak bisa kekurangan oksigen dan dalam jangka panjang mengakibat stroke.

"Terakhir adalah konstipasi atau sembelit, proses pengosongan lambung terjadi kurang lebih membutuhkan waktu 2-3 jam setelah makan. Posisi tiduran atau berbaring akan menghambat proses pengosongan lambung. Jika hal ini terjadi maka akan memicu terjadinya penyakit konstipasi atau sembelit kesulitan buang air besar," tutup dosen Fakultas Ilmu Kesehatan UM itu.

Itulah 6 bahaya yang timbul akibat tidur setelah sahur. Ayo manfaatkan waktu setelah sahur dengan beribadah untuk meningkatkan iman dan kesehatan. Selamat menjalankan ibadah puasa, detikers!





Simak Video "Rumah Makan di Bandung Dibolehkan Buka Siang Hari Saat Ramadhan"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia