8 Manfaat Hutan Hujan Tropis, Penyedia Oksigen hingga Tempat Berlindung

Trisna Wulandari - detikEdu
Kamis, 17 Mar 2022 08:30 WIB
Pulau Kalimantan disebut sebagai salah satu paru-paru dunia karena luas hutannya yang mencapai hingga 40,8 juta hektar. Beginilah potret hijaunya hutan Kalimantan.
Hutan Kalimantan, salah satu hutan hujan tropis yang bermanfaat untuk penduduk dunia. Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Hutan hujan adalah hutan yang tumbuh di daerah dengan curah hujan tinggi. Hutan hujan tropis ditemukan di antara Tropic of Cancer dan Tropic of Capricorn dan menerima curah hujan antara 175-200 cm per tahun.

Ada dua jenis hutan hujan di dunia, yaitu hutan hujan tropis dan temperate. Hutan hujan tropis terletak lebih dekat dengan garis khatulistiwa, sementara hutan hujan temperate terletak di pesisir yang lebih dingin ke arah utara atau selatan dari garis ekuator, seperti dikutip dari laman Earth Observatory NASA.

Hutan hujan tropis merupakan bioma yang hangat, lembab, serta mendapat hujan sepanjang tahun. Apakah detikers tahu, apa manfaat hutan hujan tropis yang dirasakan oleh penduduk di dunia?

Manfaat Hutan Hujan Tropis

1. Sumber Bahan Obat

Tanaman hutan hujan umum digunakan dalam pengobatan modern. Sekitar 25% obat diperkirakan berasal dari tanaman yang tumbuh di hutan hujan, seperti dikutip dari laman The Young People's Trust for the Environment.

Contoh, obat radang, rematik, diabetes, ketegangan otot, komplikasi pembedahan, malaria, penyakit jantung, penyakit kulit, radang sendi, glaukoma, dan ratusan penyakit lainnya, berasal dari tumbuhan hutan hujan.

Contoh lainnya, obat Vincristine yang diambil dari periwinkle kemerahan Madagaskar memungkinkan tingkat remisi 80% untuk beberapa bentuk leukemia atau kanker darah pada anak. Sementara itu curare, racun dari tumbuhan hutan hujan tropis yang digunakan oleh suku Indian Amazon pada ujung panah juga dapat digunakan sebagai pelemas otot jika diberikan dalam dosis kecil.

2. Menyediakan Makanan

Buah paling populer di dunia, pisang, berasal dari hutan hujan. Diperkirakan 80% makanan dunia berasal dari tanaman hutan hujan. Banyak sumber makanan masih ditemukan di hutan hujan tropis, seperti dikutip dari laman Rainforest Alliance.

Contoh, jeruk, singkong, alpukat, kacang mete, kacang Brazil, vanila, kopi, teh, dan kakao berasal dari hutan hujan tropis. Peach palm di hutan hujan tropis Brasil menghasilkan hingga 300 buah seperti persik dalam satu musim. Buahnya memiliki nilai makanan dua kali lipat dari pisang dan lebih banyak protein dan karbohidrat daripada jagung.

Namun, jika tidak berhati-hati, pertanian dan selera penduduk dunia akan makanan dari hutan hujan menyebabkan 70 persen deforestasi di daerah tropis. Untuk itu, petani dan industri harus menerapkan metode ramah lingkungan dan cerdas iklim dalam bertani.

3. Menyediakan Oksigen

Hutan hujan dikenal sebagai paru-paru dunia karena berkontribusi menyediakan sekitar 20% oksigen dunia. Hutan hujan dan tanah juga menyerap sekitar 20% dari emisi karbon dioksida buatan manusia di dunia seperti yang dihasilkan dari transportasi dan pembangkit listrik bahan bakar fosil.

4. Mencegah Erosi dan Banjir

Saat hujan deras, massa vegetasi di hutan hujan menangkap dan menahan sebagian besar hujan, kemudian membuangnya melalui evaporasi dan transpirasi. Hutan hujan tropis bertindak seperti payung rawa yang memecah kekuatan hujan dan melindungi permukaan tanah.

Pohon hutan hujan juga membantu mengontrol jumlah air yang tertahan di dalam tanah. Penebangan di hutan membuat pola curah hujan telah berubah, seperti hujan hampir berhenti turun di sejumlah tempat sementara di tempat lain terjadi banjir. Jika pohon di hutan hujan tropis ditebang dalam jumlah besar, perlindungan alami ini hilang sehingga erosi tanah juga meningkat dan mineral hanyut.

5. Tempat manusia berlindung

Ada sekitar 1.000 suku asli di hutan hujan dunia. Di Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik, orang-orang asli ini telah tinggal di hutan selama sekitar 40.000 tahun.

Suku hutan hujan tropis mengembangkan cara hidup yang memungkinkan mereka mengambil manfaat dari hutan tanpa merusaknya. Para penduduk asli bergantung pada hutan hujan tropis untuk kelangsungan hidup mereka. Mata pencaharian mereka juga berasal dari hasil hutan.

Namun, suku-suku asli hutan hujan musnah karena adanya pendatang, penebangan besar, perkebunan, pengambilan minyak, dan pendirian pembangkit listrik tenaga air. Kedatangan pemukim dan industri ini tidak jarang menggunaan pemaksaan dan kekerasan agar orang suku keluar dari tanah adat mereka.

6. Hasil Hutan dalam Kehidupan Sehari-hari

Hutan hujan tropis menghasilkan sejumlah jenis kayu yang paling baik dan mahal di dunia, seperti jati, mahoni, rosewood, balsa, cendana, dan banyak spesies lain yang kurang dikenal. Hasil hutan ini umum dijumpai di rumah dan di kantor dalam bentuk furnitur, lemari, panel, di samping produk serat seperti permadani atau karpet, kasur, tali, dan kain.

Minyak dari hutan hujan, getah, dan resin digunakan dalam insektisida, produk karet, bahan bakar, cat, pernis, dan produk finishing kayu sehari-hari. Minyak dari hutan hujan tropis adalah bahan utama dalam kosmetik, sabun, sampo, parfum, desinfektan, dan deterjen.

Sama seperti pertanian, penebangan dapat memelihara atau menghancurkan ekosistem. Untuk itu, perlu penebangan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan mempromosikan produksi dan konsumsi kayu yang mampu menjaga keberadaan hutan hujan tropis.

7. Pengontrol Iklim

Hutan hujan punya kapasitas untuk untuk menyerap jumlah emisi gas rumah kaca sangat besar yang dihasilkan manusia. Sebagai reservoir karbon utama dunia, hutan hujan tropis menyerap karbon dioksida dari udara, menyimpannya, dan menghasilkan oksigen.

Hutan hujan juga bertindak sebagai termostat dunia karena mengatur suhu dan pola cuaca. Jika tidak, bumi berisiko mengalami peningkatan suhu dengan keadaan malam dan siang tidak lagi ada perbedaan.

Rusaknya hutan hujan tropis dan penggunaan lahan bekas hutan tersebut menyumbang 9-11% dari total emisi gas rumah kaca setiap tahun. Jumlah ini setara dengan emisi semua kereta api, pesawat, dan mobil di dunia digabungkan. Untuk mencegah risikonya, perlu penanaman dan pengelolaan hutan muda yang ramah bumi untuk membantu menyerap karbon di atmosfer.

8. Keanekaragaman Hayati

Hutan hujan berisi sekitar setengah dari spesies tumbuhan dan hewan yang ada di dunia. Ini artinya, ada sepertiga spesies burung dunia dan 90% invertebrata di hutan hujan.

Hutan hujan Afrika yang tersisa memiliki lebih banyak hewan dan spesies tumbuhan daripada yang ditemukan di tempat lain di benua itu. Hanya dalam satu tahun di tahun 2006, 19 spesies lemur baru secara resmi tercatat di Madagaskar.

Dalam 2,5 hektare hutan hujan Amazon, ada sekitar 300 spesies pohon yang berbeda, sementara hanya ada 40 spesies pohon di seluruh Inggris. Hutan hujan seluas 2,5 hektare juga dapat berisi lebih dari 750 jenis pohon dan 1.500 spesies tanaman tingkat tinggi.

Hanya sekitar 1% spesies tanaman di hutan hujan tropis yang sudah dipelajari. Padahal secara keseluruhan, 20% tanaman dunia di bawah ancaman kepunahan.

Contoh, di hutan hujan tropis Madagaskar, ada 80% spesies tumbuhan endemik atau tidak ditemukan di tempat lain di bumi. Padahal, dua pertiga hutan Madagaskar sudah rusak. Untuk itu, inisiatif Kew Gardens di London mengambil sampel DNA untuk berjaga-jaga jika tanaman hutan hujan dan manfaatnya hilang. Yuk, jaga manfaat hutan hujan tropis kita.



Simak Video "Bahaya Nyata Perubahan Iklim di Hutan Amazon"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/nwy)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia