Gubernur Anies Ajak Warga Peringati Earth Hour 2022, Apa Itu?

Kristina - detikEdu
Sabtu, 26 Mar 2022 17:00 WIB
Pemadaman listrik massal yang terjadi di Jakarta dan Jawa Barat gegerkan masyarakat. Selain Jakarta, beberapa kota dan negara ini juga pernah alami hal serupa.
Ilustrasi Earth Hour. Foto: Dok. Getty Images
Jakarta -

Earth Hour 2022 akan jatuh pada hari ini, Sabtu (26/3/2022). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengajak masyarakat untuk memperingati gerakan tersebut.

"Setiap tahun selama satu jam, pada Sabtu terakhir di bulan Maret Jakarta bersama 190 negara bersatu dalam Earth Hour," ucap Anies mengawali pembicaraannya, seperti dikutip dalam Instagram @aniesbaswedan, Sabtu (26//3/2022).

"Earth Hour adalah momentum pemersatu bagi jutaan orang di dunia untuk sama-sama mengingatkan tentang pentingnya membangun masa depan yang lebih baik," lanjutnya.

Anies pun mengajak masyarakat untuk memperingati Earth Hour 2022 dengan mematikan lampu dan alat-alat elektronik yang tidak terpakai.

"Saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk bergabung dalam gerakan Earth Hour 2022. Mari kita matikan lampu, matikan alat-alat elektronik yang tidak terpakai, pada hari Sabtu, 26 Maret pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat," ajak Anies.

Apa Itu Earth Hour?

Earth Hour adalah gerakan global untuk masa depan Bumi yang diinisiasi oleh World Wide Fund for Nature (WWF). Gerakan ini berupa pemadaman lampu selama satu jam pada Sabtu akhir bulan Maret setiap tahun.

Earth Hour berlangsung dari pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat. Melansir laman Earth Hour, gerakan ini merupakan simbol persatuan dan harapan untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga masa depan Bumi.

Lebih dari itu, Earth Hour merupakan katalis untuk perubahan dengan memanfaatkan kekuatan masyarakat global.

Sejarah Earth Hour

Earth Hour dimulai pada 2007 oleh WWF dan mitranya sebagai acara pemadaman lampu secara simbolis di Sydney, Australia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan perubahan iklim.

Melansir situs WWF, ide tersebut berasal dari Co-Founder Earth Hour, Andy Ridley yang akhirnya bermitra antara WWF-Australia, Leo Burnett dan Fairfax Media. Kini, Earth Hour telah menjadi gerakan global yang didukung oleh lebih dari 190 negara dan wilayah.

Hingga saat ini Earth Hour telah menginspirasi inisiatif global untuk perlindungan alam, iklim, dan lingkungan, membantu mendorong kesadaran, tindakan, dan perubahan kebijakan.

Beberapa gerakan yang sudah terlaksana antara lain membantu dalam penciptaan 3,4 juta hektar kawasan laut yang dilindungi di Argentina, hutan Earth Hour seluas 2.700 hektar di Uganda, mendorong larangan plastik sekali pakai dan produk styrofoam di ibu kota Ekuador, dan memulai penanaman 20.000 bibit mangrove di 13 kota di Indonesia.

Cara Mengikuti Earth Hour 2022

Upaya menyelamatkan masa depan Bumi ini dapat dilakukan dengan sederhana, yakni mematikan lampu dan alat-alat elektronik yang tidak terpakai secara serentak selama satu jam.

Marco Lambertini, Direktur Jenderal, WWF Internasional, mengatakan, Earth Hour 2022 merupakan momen solidaritas untuk manusia dan planet yang dihuninya.

"Earth Hour 2022 menyerukan dunia untuk bersatu dalam momen solidaritas untuk manusia dan planet. Kita tahu bahwa di samping banyak tantangan yang kita hadapi, terutama di masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, 2022 tetap menjadi tahun yang kritis bagi Planet, rumah kita bersama," ucapnya, dilansir dari earthhour.org, Sabtu (26/3/2022).



Simak Video "Pabrikan Dilarang Produksi Mobil Bensin pada 2035, Setuju?"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia