Ciri-ciri dan Contoh Cerita Fabel beserta Pesan Moralnya

Ciri-ciri dan Contoh Cerita Fabel beserta Pesan Moralnya

Afifah Rahmah - detikEdu
Senin, 28 Mar 2022 14:45 WIB
Para siswa-siswi  SD Jakarta Intercultural School (JIS) belajar memainkan wayang dan gamelan di kampus JIS Terogong, Kamis (2/11). Siswa-siswi dari berbagai negara tersebut terlihat antusias melihat dan berlatih memainkan wayang. Selain itu, para siswa diberi latihan kreatifitas membuat wayang dengan karakter fabel (dongeng binatang). Kegiatan ini menyambut Hari Wayang Dunia yang jatuh pada 7 November 2017 mendatang. (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Contoh cerita fabel beserta pesan moralnya. Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Cerita fabel adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia lewat tokoh hewan. Cerita ini umumnya merupakan salah satu dongeng yang menarik perhatian anak-anak.

Cerita fabel secara etimologis berasal dari bahasa Latin fabulat yang berarti cerita tentang kehidupan hewan dengan perilaku menyerupai manusia. Tokoh fabel bisa punya perilaku baik, jujur, sopan, pintar. Namun, ada juga yang berperilaku tidak baik seperti sombong, licik, penipu, dan lainnya.

Fabel masuk ke dalam kategori cerita fiksi yang isinya kaya makna dan pendidikan moral untuk pembelajaran anak-anak. Beberapa contoh cerita fabel yang mungkin kalian ingat yaitu seperti "Si Kancil", "Tiga Babi Kecil", atau "Monyet yang Rakus".

Apa tujuan dongeng fabel untuk anak? Selain keunikan karakter, fabel menjadi cara efektif mengajari anak akan nilai-nilai kehidupan. Daya imajinasi anak pun meningkat sejalan dengan alur cerita fabel yang didengarkan.

Ciri-ciri Cerita Fabel

Berikut ini ciri-ciri cerita fabel:

  • Tokoh utama cerita diperankan binatang
  • Setiap tokoh berperilaku layaknya manusia yang dapat berbicara dan berpikir
  • Alur cerita sederhana dan biasanya pendek
  • Cerita menggambarkan karakter, moral manusia, dan kritik perihal kehidupan
  • Rangkaian peristiwa memiliki hubungan sebab-akibat dengan alur maju untuk mencapai puncak maupun akhir cerita
  • Latar cerita berada di lingkungan alam, misalnya hutan, sungai, gunung, dan lainnya
  • Bahasa cerita menggunakan kalimat naratif, terdapat dialog langsung antar tokoh dan menggunakan kata sehari-hari
  • Pesan moral bisa disampaikan secara eksplisit maupun tersirat

Contoh Cerita Fabel Singkat dan Pesan Moralnya

Contoh 1 - Kuda Berkulit Harimau

Berikut contoh cerita fabel tentang kejujuran seperti dikutip dari Ruangguru:

Suatu hari, seekor kuda sedang berjalan dari ladang gandum menuju ke hutan yang rindang. Kuda itu baru saja memakan gandum yang ada di ladang dan merasa puas dan kenyang. Dia tampak gembira karena tidak ada petani gandum yang menjaga ladangnya.

Di tengah perjalanan, Kuda melihat sesuatu.

"Itu seperti kulit Harimau," gumam Kuda.

Karena penasaran, dia mendekati benda itu. Ternyata benar, yang dilihatnya adalah kulit Harimau yang tak sengaja ditinggalkan para pemburu Harimau.

"Wah, kebetulan sekali, kulit Harimau ini sangat pas di tubuhku. Apa yang akan kulakukan dengannya, ya?" kata Kuda ketika mencoba kulit Harimau tersebut.

Dengan pikiran jahilnya, Kuda berniat untuk menakuti binatang-binatang hutan yang melintas.

"Aku harus segera bersembunyi. Tempat itu harus gelap dan sering dilalui oleh binatang hutan. Di mana ya?" tanya Kuda dalam hati sambil mencari tempat yang cocok.

Akhirnya, Kuda bersembunyi di semak-semak yang gelap dengan mengenakan kulit Harimau temuannya. Tak lama kemudian, beberapa Domba gunung berjalan melewati Kuda. Domba-domba itu jadi sasaran empuk pertama dari kejahilan Kuda.

Saat Domba melewatinya, Kuda meloncat ke arah mereka dan membuat kaget Domba-domba itu sampai kalang-kabut melarikan diri. Mereka takut melihat kulit Harimau yang dikenakan Kuda itu.

"Tolong, ada Harimau! Lari, cepat lari!" teriak salah satu Domba. Kuda itu malah tertawa terbahak-bahak melihat Domba pontang-panting berlari.

Beberapa hewan berhasil dikelabui oleh kulit Harimau yang dikenakan Kuda. Namun, seekor Kucing Hutan berlari sambil membawa seekor Tikus di mulutnya. Kucing itu tidak melewati semak-semak. Dia duduk menyantap Tikus yang ia tangkap di dekat pohon besar.

"Ah, ternyata Kucing itu tidak melewati semak-semak ini. Aku akan membuatnya kaget di sana," kata Kuda itu dalam hati.

Kuda pun keluar dari semak-semak dan berjalan dengan hati-hati mendekati Kucing Hutan. Saat jaraknya sudah sangat dekat dengan Kucing Hutan, Kuda itu mengaum mengikuti suara seekor Harimau. Tanpa sadar Kuda itu bukannya mengaum, melainkan meringkik khas suara Kuda.

Mendengar suara itu, Kucing Hutan menoleh ke belakang dan melihat seekor Kuda berkulit Harimau. Sesaat, Kucing Hutan itu siap-siap mengambil langkah seribu, tetapi ia malah tertawa terbahak-bahak.

"Saat aku melihatmu memakai kulit Harimau itu, aku hampir berlari ketakutan, tapi rupanya suaramu itu ringkikan Kuda, jadi aku tidak takut, hahaha!"

Kucing Hutan itu juga berkata kepada Kuda bahwa sampai kapanpun, suara ringkikan tidak akan bisa berubah jadi auman.

Pesan Moral: Sepandai-pandainya orang berpura-pura, suatu saat pasti akan terbongkar juga jati dirinya. Daripada berpura-pura, lebih baik menanamkan sifat jujur karena kejujuran merupakan sikap positif yang utama dalam kehidupan.

Contoh 2 - Balas Budi Seekor Semut

Suatu hari di derasnya aliran sungai, terlihat seekor semut yang tak sengaja jatuh terpeleset ke dalamnya. Semut berteriak sekencang mungkin dan meminta pertolongan. Dari kejauhan, seekor burung merpati yang melintas melihat kejadian itu dan terbang menghampiri semut.

Merpati menghampirinya sambil membawa sehelai daun untuk menolong semut keluar dari derasnya air sungai. Semut pun selamat dari kecelakaan yang menimpanya.

Tak lama, semut melihat seorang pemburu yang sedang mengarahkan target tembakannya ke burung merpati. Melihat hal tersebut, semut mencari cara agar sang pemburu gagal untuk menembaknya. Akhirnya semut menggigit kaki sang pemburu hingga membuatnya kesakitan dan salah membidik sasaran.

Pesan Moral: Jangan lupakan kebaikan seseorang ke kita dengan membalas kebaikan orang tersebut di lain waktu. Saling menolong dan berbuatlah kebaikan untuk lingkungan sekitar.

Contoh 3 - Keserakahan Seekor Anjing

Seekor Anjing terlihat sedang mencuri sepotong daging. Setelah berhasil, ia berlari secepat mungkin menghindari kejaran pemilik daging tersebut dan mengarah ke sebuah sungai.

Ketika melewati jembatan di sungai, Anjing itu melihat di bawah ada Anjing lain yang membawa sepotong daging juga, sama sepertinya. Ia berpikir untuk mencuri daging milik Anjing lain yang berada di bawah jembatan agar mendapat 2 potong daging.

Anjing itu menggonggong dan menyerang Anjing lain hingga potongan daging miliknya terlepas dari gigitan dan jatuh ke dalam air. Ia pun menyadari, Anjing lain yang ia lihat sebagai musuh adalah bayangan dirinya sendiri di permukaan air sungai.

Pesan Moral: Keserakahan mendatangkan keburukan dan merugikan diri sendiri, maka berbuatlah baik terhadap sesama.

Membaca atau mendengar cerita fabel singkat dapat meningkatkan pemahaman dan menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan bagi anak-anak. Coba buat sendiri yuk, detikers!



Simak Video "Momen Jackson Wang Minta Belajar Bahasa Indonesia di Panggung HITC 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia