6 Sunnah dalam Salat Jenazah Menurut Mazhab Syafi'i

Rahma Indina Harbani - detikEdu
Senin, 07 Mar 2022 13:45 WIB
Salat jenazah Marie Muhammad
Ilustrasi salat jenazah. Apa saja yang termasuk sunnah dalam salat jenazah? (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta -

Sunnah dalam salat jenazah umumnya perlu dipahami umat muslim agar dapat mencapai kesempurnaan ibadah di samping syarat dan rukun salatnya. Menurut Mazhab Syafi'i, ada sejumlah gerakan yang termasuk dalam sunnah salat jenazah.

Beberapa di antaranya, tidak membaca doa iftitah maupun surat setelah surat Al Fatihah. Di samping itu, ada sejumlah bentuk sunnah lain dalam salat jenazah yang bersumber dari keterangan hadist Rasulullah SAW. Berikut ulasannya yang dikutip dari buku Fikih Empat Madzhab Jilid 2 yang ditulis oleh Syaikh Abdurrahman Al-Juzairi.

6 Sunnah dalam Salat Jenazah Menurut Mazhab Syafi'i

1. Membaca Taawudz

Membaca taawudz sebelum membaca surat Al Fatihah mengucapkan amin setelah membaca surat Al Fatihah.

2. Merendahkan Suara

Merendahkan suara saat membaca semua rukun atau sunnah pada salat jenazah meskipun salat itu dilakukan pada malam hari. Dengan catatan, kecuali jika membesarkan suara diperlukan seperti dalam kondisi agar suara imam terdengar oleh makmum saat takbir dan salam.

3. Berjamaah

Salat jenazah dilakukan secara berjamaah dan membentuk tiga shaf bila dimungkinkan. Batas minimal dalam salat jenazah ini setidaknya ada dua orang di setiap shaf meskipun termasuk dengan imam.

Sebab, salat jenazah tidak dapat menjadi makruh. Bahkan bila hanya satu orang makmum berdiri sejajar dengan imam dalam pelaksanaannya.

4. Sholawat Nabi

Membaca sholawat nabi dengan sholawat kamilah termasuk dalam sunnah salat jenazah selanjutnya. Berikut bacaannya:

اَللهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامَّاعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الَّذِىْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Bacaan latin: Allaahumma shalli shalaatan kaamilatan wasallim salaamaan taamman 'alaa sayyidinaa muhammadin al-ladzii tanhallu bihi al-'uqadu watanfariju bihi al-kurabu watuqdlaa bihi al-hawaaiju watunaalu bihi ar-raghaaibu wahusnu al-khawaatimi wayustasqa al-ghamaamu biwajhihi al-kariimi wa'alaa aalihii washahbihii fii kulli lamhatin wanafasin bi'adadi kulli ma'luumin laka.

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau."

Bacaan sholawat nabi ini dapat didahului dengan tahmid sekaligus diakhiri dengan doa bagi kaum muslimin sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW.

5. Mendoakan Jenazah Setelah Takbir Keempat

Membaca doa untuk jenazah setelah takbir keempat sebelum salam dengan bacaan sebagai berikut,

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا

Bacaan latin: Allahumma la tahrimna ajrahu wa tuftina ba'dahu

Artinya: "Ya Allah, jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan beri fitnah (cobaan) bagi kami sepeninggalnya,"

Atau dapat juga membaca doa berikut sebagaimana yang termaktub dalam riwayat hadits dari Wa'ilah bin Al Aqsa bahwa Rasulullah SAW bersabda,

صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى رَجُلٍ مِنْ الْمُسْلِمِينَ فَأَسْمَعُهُ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنَّ فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ فِي ذِمَّتِكَ وَحَبْلِ جِوَارِكَ فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَقِّ فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya: Rasulullah SAW menyalatkan jenazah dari kaum muslimin, lalu aku mendengar beliau mengatakan,

"Allahumma inna fulan bin fulan fii dzimmatika wa habli jiwaarika faqihi min fitnatil qabri wa 'adzaabin naar wa anta ahlul wafa` wal haq faghfirlahu warhamhu innaka antal ghafuurur rahiim (Ya Allah, sesungguhnya fulan bin fulan berada dalam jaminan dan perjanjianMu, maka jagalah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka. Engkau Maha menepati janji dan Maha benar, ampuni dan sayangilah ia. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)." (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Kemudian dilanjutkan dengan membaca Surat Al Mu'minun ayat 7. Berikut bunyinya,

فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ

Bacaan latin: Fa manibtagā warā`a żālika fa ulā`ika humul-'ādụn

Artinya: "Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."

6. Mengangkat Tangan saat Takbir

Mengangkat kedua tangan tiap saat melafalkan takbir menjadi sunnah dalam salat jenazah. Sekaligus meletakkannya di bawah dada setelah bertakbir.



Simak Video "Polisi India Tembak Mati 2 Pedemo soal Pelecehan Nabi Muhammad"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia