Studi: Nostalgia Bisa Jadi Pereda Nyeri, Begini Cara Kerjanya

Nikita Rosa Damayanti Waluyo - detikEdu
Jumat, 25 Mar 2022 21:00 WIB
Ilustrasi sakit kepala atau pusing saat bangun tidur
Studi mendapati nostalgia bisa meredakan nyeri klinis ringan atau sakit kepala. Foto: Getty Images/staticnak1983
Jakarta -

Nostalgia adalah emosi sosial yang dimiliki setiap manusia berupa kerinduan sentimental pada masa lalu. Studi mendapati, nostalgia dapat mengurangi rasa nyeri, lho.

Dilansir dari Sci Tech Daily, wisata masa lalu seperti nostalgia dapat membantu kita mempertahankan status psikologis positif untuk melawan dampak negatif dari situasi sulit.

Studi terbaru menemukan bahwa nostalgia bisa menjadi metode analgesik atau pereda nyeri non-obat bagi pasien nyeri klinis ringan atau sakit kepala.

Hasil penelitian Penelitian Ming Zhang, dkk. tersebut menunjukkan, nostalgia memungkinkan orang yang mengalami nyeri klinis ringan jadi tidak harus minum obat.

Cara Nostalgia Kurangi Rasa Nyeri

Para peneliti dari Chinese Academy of Sciences tersebut melakukan penelitian dengan mengukur aktivitas otak orang dewasa dengan alat fMRI. Peserta akan ditayangkan gambar atau adegan dan barang dari masa kanak-kanak, seperti cemilan populer, serial kartun, dan permainan semasa sekolah.

Kelompok lain disuguhi serangkaian gambar berbeda yang menunjukkan pemandangan dan benda-benda dari kehidupan modern. Objek-objek tersebut tidak mengundang perasaan nostalgia.

Pada saat yang sama, peserta diberikan berbagai tingkat rasa sakit menggunakan generator panas kecil di lengan kanan mereka.

Para ilmuwan melaporkan, kelompok orang-orang yang melihat gambar dari masa kanak-kanak merasakan tingkat rasa sakit yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok yang disuguhkan gambar modern.

Peneliti mendapati, nostalgia berperan mengurangi aktivitas di bagian kiri lingual gyrus dan parahippocampal gyrus, dua bagian otak yang berfungsi pada persepsi nyeri.

Aktivitas di thalamus, bagian otak yang berfungsi menyampaikan informasi ke tubuh dan korteks, juga terhubung dengan nostalgia dan tingkat nyeri. Thalamus akan menggabungkan informasi dari nostalgia dan mengirimkannya pada jalur nyeri sehingga mengurangi rasa sakit.

Namun, para peniliti menggarisbawahi bahwa masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak nostalgia di seluruh tingkat rasa sakit, baik dari kronis hingga akut, maupun dari parah hingga ringan.

Tertarik untuk mencoba metode nostalgia untuk mengurangi nyeri, detikers?



Simak Video "4 Teknologi yang Mencoba "Melawan" Kuasa Tuhan "
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia