NAFTA: Sejarah, Tujuan, Isi, hingga Perubahan Nama

Nikita Rosa - detikEdu
Selasa, 25 Jan 2022 18:45 WIB
(Dari kiri) Presiden Meksiko Carlos Salinas de Gortari, Presiden AS George H.W. Bush, dan Perdana Menteri Kanada Brian Mulroney bertemu untuk memprakarsai Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara di San Antonio, Texas, 7 Oktober 1992.
(Dari kiri) Presiden Meksiko Carlos Salinas de Gortari, Presiden AS George H.W. Bush, dan Perdana Menteri Kanada Brian Mulroney bertemu untuk memprakarsai Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara di San Antonio, Texas, 7 Oktober 1992. Foto: Britannica
Jakarta -

North American Free Trade Area (NAFTA) merupakan perjanjian perdagangan bebas yang dibentuk oleh tiga negara di kawasan Amerika Utara. Negara tersebut adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Dalam Modul Ekonomi Kelas 11 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, disebutkan bahwa NAFTA dilatarbelakangi oleh keinginan untuk memajukan dan meningkatkan perdagangan di kawasan Amerika Utara. NAFTA diterapkan dengan cara menghilangkan atau mengurangi hambatan-hambatan di bidang perdagangan, baik dalam bentuk hambatan tarif maupun nontarif.

Sejarah NAFTA

American Summit di Chili pada April 1988 menjadi latar sejarah berdirinya NAFTA. Pertemuan ini membahas tentang budaya, perjalanan, hingga cyberspace. Kerja sama yang dijalin Amerika Serikat dan Kanada menarik minat Meksiko untuk terlibat dalam kerja sama tersebut.

Pada September 1998, Meksiko akhirnya menandatangani Declaration and Memorandum of Understanding yang meresmikan masuknya Meksiko ke dalam NAFTA. Kesepakatan untuk membuat perdagangan bebas ditetapkan pada 12 Januari 1992. Namun, NAFTA baru beroperasi secara resmi pada 1 Januari 1994.

Tujuan Berdirinya NAFTA

Menurut Modul Sejarah Kelas 12 yang disusun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tujuan yang ingin dicapai dengan diberlakukannya NAFTA, antara lain:

1. Meningkatkan kegiatan ekonomi para anggota.

2. Mengusahakan standarisasi barang-barang yang diperdagangkan.

3. Meningkatkan pelayanan pada konsumen dengan mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan, dan ramah dengan lingkungan.

4. Mengatur keseimbangan ekspor dan impor antar anggota.

Isi Perjanjian NAFTA

Seperti perjanjian perdagangan bebas lainnya yang mengatur tentang berbagai fasilitas perdagangan (tarif, investasi, hak kekayaan intelektual, pengadaan pemerintah dan lain-lain), NAFTA juga memiliki peraturan-peraturan yang ditulis di dalam dokumen kesepakatan. Dokumen kesepakatan setebal 2000 halaman ini berisi 8 bagian dan 22 bab.

Menurut Liliston dalam artikelnya NAFTA Renegotiation: What's at stake for food, farmers and the land?, NAFTA menetapkan dan menjelaskan tentang ketentuan-ketentuan mengenai:

1. Rules of origin, yakni suatu aturan pendukung atau sekunder yang digunakan untuk membantu mengaplikasikan aturan-aturan utama.

2. Prosedur bea cukai.

3. Masalah pertanian.

4. Sanitasi.

5. Pengadaan oleh pemerintah.

6. Investasi.

7. Perdagangan jasa.

8. Perlindungan hak kekayaan intelektual.

9. Mekanisme penyelesaian sengketa dagang ekspor impor.

Pergantian Nama NAFTA

Pada 27 Agustus 2018, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengusulkan pergantian NAFTA. Kesepakatan ini diganti dengan USMCA atau United States-Mexico-Canada-Agreement.

USMCA memiliki tujuan baru untuk meningkatkan penegakan hak-hak pekerja dan menekan harga untuk obat-obatan biologis. Kesepakatan akhirnya disetujui pada 30 September 2018 oleh ketiga negara.

Meski sudah berganti nama menjadi USMCA, NAFTA masih memiliki tujuan yang sama, yaitu bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.



Simak Video "Penyetopan PTM di Jakarta Gegara Hepatitis Misterius Dinilai Belum Tepat"
[Gambas:Video 20detik]
(kri/kri)

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia